Minggu, 27 September 2026
14:46 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Dorudon

Dorudon

genus mamalia

Dorudon
Rentang waktu: Akhir Eosen
250px-Dorudon_atrox_Senckenberg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dorudon atrox, dari Senckenberg Museum
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Subordo:
Famili:
Subfamili:
Miller, 1923
Genus:
Dorudon

Gibbes, 1845
Spesies
  • Dorudon atrox
  • Dorudon serratus
Artikel takson sembarang

Dorudon("Gigi tombak") adalah genus cetacean kuno yang hidup bersamaan dengan Basilosaurus sekitar 41 hingga 33 juta tahun lalu, pada masa Eosen. Panjang mereka mencapai 5 meter dan mereka adalah karnivora, mereka hidup dari ikan-ikan dan moluska kecil. Para Dorudontin hidup di lautan hangat di seluruh dunia. Fosil mereka telah ditemukan di Amerika Utara, Mesir juga di Pakistan bagian Timur dari lautan Tethys kuno.

Deskripsi

250px-Durodon_pelvis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kaki belakang Dorudon, dari spesimen yang berasal dari Smithsonian Natural History Museum, Washington, DC
250px-Dorudon_BW.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Restorasi Dorudon

Dorudontin sempat dikira sebagai Basilosaurus muda karena fosil mereka yang mirip namun lebih kecil. Namun, spesies mereka kemudian dipisahkan setelah penemuan Dorudon muda. Meskipun mereka terlihat seperti paus modern, para basilosaurin dan dorudontin tidak punya 'Melon' yang memungkinkan mereka menggunakan suara ultrasonik secara efektif seperti paus modern. seperti basilosaurid lainnya, lubang napas mereka ada di antara ujung moncong hingga bagian atas kepala mereka. Bayi Dorudon mungkin menjadi santapan bagi Basilosaurus, berdasarkan bekas luka gigitan pada tengkorak dari beberapa Dorudon muda.

Dalam Budaya Populer

Dorudon muncul dalam film dokumenter BBC Walking with Beasts tepatnya di episode Whale Killer, juga pada bagian keempat dari sekuelnya, Sea Monsters. Mereka ditunjukkan hidup dalam kelompok, sedangkan bayi mereka menjadi makanan utama dari Basilosaurus.

Lihat Juga

Referensi

Pranala luar

Wikispecies mempunyai informasi mengenai Dorudon.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan