Senin, 28 September 2026
03:33 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Donghak

Gerakan Neo-Konfusianisme Korea

Donghak atau Pembelajaran Timur (동학;東學) adalah sebuah gerakan agama baru yang didirikan pada tahun 1860 oleh Choe Je-u (1824-1864), seorang bangsawan (yangban) di Korea.[1][2] Pergerakan Donghak yang dilancarkan oleh Choe adalah bentuk perlawanan terhadap sistem dan anggota pemerintahan yang korup, ketidakadilan sosial, kaum yangban, dan ajaran agama dari barat seperti Katolik.[1] Tujuan pendirian agama Donghak adalah untuk menyelamatkan rakyat dari penderitaan, baik fisik maupun mental.[1] Selain berkhotbah mengenai agama yang baru tersebut, Choe juga menyuarakan reformasi dalam bidang politik, sosial dan ekonomi. Konsep Donghak yang terpenting adalah penyatuan tuhan dan manusia atau manusia adalah tuhan.[1] Dengan konsep revolusioner seperti ini, agama Donghak menciptakan nilai dan martabat manusia yang baru.[1] Dengan meningkatnya pengajaran Choe, pemerintah mulai bertindak dengan melarang agama tersebut dan mengeksekusi Choe pada tahun 1864.[1] Namun, pergerakan Donghak terus berkembang dengan penerusnya, Choe Si-hyeong.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 (Inggris) Nahm. Ph. D, Andrew (2009). A Panorama of 5000 Years: Korean History. Hollym International Corp, Elizabeth, New Jersey. hlm. 72, 83–84. ISBN 0-930878-68-X.
  2. ↑ (Inggris) The Tonghak (Donghak) Rebellion 1894, koreanhistory.info. Diakses pada 12 Juni 2010.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan