Jumat, 30 Oktober 2026
14:06 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Dua Mei 1808

Dua Mei 1808

Bagikan:
Lukisan karya Francisco de Goya tahun 1814Templat:SHORTDESC:Lukisan karya Francisco de Goya tahun 1814
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Dua Mei 1808" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Juni 2013)
Dua Mei 1808 (Serbuan Mamluk)
500px-El_dos_de_mayo_de_1808_en_Madrid.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SenimanFrancisco Goya
Tahun1814
MediumCat minyak di atas kanvas
Ukuran266 cm× 345 cm(105 in× 136 in)
LokasiMuseo del Prado, Madrid

Dua Mei 1808, juga dikenal dengan nama Serbuan Mamluk (Spanyol: El 2 de mayo de 1808 en Madrid, La lucha con los mamelucos atau La carga de los mamelucos),[1] adalah lukisan karya pelukis Spanyol Francisco Goya. Lukisan ini merupakan pendamping lukisan Tiga Mei 1808. Lukisan ini berlatar di Calle de Alcalá di dekat Puerta del Sol, Madrid, selama peristiwa Pemberontakan Dos de Mayo. Lukisan ini menggambarkan pemberontakan rakyat Madrid melawan pasukan pendudukan Prancis yang kemudian memicu Perang Kemerdekaan Spanyol.

Lukisan Dua Mei 1808 dan Tiga Mei 1808 diselesaikan dalam waktu dua bulan pada tahun 1814. Saat ini, kedua lukisan ini dipamerkan di Museo del Prado di Madrid.

Goya menyaksikan sendiri peristiwa pendudukan Spanyol oleh Prancis pada tahun 1808, saat Napoleon menggunakan dalih memperkuat pasukan tentaranya di Portugal untuk merebut takhta Spanyol dan mengangkat saudaranya, Joseph, sebagai raja. Berbagai percobaan untuk memindahkan keluarga kerajaan Spanyol dari Madrid memicu terjadinya pemberontakan luas. Pemberontakan rakyat ini berlangsung antara tanggal 2 dan 3 Mei 1808 dan kemudian ditumpas oleh pasukan di bawah komando Marsekal Joachim Murat.

Latar belakang sejarah

330px-El_Tres_de_Mayo%2C_by_Francisco_de_Goya%2C_from_Prado_thin_black_margin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tiga Mei 1808 selesai dibuat pada tahun 1814, dua bulan setelah lukisan pendampingnya, Dua Mei 1808 selesai dibuat. Lukisan ini menggambarkan peristiwa eksekusi yang terjadi setelah pemberontakan.

Dua Mei 1808 menggambarkan awal pemberontakan ketika para Mamluk Mesir yang tergabung dalam Garda Kekaisaran Prancis diperintahkan untuk menyerang dan menundukkan warga yang memberontak. Massa memandang para Mamluk tersebut sebagai orang Moor, sehingga memicu kemarahan mereka. Bukannya membubarkan diri, massa justru berbalik menyerang para Mamluk yang sedang menyerbu mereka, sehingga terjadi pertarungan jarak dekat yang sengit. Goya kemungkinan tidak menyaksikan langsung peristiwa Serbuan Mamluk. Lukisan-lukisan karyanya dipesan pada tahun 1814, setelah pasukan Napoleon diusir dari Spanyol oleh dewan yang memerintah Spanyol sebelum kembalinya Fernando VII. Ia memilih untuk menggambarkan masyarakat Madrid sebagai pahlawan tanpa nama yang, hanya dengan menggunakan senjata yang sangat sederhana seperti pisau, menyerang pasukan pendudukan profesional. Ketika sang raja kembali, ia tidak menyukai penggambaran tersebut, sehingga lukisan-lukisan tersebut baru dipamerkan ke hadapan publik setelah beberapa tahun (dan beberapa pemerintahan) kemudian.

Goya memilih untuk tidak melukiskan satu tindakan tertentu apapun maupun satu titik fokus utama guna menekankan kekacauan peristiwa tersebut.

Pengaruh

330px-Ivryrubens.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Henry IV at the Battle of Ivry karya Peter Paul Rubens (Uffizi)

Terdapat perdebatan mengenai sejauh mana Goya dipengaruhi oleh Rubens. Lukisan Saturn Devouring His Son (c. 1819–1823) karya Goya menunjukkan bahwa ia tampaknya mengenal versi karya Rubens dari tahun 1636 yang tersimpan di Prado. Kenneth Clark menganggap Dua Mei 1808 sebagai sebuah "kegagalan artistik ... mungkin ia tidak dapat melepaskan diri dari ingatan akan komposisi-komposisi serupa karya Rubens".[2] Terlepas dari apakah Goya pernah melihat salinan lukisan The Tiger Hunt dan The Battle of the Amazons atau tidak, setidaknya satu karya asli Rubens, Henry IV at the Battle of Ivry, ada di sepanjang rute perjalanan Goya di Italia.

Kerusakan

Pada tahun 1936, selama Perang Sipil Spanyol, ketika Madrid dibombardir oleh pasukan Nasionalis, pemerintah republik memutuskan untuk mengevakuasi lukisan-lukisan dari Prado. Truk yang mengangkut lukisan-lukisan karya Goya mengalami kecelakaan, sehingga Dua Mei 1808 mengalami kerusakan yang cukup parah: kanvasnya robek di beberapa titik, bahkan ada bagian lukisan yang hilang. Restorasi pertama dilakukan pada tahun 1941 saat lukisan tersebut dikembalikan ke Madrid. Restorasi lebih lanjut selesai dilakukan antara tahun 2007 hingga 2008.

Catatan kaki

  1. ↑ (dalam bahasa Spanyol) Online Gallery Prado Museum. Diakses tanggal 7 Juni 2013.
  2. ↑ Clark, K. Looking at Pictures 1960, hlm. 127 (tampaknya pada hlm. 127. dari cetakan tahun 1968)

Referensi

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan