Sabtu, 03 Oktober 2026
17:10 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Domain Saga

Domain Saga

Bagikan:
250px-Saga_castle_shachinomon_gate.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kastil Saga

Domain Saga (佐賀藩, Saga-han), juga dikenal sebagai Domain Hizen, adalah sebuah domain Jepang pada zaman Edo. Domain tersebut terletak di Provinsi Hizen di tempat yang sekarang ini adalah Prefektur Saga di pulau Kyushu.[1]

Pada perkataan lainnya, domain tersebut didefinisikan dalam istilah kokudaka, bukan wilayah lahan.[2] Ini berbeda dengan feodalisme di dunia Barat.

Daftar daimyo

  • Klan Nabeshima, 1593-1647 (tozama; 357,000 koku)[3] Tanggal yang terdapat pada daftar merujuk pada masa orang tersebut mengepalai han tersebut, bukan tanggal kelahiran-kematian.
  1. Nabeshima Katsushige[3] (鍋島 勝茂, 1607-1657)
  2. Nabeshima Mitsushige (鍋島 光茂, 1657-1695)
  3. Nabeshima Tsunashige (鍋島 綱茂, 1695-1706)
  4. Nabeshima Yoshishige (鍋島 吉茂, 1707-1730)
  5. Nabeshima Muneshige (鍋島 宗茂, 1730-1738)
  6. Nabeshima Munenori (鍋島 宗教, 1738-1760)
  7. Nabeshima Shigemochi (鍋島 重茂, 1760-1770)
  8. Nabeshima Harushige (鍋島 治茂, 1770-1805)
  9. Nabeshima Narinao (鍋島 斉直, 1805-1830)
  10. Nabeshima Naomasa (鍋島 直正, 1830-1861)
  11. Nabeshima Naohiro (鍋島 直大, 1861-1871)

Tokoh terkenal lainnya yang berasal dari Saga

Referensi

  1. ↑ "Hizen Province" at JapaneseCastleExplorer.com; diakses pada 2013-5-28.
  2. ↑ Elison, George and Bardwell L. Smith (1987). Warlords, Artists, & Commoners: Japan in the Sixteenth Century, p. 18.
  3. 1 2 Papinot, Jacques Edmond Joseph. (1906). Dictionnaire d’histoire et de géographie du Japon; Papinot, (2003). "Nabeshima" at Nobiliare du Japon, pp. 38-39; retrieved 2013-5-29.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan