Jumat, 09 Oktober 2026
19:28 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Dragon Lady

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Dragon Lady (disambiguasi).

Dragon Lady biasanya adalah stereotipe wanita Asia Timur dan terkadang Asia Selatan sebagai wanita yang kuat, culas, mendominasi, atau misterius.[1] Asal muasal dan penggunaan istilah tersebut adalah orang Barat, bukan Tionghoa. Terinspirasi dari karakter yang diperankan oleh aktris Anna May Wong,[2] istilah tersebut datang dari peran perempuan jahat dalam strip komik Terry and the Pirates.[1][2] Sejak itu, istilah tersebut ditujukan kepada wanita orang Asia Asia berkuasa dan sejumlah aktris film ras Asia. Stereotip tersebut telah menggelembung dalam jumlah besar pada kesusastraan sosiologi. "Dragon Lady" terkadang ditujukan kepada orang-orang yang hidup sebelum istilah tersebut menjadi bagian dari slang Amerika pada 1930an. Istilah tersebut juga merujuk kepada orang berkuasa manapun selain wanita, biasanya dalam ejekan mode.

Catatan dan referensi

  1. 1 2 Herbst, Philip (1997). The color of words: An encyclopaedic dictionary of ethnic bias in the United States. Intercultural Press. hlm. 72. ISBN 978-1-877864-97-1.
  2. 1 2 Prasso, Sheridan (2006). "Hollywood, Burbank, and the Resulting Imaginings". The Asian Mystique: Dragon Ladies, Geisha Girls, and Our Fantasies of the Exotic Orient (Edisi Illustrated). PublicAffairs. hlm. 77–83. ISBN 978-1-58648-394-4.

Bacaan tambahan

Daftar pustaka Milton Caniff tambahan

  • Abrams, Harry N. (1978). Smithsonian Collection of Newspaper Comics. Washington: Smithsonian Institution. ISBN 978-0-8109-1612-8.
  • Caniff, Milton Arthur (1975). Enter the Dragon Lady: From the 1936 classic newspaper adventure strip (The Golden age of the comics). Escondido, California: Nostalgia Press. ASIN: B0006CUOBW.
  • Caniff, Milton Arthur (2007). The Complete Terry And The Pirates. San Diego, California: IDW (Idea and Design Works). ISBN 978-1-60010-100-7.
  • Harvey, Robert C. and Milton Caniff (2002). Milton Caniff: Conversations. Conversations with Comic Artists. Jackson, Miss.: University Press of Mississippi. ISBN 978-1-57806-438-0.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan