Rabu, 21 Oktober 2026
16:09 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Douglas Aircraft Company

Douglas Aircraft Company

perusahaan asal Amerika Serikat

Bagikan:
Douglas Aircraft Company
250px-Douglas_Aircraft_Company_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dibubarkan1967
Status akhirMerger dengan McDonnell Aircraft Corporation
PenerusMcDonnell Douglas

Douglas Aircraft Company adalah perusahaan penerbangan yang didirikan oleh Donald Wills Douglas, Sr. pada Juli 1921 . Perusahaan ini telah mengeluarkan seri pesawat berawalan "DC" yang terkenal dalam industri penerbangan Amerika Serikat. Produksi pesawatnya meliputi pasar pesawat komersial dan militer di mana pesawat-pesawat militernya banyak digunakan dalam perang dunia kedua.

Pada tahun 1967, Perusahaan ini berusaha untuk memenuhi permintaan untuk DC-8 dan DC-9 tetapi operasinya diselubungi masalah keuangan dan kualitas produksinya. Ini membuat Douglas terpaksa bersatu dengan McDonnell Aircraft Corporation membentuk McDonnell Douglas . Kemudian, pada tahun 1997, McDonnell Douglas diakuisisi Boeing.

Sejarah

1920an

Douglas Aircraft Company didirikan oleh Donald Wills Douglas, Sr. pada tanggal 22 Juli 1921 di Santa Monica, California, sebagai akibat dari pemisahan 'Davis-Douglas Company'.[1] Douglas menjadi populer setelah pesawat buatannya menjadi pesawat pertama yang mampu mengelilingi dunia pada tahun 1924. Pada tahun 1923, Jawatan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat menyatakan ketertarikannya untuk melakukan misi mengelilingi dunia dengan pesawat terbang, melalui sebuah program yang diberi nama "World Flight".[2] Donald Douglas pun memodifikasi pesawat Douglas DT untuk memenuhi permintaan ini.[3] Douglas DT ini sebelumnya juga telah diproduksi untuk Angkatan Laut A.S..[4] Douglas DT hasil modifikasi ini pun akhirnya diproduksi di pabrik Rock Island dan pabrik Dayton.[5]

Douglas DT hasil modifikasi ini nantinya lebih dikenal dengan nama Douglas World Cruiser (DWC), yang juga merupakan proyek besar pertama bagi Jack Northrop yang mendesain sistem bahan bakar di pesawat ini.[6] Setelah purwarupanya dikirim pada bulan November 1923, dan akhirnya lolos uji pada tanggal 19 November, Angkatan Darat Amerika Serikat pun memerintahkan Douglas untuk melanjutkan produksi pesawat ini.[7]

Kesuksesan DWC inipun membuat Douglas Aircraft Company menjadi salah satu produsen besar pesawat terbang di dunia dan akhirnya kesuksesan DWC ini juga mengilhami motto Douglas, yakni "First Around the World - First the World Around".[8]

Douglas pun memakai logo yang menunjukkan sebuah pesawat yang mengelilingi bumi, untuk menggantikan logo awal "hati bersayap". Logo ini nantinya berubah lagi dengan menampilkan sebuah pesawat, roket, dan bumi. Logo ini nantinya akan terus dipakai saat Douglas menjadi McDonnell Douglas Corporation, dan nantinya juga menjadi dasar dari logo Boeing setelah penggabungan pada tahun 1997.[9]

Pra-Perang

Douglas pun meraih puncak ketenaran, atas produksi pesawat terbang komersial dengan memproduksi jenis "DC" ("Douglas Commercial"). Termasuk juga Douglas DC-3, yang dianggap banyak orang sebagai pesawat terbang paling berpengaruh yang pernah dibuat, yang juga diproduksi versi militernya dengan nama C-47 Skytrain atau lebih dikenal dengan "Dakota" di Inggris.

Douglas Aircraft pun telah sejak lama mendesain dan merakit berbagai jenis pesawat untuk Amerika Serikat, termasuk untuk Angkatan Laut, Angkatan Darat, Angkatan Udara, Marinir, dan Penjaga Pantai Amerika Serikat.

Douglas awalnya memproduksi pesawat pengebom untuk Angkatan Laut A.S., tetapi juga turut mengembangkan beberapa jenis pesawat lain, seperti pesawat intai dan pesawat pengirim surat. Dalam waktu lima tahun, Douglas tercatat berhasil memproduksi 100 unit pesawat tiap tahunnya. Di antara beberapa pegawai awal Douglas, adalah Ed Heinemann, "Dutch" Kindelberger, and Jack Northrop, yang nantinya keluar dan mendirikan Northrop Corporation.[10]

Douglas pun terus mempertahankan produksi pesawat militernya dan mengembangkan bisnisnya ke pesawat ampibi pada akhir dekade 1920an. Douglas juga memindahkan pabriknya ke Clover Field di Santa Monica, California. Saking besarnya pabrik Santa Monica ini, pengantar surat pun harus menggunakan 'roller skate' untuk mengantarkan surat di dalam pabrik. Pada akhir Perang Dunia II, Douglas pun tercatat memiliki pabrik di Santa Monica, El Segundo, Long Beach, Torrance, California, Tulsa, Midwest City, Oklahoma, dan Chicago.[11]

250px-Douglas_Long_Beach.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pekerja di pabrik Long Beach pada Perang Dunia II. Setelah kehilangan banyak pekerja yang mengikuti perang, pabrik-pabrik di Amerika Serikat pun mempekerjakan wanita untuk tetap berproduksi, sampai pada akhirnya hampir 40% pegawai di pabrik di Amerika Serikat adalah wanita.[12]

Pada tahun 1934, Douglas memproduksi pesawat komersial Douglas DC-2, yang diikuti oleh DC-3 yang sangat terkenal, pada tahun 1936.

Perang Dunia II

250px-Women_working_at_Douglas_Aircraft.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pekerja wanita sedang mengerjakan pesawat pengebom di pabrik Long Beach, pada bulan Oktober 1942

Selama Perang Dunia II, Douglas bergabung dalam konsorsium BVD (Boeing-Vega-Douglas) untuk memproduksi B-17 Flying Fortress. Setelah perang, Douglas juga merakit pesawat pengebom B-47 Stratojet, di bawah lisensi dari Boeing, dengan menggunakan pabrik milik pemerintah Amerika Serikat di Marietta, Georgia.[11]

Perang Dunia II merupakan dorongan besar untuk Douglas. Douglas pun berada di peringkat lima dalam hal jumlah kontrak militer selama perang.[13] Douglas juga tercatat berhasil memproduksi hampir 30.000 unit pesawat dari tahun 1942 sampai tahun 1945, termasuk C-47 Skytrain, DB-7 (juga dikenal sebagai A-20, Havoc atau Boston), pesawat pengebom SBD Dauntless, dan A-26 Invader, dengan jumlah pegawai mencapai 160.000 orang.[14][15][16]

Pasca-Perang

250px-Douglas_c47-a_skytrain_n1944a_cotswoldairshow_2010_arp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah C-47A Skytrain, bekas Angkatan Udara A.S., saat terbang di Inggris pada tahun 2010

Douglas Aircraft mengalami kemunduran saat perang berakhir, dengan banyaknya kontrak militer yang dibatalkan. Douglas pun harus mengurangi jumlah pegawainya, dengan memberhentikan hampir 100.000 pegawai.

Walaupun begitu, Douglas terus melanjutkan pengembangan pesawat baru, termasuk Douglas DC-6 (1946) dan Douglas DC-7 (1953), yang merupakan pesawat komersial bertenaga baling-baling terakhir yang diproduksi oleh Douglas. Douglas lalu beralih ke mesin jet, dengan memproduksi F3D Skyknight pada tahun 1948 dan F4D Skyray pada tahun 1951. Douglas juga memproduksi pesawat jet komersial, dengan meluncurkan Douglas DC-8 pada tahun 1958 untuk bersaing langsung dengan Boeing 707 yang juga baru diluncurkan.

Pada dekade 1950an, Douglas juga mempersiapkan diri memasuki bisnis rudal, dengan program rudal Nike pada tahun 1956 dan nantinya juga menjadi kontraktor utama untuk produksi rudal Skybolt dan rudal Thor. Douglas juga mendapat kontrak dari NASA, antara lain untuk mendesain bagian S-IVB dari roket Saturn IB dan roket Saturn V.

Penggabungan

Pada tahun 1967, Douglas mengalami kesulitan untuk memenuhi pesanan pesawat DC-8 dan DC-9, serta untuk pesawat tempur A-4 Skyhawk. Keuangan yang bermasalah, biaya pengembangan DC-10 yang sangat mahal, serta kerugian akibat Perang Vietnam, membuat Douglas akhirnya setuju untuk bergabung dengan McDonnell Aircraft Corporation untuk membentuk McDonnell Douglas. Douglas nantinya tetap beroperasi di bawah naungan McDonnell Douglas, tetapi divisi luar angkasanya, dipisah menjadi perusahaan yang berdiri sendiri, dengan nama McDonnell Douglas Astronautics Company.

McDonnell Douglas nantinya bergabung dengan kompetitornya, Boeing pada tahun 1997.[17] Boeing nantinya menggabungkan 'Douglas Aircraft Company' dengan divisi 'Boeing Commercial Airplanes', yang secara otomatis juga mengakhiri 75 tahun berdirinya Douglas Aircraft Company. Boeing 717 (generasi ketiga dari Douglas DC-9) merupakan varian pesawat komersial terakhir yang dirakit di pabrik Long Beach, dan produksinya resmi dihentikan pada bulan Mei 2006. Sampai tahun 2011, Boeing C-17 Globemaster III adalah varian pesawat terakhir yang dirakit di pabrik ini.

Pesawat Buatan Douglas

Referensi

  1. ↑ Parker 2013, pp. 5, 7–10, 13–14.
  2. ↑ Haber 1995, p. 73.
  3. ↑ Sobel 1974, p. 309.
  4. ↑ Rumerman, Judy. "The Douglas World Cruiser - Around the World in 175 Days." U.S. Centennial of Flight Commission, 2003.
  5. ↑ Wendell 1999/2000, p. 356.
  6. ↑ Boyne 1982, p. 80.
  7. ↑ "Douglas World Cruiser Transport." Boeing. Retrieved: 7 July 2012.
  8. ↑ Haber 1995, pp. 72–73.
  9. ↑ "Trademarks and Copyrights: Boeing logo." Boeing Trademark Management Group, Boeing. Retrieved: 5 July 2012.
  10. ↑ Parker, Dana T. Building Victory: Aircraft Manufacturing in the Los Angeles Area in World War II, pp. 13-48, 77, 93, 107, Cypress, CA, 2013.
  11. 1 2 Parker 2013, pp. 13, 25, 35.
  12. ↑ Parker 2013, pp. 2, 8.
  13. ↑ Peck, Merton J. & Scherer, Frederic M. The Weapons Acquisition Process: An Economic Analysis (1962) Harvard Business School p.619
  14. ↑ Herman 2012, pp. 3–13, 335–337.
  15. ↑ Parker 2013, pp. 7–8, 13, 25, 35.
  16. ↑ Borth 1945, pp. 13–33.
  17. ↑ Boeing Chronology, 1997–2001, Boeing
  • Boyne, Walter J. The Aircraft Treasures Of Silver Hill: The Behind-The-Scenes Workshop Of The National Air And Space Museum. New York: Rawson Associates, 1982. ISBN 0-89256-216-1.
  • Donald, David, ed. Encyclopedia of World Aircraft. Etobicoke, Ontario: Prospero Books, 1997. ISBN 1-85605-375-X.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan