Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Drumset" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR (May 2022) |
Konfigurasi drumset standar:[a]
| |||
| Alat musik perkusi | |||
|---|---|---|---|
| Nama lain | Drum akustik, drum | ||
| Klasifikasi | Perkusi | ||
| Hornbostel–Sachs | 211.212.11 dan 111.24 (Drum silindris individu dua tebokan, satu kulit ditabuh dan bejana perkusi) | ||
| Dikembangkan | 1860-an, Amerika Serikat | ||
| Alat musik terkait | |||
| Drum, bongo, rototom, octoban, simbal crash/ride, simbal sizzle, simbal bell, simbal swish, simbal zinger, cowbell, jam block, vibraslap, temple blocks, tamburin, tam-tam | |||
| Sampel suara | |||
Drum kit sound | |||
| Informasi atau artikel lainnya | |||
| Drumset elektrik, perangkat keras drum, stik drum, wadah drum, picu drum, modul drum | |||
Drumkit,[1] drumset, (atau hanya drum dalam konteks musik populer dan jazz) adalah alat musik yang terdiri dari kumpulan alat musik perkusi yang disusun untuk dimainkan oleh seorang pemusik.[2] Biasanya, alat musik ini mencakup drum, simbal, dan terkadang alat musik perkusi tambahan lainnya, seperti tamborin atau cowbell. Pemain drum akan duduk di kursi, menggunakan stik drum, sikat kawat, atau nilon khusus untuk memukul drum dan simbal, serta pedal untuk menabuh drum bass dan hi-hat, memungkinkan mereka untuk menyesuaikan suara sesuai efek yang diinginkan.
Tidak ada patokan baku berapa jumlah drum yang bisa diakomodasi, tetapi biasanya terdiri dari:[3]
- Satu snare drum, dipasang pada rancakan
- Drum bas, dimainkan menggunakan pemukul yang digerakkan menggunakan dua atau lebih pedal kaki
- Dua atau lebih tom-tom, termasuk tom-tom rak atau tom-tom lantai.
- Satu atau lebih simbal, termasuk simbal ride dan simbal crash.
- Simbal hi-hat, sepasang simbal yang dapat dimainkan dengan pedal yang dioperasikan dengan kaki maupun tangan.
Drumset paling sederhana biasanya terdiri dari snare drum, bass drum, hi-hat, dan satu simbal. Kalau sekiranya ditambah lagi, harganya juga bisa sangat mahal. Drumset merupakan bagian dari alat musik ritmis standar dan digunakan dalam berbagai jenis gaya musik populer dan tradisional, mulai dari rock dan pop hingga blues dan jazz.
Sejarah
Perkembangan awal
Bagian ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Drumset" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
Sebelum munculnya drumset, drum dan simbal yang digunakan dalam musik militer dan orkestra dimainkan oleh beberapa perkusionis yang terpisah-pisah Pada tahun 1840-an, perkusionis mulai bereksperimen dengan pedal kaki sebagai cara untuk memungkinkan mereka memainkan lebih dari satu alat musik, meski baru diproduksi secara massal 75 tahun kemudian.[4] Pada 1860-an, para perkusionis mulai menggabungkan beberapa drum menjadi satu set. Bass drum, snare drum, simbal, dan perkusi lainnya semuanya dipukul dengan stik yang dipegang dengan tangan. Para pemain drum dalam teater musikal tampil di pentas, yang anggaran orkestra pengiring seringkali terbatas karena jumlah uang yang tidak mencukupi untuk mempekerjakan tim perkusionis lengkap. Hal ini berkontribusi pada terciptanya perangkat drum dengan mengembangkan teknik dan alat yang memungkinkan satu orang untuk menggantikan beberapa pemain perkusi.
Muncullah sebuah teknik drum berganda agar satu manusia dapat memainkan drum bass dan snare secara bersamaan dengan stik, sementara simbal dapat dimainkan dengan mengetuk kaki pada low-boy. Dengan pendekatan ini, drum bass biasanya dimainkan pada ketukan pertama dan ketiga (dalam birama 44). Meskipun musik ini awalnya dirancang untuk mengiringi baris-berbaris prajurit, pendekatan permainan drum yang sederhana dan lugas ini melahirkan musik ragtime, ketika ketukan irama mars yang sederhana menjadi lebih tersinkopasi. Hal ini menghasilkan nuansa swing dan joget yang lebih kental. Drumset generasi awal ini disebut trapset, dan dari akhir tahun 1800-an hingga tahun 1930-an, pemainnya disebut trap drummer. Pada tahun 1870-an, para pemain drum menggunakan overhang pedal.[5] Sebagian besar pemain drum pada tahun 1870-an lebih memilih memainkan dua drum sekaligus tanpa pedal, daripada menggunakan overhang pedal. Perusahaan-perusahaan mematenkan sistem pedal mereka, seperti yang dimiliki oleh pemain drum Edward "Dee Dee" Chandler dari New Orleans pada tahun 1904 atau 1905.[6] Hal ini menyebabkan bass drum dimainkan oleh pemain perkusi sambil berdiri dan menggunakan kaki mereka, sehingga muncullah istilah kick drum.
William F. Ludwig Sr. dan saudaranya Theobald mendirikan Ludwig & Ludwig Co. (Ludwig Drums) pada tahun 1909 dan mematenkan sistem pedal bass drum pertama yang sukses secara komersial.[7]
Pada 1912, para pemain drum mulai mengganti stik dengan sikat kawat dan, kemudian, penghalau lalat karena suara yang lebih keras yang dihasilkan dengan menggunakan stik drum dapat mengalahkan suara alat musik lain.[8]
Abad ke-20
Pada Perang Dunia I, drumset sering kali berupa bass drum ala kirab irama dengan banyak alat musik perkusi yang dipasang di atasnya. Drumset menjadi pusat perhatian dari jazz, terutama gaya Dixieland. Drumset modern dikembangkan pada era vaudeville, pada tahun 1920-an, di New Orleans.[9]
Drummer seperti Baby Dodds, Zutty Singleton, dan Ray Bauduc mendapatkan inspirasi dari kirab irama dan memadukan bass drum, snare drum, dan trap –istilah yang digunakan untuk merujuk pada alat musik perkusi yang dikaitkan dengan kaum imigran, yang meliputi simbal mini, tom-tom, cowbell, dan woodblock. Mereka memadukannya ke dalam irama ragtime, yang telah populer selama beberapa dekade, sehingga menghasilkan pendekatan yang berkembang menjadi gaya permainan drum jazz.
Karena terbatasnya anggaran dan pertimbangan ruang dalam orkes pengiring teater musikal menyebabkan pemimpin orkes terus menekan perkusionis untuk memainkan lebih banyak bagian perkusi. Tiang-tiang perancah logam dikembangkan untuk menyangga tom-tom, sementara rancakan snare drum dan tiang simbal dirancang agar dapat diputar. Di atas bass drum tersebut terdapat semacam nampan (contraption) untuk menaruh peluit, klakson, dan cowbell. Drumset di era ini disebut trap kit. Stand hi-hat mulai tersedia sekitar tahun 1926. [7]
Pada tahun 1918, Baby Dodds, pemain drum dari Louis Armstrong, memodifikasi drum kirab irama militer, serta bereksperimen dengan memainkan blengker drum alih-alih woodblock, memukul simbal dengan stik (yang belum umum saat itu), dan menambahkan simbal di atas drum bass, yang kemudian dikenal sebagai simbal ride. William Ludwig kemudian mengembangkan sock cymbal (mirip hi-hat tetapi tidak memiliki tiang atau juga disebut low-hat) setelah mengamati permainan drum Dodds. Dodds meminta Ludwig untuk meninggikan simbal tersebut agar lebih mudah dimainkan, sehingga lahirlah simbal hi-hat modern.[10] Dodds adalah salah satu pemain drum pertama yang memainkan ketukan triplet terputus yang kemudian menjadi irama standar permainan simbal ride modern. Ia juga mempopulerkan penggunaan simbal china.[11] Pada waktu itu, teknologi rekaman musik masih primitif sehingga suara keras dapat merusak rekaman. Untuk mengatasi masalah ini, Dodds menggunakan woodblock dan blengker drum sebagai alternatif yang lebih senyap daripada simbal dan tebokan.[12]
Pada 1920-an, pemain drum lepas mulai dipekerjakan untuk bermain di pertunjukan, konser, teater, dan klub untuk mendukung penari dan musisi dari berbagai genre. Orkes disewa untuk mengiringi film bisu, dan pemain drum bertanggung jawab untuk menyediakan efek suara. Partitur musik tahun 1920-an menunjukkan bahwa ukuran drumset berevolusi untuk mendukung berbagai pertunjukan. Namun, pada tahun 1930, film bersuara menjadi populer, dan banyak di antaranya disertai dengan trek suara yang telah direkam sebelumnya. Terobosan teknologi ini membuat ribuan pemain drum yang bertugas sebagai spesialis efek suara kehilangan pekerjaan,[13] dengan beberapa pemain drum mendapatkan pekerjaan sebagai seniman Foley untuk trek suara film.
Teknik bermain
Groove
Dalam mengiringi lagu-lagu atau instrumentalia maupun memainkan solo drum, permainan drumset terdiri dari dua elemen:
- Groove yang menyediakan kerangka ritmis utama (contohnya termasuk backbeat atau shuffle). Alunan musik dapat menentukan suasana lagu.
- Fill-in, ornamen, atau variasi lainnya yang memberikan keberagaman dan menambah daya tarik pada suara drum. Fill-in dapat berupa sentuhan akhir pada bagian-bagian komposisi atau berfungsi sebagai pertunjukan permainan drum.
Fill-in
Fill-in adalah perkembangan dari pola ritmis berulang dalam sebuah lagu. Fill-in dapat digunakan untuk “mengisi” celah transisi antarbait-bait lagu.[14] Fill-in dapat berupa ketukan sederhana tom-tom atau snare hingga ritme khas yang dimainkan pada hi-hat, hingga rangkaian solo drum dalam beberapa bar. Selain meningkatkan daya tarik pada sebuah karya musik, fill-in juga berfungsi menjembatani perubahan signifikan antarbagian dalam lagu. Vocal cue sering kali merupakan isian drum pendek yang menandai masuknya vokalis/penyanyi ke dalam lagu. Fill-in yang diakhiri dengan simbal crash pada ketukan pertama sering digunakan untuk memindah posisi ke bagian chorus (reff) atau verse.
Solo drum
Solo drum adalah instrumentalia tanpa pengiring yang memfokuskan diri pada teknik-teknik permainan drum.[15] Bila solo alat musik lain biasanya diiringi oleh alat musik ritmis lainnya (misalnya, gitar bass dan gitar listrik), untuk sebagian besar solo drum, anggota band berhenti sejenak agar penikmatnya berfokus pada pemain drum. Kadangkala, pemain lainnya boleh memberi penguat pada titik-titik tertentu –misalnya akor keras yang dimainkan tiba-tiba.[16] Solo drum banyak dipakai di jazz, tetapi juga digunakan dalam beberapa gaya rock, seperti heavy metal dan rock progresif. Selama solo drum, para pemain drum melakukan unjuk kebolehan, yang memungkinkan mereka untuk menggunakan poliritme kompleks yang biasanya tidak cocok untuk dimainkan sebagai ansambel. Dalam konser, pemain drum dapat diberi kesempatan main solo drum, bahkan dalam genre ketika solo drum jarang ditemukan dalam rekaman.[17]
Cara memegang stik

Kebanyakan pemain drum dapat memilih salah satu dari dua teknik memegang stik berikut:[18]
- Tradisional (traditional grip), awalnya dikembangkan untuk memainkan snare drum dalam ansambel kirab irama atau korps tambur-suling, dengan tangan kanan memegang dari atas stik, dan tangan kiri memegang dari bawah stik. Hal ini dilakukan karena snare drum untuk kirab irama digantung di salah satu bahu dengan sudut tertentu, sehingga pegangan yang tepat menjadi kurang intuitif. Teknik memegang tradisional banyak ditemui di jazz karena adanya hubungan antara musik jazz awal dan kirab irama.[19]
- Setara (matched grip), dengan kedua stik sama-sama memegang dari atas stik dengan telapak tangan menghadap ke bawah (pegangan Jerman), atau pada sudut 90º terhadap tebokan (pegangan Prancis).[20] Cara memegang stik ini lebih populer di kalangan pemain drum modern.
Komponen
| drumset |
|---|
| Tidak ditampilkan |
| Lihat juga |
Drum
Bass drum
Bass drum (juga dikenal sebagai kick drum) adalah drum dengan nada terendah dan biasanya memberikan elemen ketukan atau pengaturan birama dengan pola denyut dasar. Beberapa pemain drum mungkin menggunakan dua atau lebih drum bass atau pedal ganda (double pedal) pada satu bass drum yang memungkinkan pemain drum untuk memainkan gaya bass drum ganda hanya dengan satu bass drum. Hal ini menghemat ruang, waktu, dan biaya pertunjukan, mulai dari persiapan, pembongkaran, dan pengangkutan. Teknik permainan bass drum ganda banyak ditemukan pada gaya musik heavy metal dan rock progresif.[21]
Snare drum

Snare drum bertugas menyediakan backbeat. Saat digunakan dengan cara ini, snare drum memberikan aksen yang kuat dan teratur yang dimainkan oleh tangan non-dominan dan merupakan tulang punggung untuk banyak fill-in. Suara snare drum dikaitkan dengan kawat logam yang dikencangkan pada tebokan bawah (dikenal sebagai snare head). Ketika tebokan atas (dikenal sebagai batter head) dipukul dengan stik drum, getaran merambat menuju kawat snare, menciptakan suara dengung stakato yang tajam, bersamaan dengan suara stik yang mengenai tebokan atas. Beberapa pemain drum bisa menggunakan dua atau lebih snare drum dalam satu set drum, yang dikenal sebagai snare sekunder, untuk mendiversifikasi dan menciptakan suara yang berbeda pada backbeat.
Tom-tom

Drum tom-tom adalah drum tanpa snare dan dimainkan dengan stik (atau alat lain sesuai kebutuhan) dan merupakan drum yang paling banyak terdapat dalam sebagian besar perangkat drum. Banyak digunakan dalam teknik fill-in dan solo drum.
Tom-tom dapat berupa:
- Tom-tom biasa (dua tebokan) yang dipasang di atas tiang, rak, rancakan, atau bass drum
- Floor tom (umumnya yang terbesar, yang juga menjadikannya tom dengan nada terendah)
- Concert tom satu tebokan
- Rototom
Drum terkecil dan terbesar tanpa snare (octoban dan gong drum) terkadang juga dimasukkan sebagai tom-tom. Penamaan konfigurasi umum biasanya mencerminkan empat tom (empat tom, lima tom, dll.), karena secara konvensional hanya tom-tom inilah yang dihitung, dan konfigurasi ini biasanya berisi satu snare dan satu atau lebih bass drum (meski jumlahnya tidak ada patokan baku).
Drum lainnya

Octoban adalah tom-tom panjang dengan tebokan kecil yang dapat memperluas jangkauan nada tom, terutama karena urungnya yang panjang dan diameternya yang kecil.
Timbales disetem jauh lebih tinggi daripada tom dengan diameter yang sama, biasanya memiliki urung yang terbuat dari logam, dan biasanya dimainkan dengan stik yang sangat ringan, tipis, dan tidak runcing. Timbales banyak digunakan pada gaya musik Latin. Drum ini memiliki tebokan tipis dan nada yang sangat berbeda dari tom, tetapi digunakan oleh beberapa pemain drum untuk memperluas jangkauan nada tom ke atas. Kadang timbales dapat dipasangi tebokan tom-tom dan disetem seperti halnya concert tom pendek.
Attack timbales dan mini timbales adalah timbales kecil yang dirancang untuk penggunaan drumset. Dengan demikian, timbales jenis ini dapat dipasangi tebokan yang lebih tebal sehingga menghasilkan nada dan tegangan tebokan yang sama. Alat musik ini banyak ditemukan pada gaya musik 2010-an dan bentuk-bentuk yang lebih tradisional dari musik Latin, reggae, dan berbagai gaya lainnya.
Gong drum adalah alat musik yang jarang ditemukan sebagai pelengkap dari perangkat drum. Drum tebokan tunggal yang digantung atau dipasang pada rancakan ini tampak mirip dengan drum bass (berdiameter sekitar 20–24 inci) tetapi dimainkan dengan stik, bukan pedal kaki, dan oleh karena itu memiliki fungsi yang sama dengan floor tom.
Beberapa drum tangan seperti kendang, konga, tabla, atau bongo tidak dapat dimainkan dengan stik karena berisiko merusak bagian tebokan dan pinggirannya yang kadang tidak dilindungi oleh blengker logam. Agar dapat dimainkan bersama perangkat drum, drum ini dapat dipasangi pelindung logam dan dimainkan dengan stik secara hati-hati, atau lebih baik dimainkan dengan tangan.
Simbal

Pada drumset, simbal sama pentingnya dengan keseluruhan drum itu sendiri. Instrumen idiofon tertua dalam musik adalah simbal, yang salah satu versinya digunakan di Timur Dekat kuno sejak awal periode Zaman Perunggu. Simbal umumnya dikaitkan dengan Turki, karena Zildjian telah memproduksinya di sana sejak tahun 1623.[22]
Meski sebagian besar pemain drum membeli simbal secara individu, sejumlah produsen simbal juga menyediakan paket lengkap yang dijual dengan harga terjangkau bagi pemula. Paket simbal biasanya memuat empat simbal: satu ride, satu crash, dan sepasang hi-hat. Ada juga yang hanya berupa tiga simbal, menggunakan crash/ride alih-alih kedua simbal secara terpisah. Ukuran-ukuran tersebut serupa dengan apa yang dibahas pada konfigurasi umum di bawah. Sebagian besar pemain drum memperluas konfigurasi standar dengan menambahkan simbal crash kedua, splash, china, atau efek.
Simbal ride
Simbal ride sering digunakan untuk menjaga pola ritmis di setiap ketukan, sesuai kebutuhan musik. Berkembangnya teknik ride ini umumnya dinisbatkan kepada drummer jazz Baby Dodds.[23]
Kebanyakan pemain drum memiliki satu simbal ride utama, yang dipasangkan mendekat ke tangan dominan mereka. –sehingga mudah dijangkau saat bermain –biasanya berdiameter 20–22 inci, tetapi diameter 16–26 inci juga tidak jarang ditemukan. Simbal ini tergolong simbal yang massanya berat, yang suaranya mampu menembus suara instrumen lain. Beberapa pemain drum menggunakan simbal swish, simbal sizzle, atau simbal logam yang lebih ringan, sebagai simbal ride utama atau satu-satunya dalam perangkat drum mereka, terutama untuk musik jazz, gospel, atau balada/folk. Pada tahun 1960-an, Ringo Starr dari The Beatles menggunakan simbal sizzle sebagai ride kedua, khususnya saat solo gitar.[24]
Hi-hat

Hi-hat adalah sepasang simbal berukuran kecil yang ditangkupkan pada tiang logam berkaki tiga dan berongga. Hi-hat juga memiliki pedal kaki seperti bass drum. Tangkupan simbal bagian bawah dipasang secara tetap, sedangkan tangkupan atasnya dikencangkan pada batang logam tipis, yang dimasukkan ke dalam dudukan simbal yang berongga. Batang tipis itu terhubung ke pedal. Ketika pemain drum menginjak pedal, batang tipis bergerak ke bawah, sehingga simbal atas bergerak dan mengenai simbal bawah. Begitu kaki diangkat, simbal bagian atas akan naik, karena mekanisme pegas pada pedal tersebut. Hi-hat dibunyikan baik menggunakan pedal maupun dengan stik. Kemampuan menciptakan ritme pada hi-hat hanya dengan kaki memperluas kemampuan pemain drum untuk menciptakan suara, karena tangan bebas memainkan drum atau simbal lainnya.[25] Suara yang dihasilkan saat hi-hat terbuka akan menghasilkan bunyi yang lebih keras (ces) daripada diinjak (cer) sebagian maupun diinjak penuh (ceg).
Efek suara yang khas pun dapat dibuat dengan dapat diciptakan dengan memukul hi-hat terbuka atau setengah terbuka dan menutupnya simbal tersebut dengan pedal kaki. Efek ini banyak digunakan dalam musik disko dan funk. Hi-hat memiliki fungsi yang mirip dengan simbal ride; yakni sebagai penjaga tempo dan irama (misal dengan not seperdelapan atau seperenam belas), dan keduanya jarang dimainkan secara konsisten dalam waktu lama secara bersamaan. Hi-hat dimainkan dengan stik kanan dari seorang drummer yang menggunakan tangan kanan. Pergantian ride ke hi-hat sering digunakan untuk menandai pergantian dari satu bagian lagu ke bagian lagu lainnya (misalnya chorus ke verse 2).[26]
Crash
Simbal crash sering digunakan sebagai penanda aksen terkuat, menandai crescendo dan klimaks, peralihan struktur komposisi, masuknya vokal, atau perubahan suasana hati yang besar, peningkatan volume, dan efek. Bunyi simbal crash biasanya dimainkan bersama injakan bass drum, baik untuk efek musikal maupun untuk mendukung pukulan tersebut. Teknik ini menghasilkan suara yang lebih penuh dan merupakan teknik yang banyak diajarkan.
Dalam musik jazz, yang biasanya menggunakan drumset kecil, simbal ride dapat dimainkan dengan teknik dan suara seperti simbal crash. Beberapa hi-hat juga dapat menghasilkan suara crash, terutama hi-hat yang lebih tipis atau yang memiliki pinggiran tajam. Bahkan ada juga simbal crash/ride atau ride/crash yang dirancang khusus untuk menggabungkan dua fungsi tersebut.
Simbal lainnya
Simbal efek
Simbal selain ride, hi-hat, dan crash/splash, biasanya disebut simbal efek ketika digunakan dalam perangkat drum, meskipun ini adalah sebutan nonklasik atau sehari-hari yang telah menjadi standar. Sebagian besar set drum lengkap mencakup satu atau lebih simbal splash dan setidaknya satu simbal china. Kadangkala ada produsen simbal besar yang bahkan menyediakan paket tambahan yang memuat simbal splash dan satu simbal china, atau crash kedua, satu simbal splash, dan satu simbal china, untuk melengkapi beberapa paket dasar mereka. Kombinasi ini juga mudah ditemui di pasar.[27]

Beberapa simbal mungkin dianggap sebagai efek dalam beberapa set drum, tetapi dianggap "dasar" dalam set komponen lainnya. Demikian pula, simbal O-zone memiliki tujuan yang sama dengan simbal crash standar, tetapi dianggap sebagai simbal efek karena langka, dan lubang-lubang yang ada pada simbal tersebut memungkinkan pukulan yang lebih dahsyat. Banyak pemain drum melakukan praktik menumpuk simbal, biasanya simbal efek, splash atau crash, di atas satu sama lain yang menciptakan suara pendek dan tajam, kadang-kadang mengingatkan pada suara tepukan atau hi-hat.[28]
Simbal aksen
Simbal yang digunakan untuk memberikan aksen, bukan pola ketukan atau groove reguler, dikenal sebagai simbal aksen. Meskipun semua simbal dapat digunakan untuk memberikan aksen, istilah hanya ditujukan pada simbal yang memang dirancang untuk memberikan aksen. Simbal aksen meliputi simbal lonceng dan simbal lain yang dapat menghasilkan bunyi khas, seperti simbal crash, splash, dan china khusus.
Simbal bervolume rendah
Simbal volume rendah adalah jenis simbal yang dibuat untuk menghasilkan volume sekitar 80% lebih rendah daripada simbal biasa. Seluruh permukaan simbal tersebut dilubangi kecil-kecil. Para pemain drum menggunakan simbal bervolume rendah untuk latihan tanpa mengganggu tetangga atau bermain di ruang kecil.
Instrumen akustik lainnya

Alat musik lain yang juga sering dimasukkan ke dalam perangkat drum meliputi:
- Woodblock dan cowbell, terutama dalam musik rock klasik dan genre lainnya.
- Tamborin, khususnya yang dikencangkan di atas simbal hi-hat, bisa menggunakan tamborin biasa maupun tamborin khusus untuk drumset.
- Timbales dapat digunakan untuk memperluas jangkauan tom-tom, terutama ketika pemain drum memilikinya untuk keperluan musik lainnya; timbale tradisional disetel jauh lebih tinggi daripada tom dengan diameter yang sama, sehingga hasilnya tidak selalu ideal.
- Instrumen perkusi melodis, seperti genta tabung atau glockenspiel.
- Gong.
- Trikona.
- Barang-barang keseharian seperti kunci pas, tromol rem, ember, kardus, tong minyak, dan kaleng serta jeriken minyak tanah
Lihat pula set lanjutan di bawah ini.
Drum elektronik


Drum elektrik banyak digunakan untuk bermain di tempat-tempat kecil, seperti kedai kopi, hajatan, atau kebaktian gereja, yang membutuhkan suara rendah. Karena drum elektronik tidak menghasilkan suara akustik (selain hantaman stik yang mengenai bantalan sensor), semua suara drum berasal dari ampli kibor atau sistem PA; dengan demikian, volume drum elektronik bisa lebih rendah daripada drum akustik. Sebagian orang menggunakan drum elektrik sebagai instrumen latihan karena dapat didengarkan melalui headphone, yang memungkinkan pemain drum untuk berlatih tanpa mengganggu tetangga. Yang lain menggunakan drum elektrik untuk memanfaatkan beragam suara yang dapat dihasilkan oleh modul drum modern, yang berkisar dari suara sampel drum asli, simbal, dan instrumen perkusi seperti gong atau genta tabung yang tidak praktis untuk dibawa ke pertunjukan kecil, hingga suara elektronik dan sintetis, termasuk suara non-instrumen seperti gelombang laut.[29]
Pengujian suara drum elektrik lebih mudah daripada drum akustik, dengan asumsi modul drum elektronik memiliki level yang telah diatur sepenuhnya oleh pemain drum kala latihan; sebaliknya, jika yang dites perangkat drum akustik, setiap suara drum dan simbal perlu dimikrofon sehingga setiap suara yang keluar harus dipantau oleh teknisi suara. Selain itu, bahkan jika semua mikrofon drum dan simbal diperiksa suaranya, teknisi suara perlu mendengarkan pemain drum memainkan groove standar, untuk memeriksa apakah keseimbangan suara instrumen drum sudah tepat. Terakhir, teknisi suara perlu mengatur mixer yang digunakan pemain drum untuk mendengar instrumen mereka serta instrumen dan vokal anggota band lainnya. Dengan hadirnya drum elektrik, banyak langkah ini dapat dipangkas.[30]
Penggunaan drum elektrik oleh para pemain drum dapat beragam, mulai dari menambahkan satu pad elektronik ke seluruh perangkat drum (misalnya, untuk mengakses instrumen yang mungkin tidak praktis, seperti gong besar), hingga menggunakan campuran drum/simbal akustik dan pad elektronik, hingga menggunakan perangkat drum akustik yang dipasangi picu, sehingga dapat digunakan untuk membunyikan drum elektrik dan suara lainnya, hingga memiliki perangkat drum elektronik sepenuhnya, yang sering kali diatur dengan pad karet atau "simbal" karet di lokasi perangkat drum yang biasa. Perangkat drum elektrik memiliki bobot ringan dan serta pengangkutannya lebih ringkas dibandingkan drum akustik, serta lebih cepat dipasang. Kekurangannya, drum elektrik mungkin tidak memiliki "rasa" yang sama seperti drum akustik, dan suara drum, meskipun berupa sampel berkualitas tinggi, mungkin tidak terdengar seperti seperti drum akustik.
Drum elektrik pada dasarnya adalah pengontrol MIDI, dan merupakan pengontrol MIDI paling banyak digunakan kedua setelah keyboard elektronik.[31]: 319–320 Pengontrol drum bisa diintegrasikan pada mesin drum, dapat berupa pad karet, atau meniru tampilan dan drum akustik. Pad yang terpasang pada mesin drum biasanya terlalu kecil dan rapuh untuk dimainkan dengan stik, sehingga biasanya dimainkan dengan jari.[32]: 88 Pad drum khusus seperti Roland Octapad atau DrumKAT dapat dimainkan dengan tangan atau stik dan sering kali dibuat menyerupai bentuk umum drum akustik. Ada juga pengontrol perkusi seperti MalletKAT bergaya vibrafon,[33]: 88–91 dan Marimba Lumina karya Don Buchla.[34]
Picu MIDI juga dapat dipasang pada drum akustik dan perkusi. Pad juga dapat dibuat sendiri menggunakan sensor piezoelektrik yang dilindungi menggunakan potongan karet busa atau pad latihan,[35] melalui dua cara:
- Picu (trigger) adalah sensor yang dapat dipasang pada komponen perangkat drum akustik. Dengan cara ini, suara drum elektrik akan dihasilkan saat dimainkan/dipukul, serta suara akustik aslinya, jika diinginkan.
- Pad picu (trigger pad) dapat dipasang bersama komponen kit lainnya. Pad tidak menghasilkan suara akustik yang diinginkan, tetapi murni digunakan untuk memicu suara elektronik dari "otak drum". Bagian-bagian ini dimainkan dengan stik drum dengan cara yang sama seperti drumset lainnya.
Modul drum atau disebut juga "otak" dengan suara drum yang diambil sampel/dimodelkan atau disintesis yang sesuai, peralatan penguat suara (sistem PA, ampli kibor, dll.), dan speaker monitor panggung diperlukan untuk mendengar suara yang dihasilkan secara elektronik.
Pad picu dapat memuat empat sensor independen, yang masing-masing mampu mengirimkan informasi yang menjelaskan waktu dan intensitas dinamis dari sebuah pukulan ke modul drum. Ada pad drum yang hanya memuat satu sensor untuk picunya, tetapi simbal karet era-2016 sering berisi dua sensor; satu untuk bagian badan simbal dan satu untuk bagian tengah simbal, dan bisa di-choke.
Meski picu lebih sering digunakan untuk mengganti drum akustik, picu juga bisa dipakai untuk mendampingi drum akustik untuk menambah atau melengkapi suara instrumen sesuai kebutuhan pertunjukan. Sebagai contoh, dalam pertunjukan langsung di ruang akustik yang sulit, picu dapat ditempatkan pada setiap drum atau simbal dan digunakan untuk memicu suara serupa pada modul drum. Suara-suara ini kemudian diperkuat melalui PA sehingga penonton dapat mendengarnya, dan suara tersebut diperkuat hingga tingkat apa pun tanpa risiko umpan balik audio atau kebocoran suara yang terkait dengan mikrofon dan sistem PA di lingkungan tertentu.
Suara drum elektrik dapat didengar oleh pemain drum dan mungkin musisi lain di dekatnya, tetapi, meskipun demikian, sistem foldback biasanya menerima suara elektronik daripada suara akustik langsung. Drum dapat diredam dan penyeteman serta kualitasnya menjadi kurang kritis dalam skenario terakhir. Dengan cara ini, sebagian besar suasana konser tetap terjaga di tempat yang besar, tetapi tanpa beberapa masalah yang terkait dengan drum yang hanya ditodong mikrofon. Picu dan sensor juga dapat digunakan bersamaan dengan mikrofon konvensional atau mikrofon bawaan. Jika beberapa komponen dalam sebuah set drum terbukti sulit dimikrofon daripada yang lain (misalnya, tom rendah yang terlalu "menggelegar"), picu dapat digunakan hanya pada instrumen yang lebih sulit tersebut, untuk menyeimbangkan suara pemain dan anggota lain dalam proses mixing.
Sebaliknya, pad picu dan drum, ketika digunakan dalam pengaturan konvensional, paling sering digunakan untuk menghasilkan suara yang tidak mungkin dihasilkan dengan perangkat drum akustik, atau setidaknya tidak dengan apa yang tersedia. Suara apa pun yang dapat diambil sampel/direkam dapat diputar saat pad dipukul, dengan menetapkan suara yang direkam ke picu tertentu. Sampel suara gonggongan anjing, sirene, pecahan kaca, dan rekaman stereo pesawat yang lepas landas dan mendarat semuanya telah digunakan. Selain suara drum yang dihasilkan secara elektronik yang lebih jelas terlihat, ada suara lain yang (tergantung pada perangkat yang digunakan) juga dapat dimainkan/dipicu oleh drum elektronik.
Drum virtual
Drum virtual adalah jenis perangkat lunak audio yang menyimulasikan suara perangkat drum menggunakan suara drumset sintetis atau sampel digital dari suara drum akustik. Berbagai produk perangkat lunak drum menawarkan fungsi perekaman, kemampuan untuk memilih dari beberapa set drum dengan karakteristik akustik yang berbeda (misalnya, jazz, rock, metal), serta opsi untuk menggabungkan berbagai lagu ke dalam sesi. Beberapa perangkat lunak komputer dapat mengubah permukaan keras apa pun menjadi perangkat drum virtual hanya dengan menggunakan satu mikrofon.
Perangkat keras
Perangkat keras (hardware) adalah sebutan untuk penyangga logam yang menopang drum, simbal, dan instrumen perkusi lainnya. Secara umum, istilah ini juga mencakup pedal hi-hat dan pedalnya, pedal drum bass, dan kursi drum.
Perangkat keras ini dapat dengan mudah disimpan di dalam kotak penyimpanan dan dibawa bersama dengan stik dan aksesori lainnya yang meliputi:
- Tiang simbal
- Tiang hi-hat
- Kaki floor tom
- Lengan tom-tom
- Rancakan snare drum
- Pedal bass drum
- Kunci drum
- Suku cadang dan aksesori lain seperti ring, selongsong simbal, kawat snare, batang pengencang, dll.
Kadang rancakan drum dapat digantikan dengan rak atau bingkai yang bisa dipakai untuk menyangga drum berukuran besar.
Saat hendak manggung, pemain drum sering kali memasang sendiri perangkat keras drum mereka dan menyesuaikannya dengan tingkat kenyamanan mereka. Band-band besar yang sedang tur biasanya memiliki teknisi drum yang paham cara mengatur perangkat keras dan instrumen di lokasi dan konfigurasi yang diinginkan.
Konfigurasi umum

Drumset biasanya digolongkan berdasarkan jumlah drum, tanpa menghitung simbal dan instrumen lainnya. Snare drum, tom-tom, dan bass drum selalu dihitung; drum lain, seperti octoban, bisa dihitung bisa juga tidak.[36]
Secara tradisional, di Amerika dan Britania Raya, ukuran drum dinyatakan sebagai panjang urung x diameter, keduanya diukur dalam inci. Banyak produsen perangkat drum baru-baru ini menyatakan ukuran sebagai diameter x panjang urung, juga dalam inci. Sebagai contoh, hanging tom berdiameter 12 inci dan panjang urung 8 inci akan digambarkan oleh Tama sebagai 8 inci × 12 inci, tetapi oleh Pearl sebagai 12 inci × 8 inci, dan snare drum Ludwig berdiameter standar dengan panjang urung 5 inci adalah instrumen 5 inci × 14 inci, sementara Premier dari Inggris menawarkan dimensi yang sama sebagai snare 14 inci × 5 inci. Ukuran drum dan simbal yang tercantum di bawah ini adalah ukuran standar. Banyak instrumen yang sedikit atau sangat berbeda dari instrumen-instrumen tersebut. Jika ukuran tidak disebutkan, itu karena terlalu banyak variasi sehingga sulit untuk memberikan ukuran standar.
Tiga drum
Drumset tiga drum terdiri dari bass drum, snare drum (diameter 14 inci), hi-hat (12–14 inci), tom-tom (12 x 8-9 inci), dan simbal gantung 14–18 inci, dengan dua instrumen terakhir yang disebutkan, dipasang pada bass drum. Drumset ini banyak digunakan pada tahun 1950-an dan 1960-an.[37]
Konfigurasi ini banyak diadopsi untuk drum anak.[butuh rujukan]
Empat drum
Drumset empat drum menambahkan tom kedua yang terpasang (salah satu pengguna terkenal adalah Chris Frantz dari Talking Heads) yang menggantikan posisi simbal. Diameter drum ini 10 inci dan panjang urung 8 inci, atau diameter 13 inci dan satu inci lebih panjang urungnya daripada tom berdiameter 12 inci. Jika tidak, tom berdiameter 14 inci ditambahkan ke tom 12 inci, keduanya memiliki panjang urung 8 inci. Bagaimanapun, kedua tom paling sering dipasang pada bass drum dengan tom yang lebih kecil di dekat hi-hat (yang berada di sebelah kiri untuk pemain drum tangan kanan).

Bahkan ditambahkan pula simbal lain, sehingga ada simbal ride dan crash yang terpisah, baik pada dua tiang, atau dengan simbal ride dipasang pada bass drum di sebelah kanan pemain dan simbal crash pada tiang terpisah. Simbal crash memiliki diameter 16 inci, dan ride 18–20 inci (20 inci adalah yang paling umum).
Drumset ini banyak dipakai pada ruang kecil dan terbatas, seperti kedai kopi, kafe, ruang makan hotel, dan pub.
Empat drum dengan floor tom

Bila floor tom ditambahkan untuk mengganti tom-tom di atas drum, floor tom biasanya berukuran 14 inci untuk jazz, dan 16 inci untuk genre lainnya. Di luar jazz, drumset empat drum banyak digunakan dalam musik rock, pop, dan rhythm and blues. Selain itu, drumset jenis ini banyak digunakan oleh pemula dan sekolah-sekolah/kursus musik.
Drummer terkenal yang banyak menggunakan konfigurasi ini di antaranya Ringo Starr dari The Beatles, Mitch Mitchell dari Jimi Hendrix Experience, John Barbata dari The Turtles, dan banyak pemain drum jazz sepanjang abad ke-20 termasuk Art Blakey, Buddy Rich, dan Jo Jones. Untuk musik jazz, yang biasanya menekankan penggunaan ride cymbal untuk pola swing, ketiadaan tom kedua di atas bass drum pada drumset empat drum memungkinkan simbal diposisikan lebih dekat ke drummer sehingga lebih mudah dimainkan.
Lima drum

Drumset lima drum biasa dikenal sebagai drumset ukuran penuh dan banyak digunakan di genre populer seperti pop, rock, jazz fusion, dan musik elektronik. Hal ini dapat dilakukan dengan menambah satu tom lagi ke drumset empat drum, sehingga menjadi tiga tom secara keseluruhan. Tom ini dapat berukuran 14 inci, baik floor tom kedua, atau hanging tom di atas bass drum; secara umum ketiga ukuran tersebut meliputi 10 inci, 12 inci, dan 14 inci. Tiga tom memungkinkan nada tinggi, menengah, dan rendah, yang memberi mereka lebih banyak pilihan untuk fill-in, solo, dan break.
Bisa juga menggunakan hanging tom berukuran 12" dan 13", maupun hanging tom 14", floor tom 14", atau floor tom 16". Juga ada hanging tom 10" dan 12", dengan floor tom 16". Konfigurasi ini sering disebut sebagai pengaturan hibrida.[38] Bass drum paling umum berdiameter 22 inci, tetapi drum rock mungkin menggunakan 24 inci, fusion 20 inci, jazz 18 inci, dan, pada band yang lebih besar, hingga 26 inci. Ada juga drum dengan dua simbal crash, biasanya satu atau dua inci lebih besar atau lebih kecil daripada 16", dengan yang lebih besar di sebelah kanan untuk drummer kidal. Seorang drummer big band mungkin menggunakan simbal crash hingga 20 inci dan simbal ride hingga 24 inci atau, sangat jarang, 26 inci. Drumset rock juga dapat menggunakan simbal ride yang lebih besar atau hi-hat yang lebih besar, biasanya 22 inci untuk ride dan 15 inci untuk hi-hat.
Sebagian besar drumset lima drum, kecuali untuk pemula, juga memiliki satu atau lebih simbal efek. Menambahkan simbal di luar konfigurasi dasar dapat memerlukan lebih banyak tiang. Oleh karena itu, drumset dapat dijual dengan minim atau tanpa perangkat keras sama sekali, agar pemain drum profesional dapat bebas memilih tiang dan pedal bass drum yang mereka sukai. Di sisi lain, banyak perangkat drum murah untuk pemula dijual sebagai paket lengkap dengan dua tiang simbal, biasanya satu tiang lurus dan satu tiang condong, dan bahkan dilengkapi dengan paket simbal standar, kursi, dan sepasang stik drum 5A. Pada tahun 2010-an, perangkat drum digital sering ditawarkan dalam paket drumset lima drum, biasanya dengan satu picu simbal crash plastik dan satu picu simbal ride. Drum elektronik dirancang tidak menghasilkan suara akustik apa pun selain hantaman lemah stik pada permukaan plastik atau karet. Pad picunya terhubung ke modul penyintesis atau sampler.
Kit kecil

Jika tom-tom dicopot sepenuhnya, atau bass drum diganti dengan pedal yang memukul tebokan floor tom tanpa hanging tom, hasilnya adalah drumset dua drum, yang awalnya dikembangkan agar ringkas saat manggung di bar. Perangkat drum semacam ini sangat disukai dalam genre musik seperti trad jazz, bebop, rockabilly, dan jump blues. Beberapa drumset rockabilly dan pemula tidak menyertakan rancakan hi-hat. Bahkan dalam musik rockabilly, pemain drum bisa bermain sambil berdiri, bukan duduk. Satu set drum jazz yang sangat sederhana untuk sesi jamming informal atau amatir terdiri dari bass drum, snare drum, dan hi-hat, seringkali hanya dengan satu simbal (biasanya ride, dengan atau tanpa sizzler).
Meskipun drumset ini kecil dari jumlah drum, drum itu sendiri biasanya berukuran normal, atau bahkan lebih besar jika menggunakan bass drum. Drumset kecil baik dalam konfigurasi sederhana atau banyak, ditujukan untuk penggunaan khusus, seperti drumset butik yang dirancang ringkas, drumset yang tidak memerlukan ruang luas seperti kedai kopi, drumset yang bisa dibawa ke mana-mana, dan drumse anak-anak. Drum kecil juga cenderung lebih senyap, sehingga cocok untuk ruang kecil, dan banyak dari perangkat drum ini melengkapinya dengan peredam tambahan, yang memungkinkan latihan yang tenang atau bahkan minim suara.
Kit lanjutan
Beberapa alat musik tambahan yang bisa dipasang bersama drum antara lain:
- Simbal efek, khususnya simbal splash dan simbal china. Keduanya banyak digunakan dalam gaya musik jazz fusion dan jazz Latin.
- Drum bass ganda atau pedal bass ganda, standar untuk musik heavy metal.
- Tambahan tom-tom dan simbal crash, memungkinkan variasi yang lebih luas untuk solo drum atau jeda.
- Simbal crash/ride.
- Floor tom kedua, ukurannya lebih besar atau lebih kecil dari yang pertama
- Octoban dan timbales
- Hi-hat kedua yang dipasang dengan kabel.
- Tumpukan simbal, terutama umum dalam musik heavy metal dan progressive rock.
- Berbagai jenis gong
- Turunan simbal ride seperti simbal sizzle, yang lebih tipis dan lebih besar daripada simbal ride utama, dulunya umum digunakan sebagai simbal ride kedua atau crash/ride, bahkan dalam drumset empat drum, tetapi sekarang sudah jarang (namun, pemain drum jazz mungkin masih memiliki dua atau lebih simbal ride, bahkan sebagai bagian dari set drum kecil).
- Modul suara elektronik tambahan atau sequencer, yang umum digunakan pada genre elektronik seperti pop elektro dan hip-hop.
Alat musik tambahan serbaguna lainnya yang semakin umum adalah penggunaan beberapa drum elektronik dalam perangkat drum yang sebagian besar akustik.
Alat musik tambahan yang jarang digunakan:
- Lebih dari satu snare drum dalam satu set. Satu snare yang disebut side snare biasanya ditempatkan di sebelah kiri pemain drum (berseberangan dengan floor tom dan di sebelah kiri hi-hat). Side snare dipakai jika memerlukan suara tambahan dan berbeda. Umumnya hanya satu side snare yang digunakan dalam satu set drum, itupun jika ada.
- Satu drumset dengan lebih dari satu bass drum
- Gong drum (bass drum dengan satu tebokan yang dipukul dengan stik atau pemukul)
- Gong, yang sudah dilaras atau belum.
- Alat musik perkusi efek suara, seperti pelat guntur (thunder sheet), barchime, atau rainstick
- Satu atau lebih crotale
- Perkusi orkestra seperti timpani.
- Perkusi kirab irama, seperti bass drum yang disetem
Aksesori
Stik

Stik secara tradisional terbuat dari kayu, tetapi belakangan ini, logam, serat karbon, dan bahan lainnya juga telah digunakan untuk pembuatan stik. Stik kayu pada dasarnya dirancang untuk digunakan dengan snare drum, dan dioptimalkan untuk memainkan rudiment. Stik drum tersedia dalam berbagai bobot dan desain ujung; 7N adalah stik jazz umum dengan ujung nilon, sedangkan 5B adalah stik dengan ujung kayu yang umum, lebih berat daripada 7N tetapi dengan profil yang serupa, dan merupakan standar umum untuk pemula. Angka berkisar dari 1 (terberat) hingga 10 (teringan).
Makna huruf dan angka tersebut bervariasi, dan beberapa stik drum bahkan tidak dijelaskan menggunakan sistem ini sama sekali, misalnya Smooth Jazz (biasanya 7N atau 9N) atau Speed Rock (biasanya 2B atau 3B) misalnya. Banyak pemain drum terkenal mendukung pembuatan stik drum sesuai preferensi mereka dan dijual dengan merek dagang mereka.
Selain stik, pemain drum juga dapat menggunakan sikat kawat atau kuas dalam musik jazz dan musik lembut. Lebih jarang lagi, pemukul lain seperti cartwheel mallet dapat digunakan. Banyak pemain drum rock yang sengaja menggunakan pangkal stik untuk menghasilkan suara yang lebih keras; beberapa produsen bahkan membuat stik tanpa ujung dengan dua ujung pangkal.
Tas stik drum adalah cara standar bagi seorang drummer untuk membawa stik drum ke konser. Untuk memudahkan akses, tas stik drum biasanya dipasang di sisi floor tom, tepat dalam jangkauan tangan kanan drummer, untuk drummer yang menggunakan tangan kanan.
Peredam
Peredam suara drum digunakan agar mengurangi resonansi, frekuensi overtone yang menggelegar, atau kuat suara snare, bass, atau tom. Mengontrol resonansi berguna baik di studio maupun saat manggung ketika frekuensi yang tidak diinginkan dapat bentrok dengan instrumen lain dalam proses mixing. Terdapat perangkat peredam suara internal dan eksternal yang masing-masing terletak di bagian dalam atau luar tebokan drum. Jenis peredam suara yang umum meliputi cincin peredam, gel dan selotip, serta metode improvisasi, seperti menempatkan dompet di dekat pinggiran tebokan. Beberapa pemain drum meredam suara drum dengan menaruh kain atau handuk di atas permukaan drum.
Peredaman suara drum sering dikaitkan dengan upacara pemakaman tokoh-tokoh besar, seperti pemakaman Ratu Victoria dan John F. Kennedy.[39] Penggunaan peredam drum telah ditulis oleh para penyair seperti Henry Wadsworth Longfellow, John Mayne, dan Theodore O'Hara.[40][41] Drum juga telah digunakan untuk tujuan terapi dan pembelajaran, misalnya ketika seorang pemain berpengalaman duduk bersama sejumlah siswa dan pada akhir sesi membuat mereka semua rileks dan memainkan irama yang kompleks.[42]
Penyimpanan stik
Terdapat berbagai jenis aksesori tempat penyimpanan stik, mulai dari tas hingga sarung yang dapat dipasang pada drum.
Sizzler

Sizzler adalah rantai logam yang digantung melintang di atas simbal, menghasilkan suara gemerincing yang khas saat simbal dipukul Menggunakan sizzler adalah alternatif yang tidak merusak dibandingkan dengan melubangi simbal dan memasang paku keling logam di lubang tersebut. Keuntungannya juga lebih mudah dilepas, sehingga simbal dapat dengan mudah dikembalikan ke suara aslinya.
Sizzler memiliki lengan yang dapat diputar sehingga rantai dapat dengan cepat diturunkan atau diangkat dari simbal, memungkinkan efek tersebut digunakan untuk beberapa lagu dan dihilangkan untuk lagu lainnya.
Wadah penyimpanan
Tiga jenis wadah penyimpanan untuk drumset:
- Tas drum dari kain yang kuat seperti cordura atau dari vinil. Pelindung ini memberikan perlindungan minimal dari benturan dan guncangan, tetapi melindungi drum dan simbal dari curah hujan. Tas-tas ini lebih cocok untuk pengangkutan pribadi ke pertunjukan atau rekaman lokal. Bahkan wadah jenis ini adalah satu-satunya pilihan terjangkau bagi pemula.
- Kopor drum dengan konstruksi yang mirip dengan kopor biasa, umumnya terbuat dari komposit serat. Tas ini memberikan perlindungan lebih baik dari benturan dibandingkan tas kain.
- Kotak pelindung khusus digunakan bagi drummer profesional yang melakukan tur konser.
Seperti halnya semua alat musik, perlindungan yang bagus adalah paduan kopor keras dengan busa/bantalan empuk di dalamnya.
Mikrofon

Mikrofon digunakan untuk menangkap suara drum dan simbal saat proses merekam atau memperdengarkan suara melalui sistem PA atau sistem penguat suara . Meskipun sebagian besar pemain drum menggunakan mikrofon dan penguat suara dalam pertunjukan langsung, yang memerlukan keterlibatan teknisi suara dalam menyesuaikan kuat suara drum dan simbal, beberapa musikus yang memainkan genre musik yang lebih tenang dan di tempat-tempat kecil, seperti kedai kopi, bermain secara akustik, tanpa mikrofon atau penguat suara PA. Grup jazz kecil, seperti kuartet jazz atau trio orgel yang bermain di bar kecil, seringkali hanya menggunakan drum akustik. Tentu saja, jika grup jazz kecil yang sama bermain di panggung utama festival jazz besar, drum akan dimikrofon sehingga dapat disesuaikan dalam campuran sistem suara. Pendekatan jalan tengah digunakan oleh beberapa band yang bermain di tempat-tempat kecil: mereka tidak memasang mikrofon pada setiap drum dan simbal, tetapi hanya pada instrumen yang ingin dikendalikan oleh teknisi suara dalam proses mixing, seperti bass drum dan snare
Mikrofon dinamis biasanya digunakan untuk merekam suara drum dari jarak dekat, yang merupakan cara umum untuk merekam suara drum dalam konser. Mikrofon kondensor seperti mikrofon overhead dan mikrofon dalam ruang, sering digunakan dalam proses merekam. Pemasangan mikrofon dapat dilakukan dengan menggunakan tiang atau menggunakan penjepit mikrofon pada blengker drum. Untuk tom-tom yang tidak memiliki tebokan resonansi, mikrofon dapat ditempatkan di dalam drum.[43]
Pemain drum di beberapa gaya musik menggunakan efek elektronik pada drum, seperti noise gate yang otomatis mematikan mikrofon ketika sinyal berada di bawah ambang batas volume tertentu. Hal ini memungkinkan teknisi suara untuk menggunakan volume keseluruhan yang lebih tinggi untuk perangkat drum dengan mengurangi jumlah mikrofon "aktif" yang dapat menghasilkan umpan balik yang tidak diinginkan pada waktu tertentu. Ketika seluruh perangkat drum dimikrofon dan didengar melalui pengeras suara, pemain drum atau teknisi suara dapat menambahkan efek elektronik lainnya pada suara drum, seperti reverb atau delay.
Monitor
Pemain drum yang menggunakan drum elektrik, mesin drum, atau hibrida elektrik-akustik biasanya menggunakan monitor pengeras suara, ampli kibor, atau bahkan sistem PA untuk mendengar suara drum elektrik. Bahkan pemain drum akustik sepenuhnya pun mungkin menggunakan monitor pengeras suara untuk mendengar suara drum, terutama jika bermain di grup musik rock atau metal yang keras, dengan volume gitar yang keras dan bertenaga. Pemain drum sering diberi kabinet speaker besar dengan subwoofer 15 inci untuk membantu mereka memantau suara bass drum mereka (bersama dengan full-range speaker monitor untuk mendengar bagian lain dari perangkat drum mereka). Para teknisi suara dan pemain drum lebih suka menggunakan sistem getaran elektronik, yang secara umum dikenal sebagai butt shaker atau throne thumper untuk memantau bass drum, karena dapat menurunkan volume panggung. Dengan butt shaker, "dentuman" setiap pukulan bass drum menyebabkan getaran pada bangku drum; dengan cara ini pemain drum merasakan ketukan bass drum tanpa perlu mendengarnya.
In-ear monitor juga populer di kalangan pemain drum karena juga berfungsi sebagai penutup telinga.
Perlengkapan drum bass
Sejumlah aksesori dirancang untuk bass drum. Bass drum dapat memanfaatkan desain bass reflex, guna meningkatkan respons bass pada frekuensi terendah. Tambalan pada tebokan bass drum melindungi permukaan drum dari benturan pemukul. Bantalan bass drum adalah kantong kain berisi busa yang dapat digunakan untuk mengubah nada atau resonansi bass drum. Alternatif murah daripada menggunakan bantal khusus untuk bass drum adalah kantong tidur bekas.
Sarung tangan
Beberapa pemain drum mengenakan sarung tangan untuk meningkatkan cengkeraman mereka pada stik saat bermain. Sarung tangan drum seringkali memiliki permukaan pegangan bertekstur yang terbuat dari bahan sintetis atau karet, serta jaring atau ventilasi pada bagian sarung tangan yang tidak digunakan untuk memegang stik, guna mengeluarkan keringat. Beberapa pemain drum mengenakan sarung tangan untuk mencegah lecet.
Sekat drum
Beberapa situasi maupun gaya musik—seperti kelab musik country atau gereja, ruang pertunjukan kecil, atau saat rekaman langsung sedang dilakukan—pemain drum dapat menggunakan sekat yang terbuat dari Perspex atau Plexiglas untuk meredam volume drum di atas panggung. Dalam aplikasi tata suara langsung, sekat drum digunakan agar teknisi audio dapat lebih mengontrol volume drum yang didengar penonton melalui sistem PA, atau untuk mengurangi volume drum secara keseluruhan, sebagai cara untuk mengurangi volume band secara keseluruhan. Di beberapa studio rekaman, sekat busa dan kain digunakan sebagai tambahan, atau sebagai pengganti, panel transparan. Kelemahan dari sekat busa/kain adalah pemain drum tidak dapat melihat pemain lain, produser rekaman, atau teknisi audio dengan jelas.
Karpet
Para pemain drum sering membawa karpet, tikar, atau permadani ke tempat pertunjukan untuk mencegah bass drum dan rancakan hi-hat bergerak maju atau mundur, yang dapat disebabkan oleh injakan pedal. Karpet juga mengurangi gema pendek (yang umumnya menguntungkan tetapi tidak selalu) serta membantu mencegah lantai pecah atau retak-retak. Saat manggung, sudah umum bagi para pemain drum untuk menandai lokasi pedal dan rancakan hi-hat/snare drum/simbal dengan selotip, agar memudahkan penempatan drumset ke posisi yang biasa digunakan oleh pemain drum. Rancakan hi-hat dan kaki bass drum umumnya memiliki paku yang mudah ditarik, untuk membantu mencengkeram permukaan seperti karpet, atau kaki karet, agar tetap diam di permukaan yang keras.
Peralatan latihan
Untuk berlatih, metronom digunakan untuk menstabilkan tempo bermusik. Bantalan peredam drum dapat digunakan untuk mengurangi volume suara drum selama latihan. Pad latihan (practice pad) sering digunakan untuk latihan yang hampir tanpa suara dengan stik drum.[44] Satu set practice pad yang dipasang untuk menyimulasikan seluruh perangkat drum dikenal sebagai practice kit. Pada tahun 2010-an, bentuk-bentuk semacam ini sebagian besar telah digantikan oleh drum elektrik, yang dapat didengarkan dengan headphone untuk latihan yang tenang dan oleh perangkat drum dengan mesh head yang tidak berbunyi.[45]
Peralatan penyeteman

Untuk menyetem dan menyesuaikan perangkat keras drum, pemain drum menggunakan berbagai jenis kunci drum.[46]
Notasi dan improvisasi
Musik dengan drumset dapat dituliskan sebagai sebuah notasi musik, serta dipelajari dan dimainkan dengan pendengaran, diimprovisasi, atau kombinasi dari ketiga metode tersebut.[47] Para pemain drum profesional yang berprofesi sebagai musisi sesi dan pemain drum big band seringkali harus membaca partitur drum. Bagian drum paling umum ditulis pada paranada lima baris standar. Kunci (clef) khusus umumnya digunakan, sedangkan sebelumnya kunci F yang digunakan. Namun, meskipun kunci F digunakan atau tidak digunakan sama sekali, setiap baris mewakili satu instrumen, bukan tangga nada. Notasi drum tidak pernah sepenuhnya terstandardisasi, sehingga seringkali 'kunci' atau 'legenda' disediakan di awal buku atau karya.[48] Dalam musik jazz, musik tradisional, musik folk, musik rock, dan musik pop, biasanya pemain drum akan mempelajari lagu dengan mendengarkan rekaman, lalu berimprovisasi. Tingkat improvisasi berbeda-beda di antara berbagai gaya. Para pemain drum jazz dan jazz fusion mungkin memiliki solo improvisasi yang panjang di setiap lagu. Dalam musik rock dan blues, terdapat juga solo drum di beberapa lagu, meskipun cenderung lebih pendek daripada solo drum dalam musik jazz. Para pemain drum dalam semua gaya musik populer dan tradisional diharapkan mampu berimprovisasi mengiringi lagu, setelah diberi tahu genre atau gayanya (misalnya, shuffle, balada, blues).
Teknik merekam
Pada media perekaman awal (hingga tahun 1925),[49] seperti piringan hitam, upaya penyeimbangan bunyi mengharuskan pemusik harus direkam dari balik ruangan.[49] Drum diletakkan jauh dari transduser mekanik atau corong mekanis untuk mengurangi distorsi.
Pada 2020-an, dengan adanya teknologi multitrack, trek drum dalam banyak gaya musik populer sering direkam terpisah dari instrumen dan penyanyi lainnya. Begitu drum selesai direkam, instrumen lain (gitar, piano, dll.), dan kemudian vokal, ditambahkan. Untuk memastikan tempo drum tetap konsisten, pemain drum biasanya bermain mengikuti metronom atau click track melalui headphone. Kemampuan untuk bermain secara akurat mengikuti metronom telah menjadi keterampilan penting bagi para pemain drum profesional.
Produsen drum
Produsen yang menggunakan gaya tradisional Amerika dalam katalog mereka meliputi ddrum, Camco, Drum Workshop, Gretsch Drums, Ludwig Drums, Slingerland Drum Company, dan Tama Drums. Sementara itu, produsen yang menggunakan gaya Eropa terkait diameter dan panjang urungnya meliputi Brady Drum Company, Mapex, Meinl, Pearl, Premier Percussion, Roger Drums, Sonor, dan Yamaha.
Lihat pula
Orang
Gaya dan teknik
Lain
Catatan kaki
Referensi
- ↑ Macdonald, Ronan (Agustus 22, 2025). "Every effort should be made to accommodate one if possible": Is an acoustic or an electronic drum kit better for beginners?". MusicRadar. Future plc.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Strain, James Allen (2017). A Dictionary for the Modern Percussionist and Drummer. Lanham, MD: Rowman & Littlefield. hlm. 62–63. ISBN 978-0-8108-8693-3. OCLC 974035735.
- ↑ Nicholls, Geoff (2003). The Drum Handbook: Buying, Maintaining and Getting the Best from Your Drum Kit. San Francisco, CA: Backbeat Books. hlm. 16. ISBN 978-1-4768-5225-6. OCLC 1084269003.
- ↑ "Classic: The Birth Of Bass Drum Pedals". DRUM! Magazine (dalam bahasa American English). 2012-06-08. Diakses tanggal 2022-11-03.
- ↑ Britt, Dan (2018). A History of the American Drum Kit. Oxford University Press. hlm. 74–75.
- ↑ Porter/Hull man/Hazel (1993). Jazz – From its Origins to the Present, p. 18. ISBN0-13-512195-7.
- 1 2 Nichols, Geoff (1997). The Drum Book: The History of the Rock Drum Kit. London: Balafon Books. hlm. 8–12. ISBN 0879304766.
- ↑ Pinksterboer, Hugo (1992). The Cymbal Book. Hal Leonard Corporation. hlm. 15–17. ISBN 978-0793508693.
- ↑ Cohan, Jon (1995). Star sets: Drum Kits of the Great Drummers. Milwaukee, Wisconsin: Hal Leonard. ISBN 0-7935-3489-5.
- ↑ Information on Dodds is found in his own contemporary journals/biography "The Baby Dodds Story" – Louisiana State University Press, 1992, and from a contemporary witness – drummer George Wettling, who confirms that Dodds was the first drummer to keep the now-famous broken-triplet beat that became the standard pulse/roll of what we call ride cymbal playing.
- ↑ pp. 8–9, Jon Cohan's- "Star Sets"- Wording, see page nine; paragraphs 1–4. Further: see the Percussive Arts Society, 'Hall of Fame' Article, by Rick Mattingly].
- ↑ Sheridan, Chris (2002). Kernfeld, Barry (ed.). The New Grove Dictionary of Jazz. Vol. 3 (Edisi 2). New York: Grove's Dictionaries. hlm. 373. ISBN 1-56159-284-6.
- ↑ LeBlanc, Jason (2018-01-30). "A Quick History of the Drum Machine, from the 1980s to Today". Funktasy (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-11-03.
- ↑ Brown, Nate. "What is a Drum Fill, Really?". OnlineDrummer.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-02-22.
- ↑ "Steve Smith on the Art & History of Drum Soloing". DRUM! Magazine (dalam bahasa American English). 2011-02-09. Diakses tanggal 2019-02-22.
- ↑ says, Brant David (2014-02-11). "A History of the Drum Solo". A Journal of Musical Things (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-02-22.
- ↑ "Drum Solos: A Brief History… And Can You Keep It Down A Bit?". Professional Moron (dalam bahasa Inggris). 2015-11-01. Diakses tanggal 2019-02-22.
- ↑ Sweeney, Pete (2004). Beginning Drumset: Complete Drumset Method. Van Nuys, CA: Alfred Music. hlm. 12. ISBN 978-0-739034-74-3. OCLC 655164352.
- ↑ "A History and Analysis of Jazz". www.scribd.com. Diakses tanggal 2026-03-27.
- ↑ "Grip (percussion)", Wikipedia (dalam bahasa Inggris), 2026-03-04, diakses tanggal 2026-04-04
- ↑ Mattingly, Rick (2006). All About Drums: A Fun and Simple Guide to Playing Drums. Milwaukee, WI: Hal Leonard. hlm. 5. ISBN 978-1-423408-18-5. OCLC 1150827839.
- ↑ Remnant, M. (1989). Musical instruments. (pp. 159–174). London: B.T. Batsford Ltd
- ↑ "Warren 'Baby' Dodds". The Percussive Arts Society. Diarsipkan dari asli tanggal 27 September 2011. Diakses tanggal 21 November 2011. Dodds' way of playing press rolls ultimately evolved into the standard jazz ride-cymbal pattern. Whereas many drummers would play very short press rolls on the backbeats, Dodds would start his rolls on the backbeats but extend each one to the following beat, providing a smoother time flow.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Ringo´s cymbal sound". Steve Hoffman Music Forums (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-02-22.
- ↑ "Birth of the Modern Hi-Hat". DRUM! Magazine (dalam bahasa American English). 2013-05-16. Diakses tanggal 2019-02-22.
- ↑ Vetter, Roger. "hi-hat cymbals". Grinnell College Musical Instrument Collection. Diakses tanggal 9 Juli 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "The Evolution of the China Cymbal". reverb.com (dalam bahasa Inggris). 11 Januari 2017. Diakses tanggal 2019-02-22.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Question: What is a cymbal stack? - Find the answer here!". CymbalONE.COM (dalam bahasa Dansk). Diakses tanggal 2026-04-29.
- ↑ "The History of Electronic Drum Sets – 1960s to the 2010s". Electronic Drum Advisor (dalam bahasa American English). 2017-11-18. Diakses tanggal 2019-02-22.
- ↑ "Brief History of Electronic Drums – Part 1". The Electric Drum (dalam bahasa Inggris). 2015-07-10. Diakses tanggal 2019-02-22.
- ↑ Manning, Peter. Electronic and Computer Music. 1985. Oxford: Oxford University Press, 1994. [tanpa ISBN]
- ↑ Huber, David Miles. "The MIDI Manual". Carmel, Indiana: SAMS, 1991.
- ↑ Huber, David Miles. "The MIDI Manual". Carmel, Indiana: SAMS, 1991.
- ↑ ""Marimba Lumina Described". buchla.com. n.p. n.d. Web". Buchla.com. Diarsipkan dari asli tanggal 1 November 2012. Diakses tanggal 2012-11-27.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ White, Paul. "DIY Drum Pads and Pedal Triggers Diarsipkan 3 Maret 2016 di Wayback Machine". Sound on Sound SOS Publications. Aug 1995. Print.
- ↑ Peckman (2007), p. 31.
- ↑ "Vintage Olympic – a unique online history of Olympic drums". vintageolympic.co.uk. Diakses tanggal 2019-02-22.
- ↑ Steve Weiss Music "Drum Sets | Steve Weiss Music". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 April 2012. Diakses tanggal 2012-05-10.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) 5/10/2012 - ↑ "Funeral of Queen Victoria – British Pathé". Britishpathe.com. 2010-07-18. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 Juli 2014. Diakses tanggal 2014-07-28.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Longfellow's "A Psalm of Life"". Blupete.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 Januari 2018. Diakses tanggal 2014-07-28.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "1805.4 – "The Muffled Drum" | Romantic Circles". Rc.umd.edu. September 2004. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Mei 2014. Diakses tanggal 2014-07-28.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Ryan, A. (n.d.). Learning to play the drum: an experiential. 43(4), 435–444.
- ↑ "Recording Drums". Sound on Sound. Diakses tanggal 2026-04-04.
- ↑ "Practice Pad | Learn To Use A Practice Pad Effectively". rockdrummingsystem.com. Diakses tanggal 2019-02-22.
- ↑ "Electronic Drums Market Insight, Size, Forecast to 2024". psmarketresearch.com. Diakses tanggal 2019-02-22.
- ↑ "Vintage Snare Drums online Ludwig, Slingerland, Leedy, Camco, Gretsch, Sonor". vintagedrumguide.com. Diakses tanggal 2019-02-22.
- ↑ "Drum Notation Guide". DRUM! Magazine (dalam bahasa American English). 2009-08-18. Diakses tanggal 2019-02-22.
- ↑ "How To Read Drum Music (For Beginners) - Drumeo Beat". Free Online Drum Magazine | The Drumeo Beat (dalam bahasa Inggris). 2021-08-25. Diakses tanggal 2026-04-04.
- 1 2 Porter/Hullman/Hazel (1993). Jazz – From its Origins to the Present, p. 44. ISBN0-13-512195-7.
Pranala luar
- " Sejarah Drum Set " bersama Daniel Glass di YouTube
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |
