Jumat, 16 Oktober 2026
11:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo
Dolorosa Sinaga

Dolorosa Sinaga

pematung Indonesia

Bagikan:
Ini adalah nama Batak Toba, marganya adalah Sinaga.
Dolorosa Sinaga saat jumpa media pada pameran visual Kitab Ianfu

Dolorosa Sinaga (lahir 31 Oktober 1952)[1] adalah seorang pematung asal Indonesia.[2] Karyanya banyak menampilkan keimanan, krisis, solidaritas, multikulturalisme, dan perjuangan wanita.[3][4][5] Karyanya berupa patung perempuan bergandengan tangan yang berjudul "Solidaritas" ada di Komnas Perempuan.[6] Ia juga pernah menjadi dekan Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ).[7] Ia hingga kini masih aktif mengajar di institusi yang sama.[8]

Saat membuat patung, ia biasa memahat, mengelas, mengecor, dan menuang logam sendiri. Ia membuktikan bahwa pematung bukan hanya pekerjaan laki-laki saja. Selain itu, ia juga mendobrak paham male gaze yang memandang perempuan sebagai objek seksual yang indah dan sensual.[6]

Dolorosa adalah pendiri Somalaing Art Studio.[9] Ia mendirikan studio ini pada tahun 1987 dengan lokasi yang dekat dari rumahnya di Pinang Ranti, Kota Jakarta Timur.[10]

Pendidikan

Dolorosa Sinaga menempuh pendidikan di Institut Kesenian Jakarta.[11] Ia menamatkannya pada tahun 1977.[12] Setelah itu, ia meneruskan studinya di Central Saint Martins College of Arts and Design, London.[13] Dolorosa juga melanjutkan pendidikan seni di Karnarija Lubliyana, Yugoslavia.[14] Setelah itu, ia menempuh pendidikan di San Francisco Art Institute.[15] Selain itu, ia menempuh pendidikan seni di Universitas Maryland, Amerika Serikat.

Karakteristik karya

Karyanya cenderung memperlihatkan emosi tinggi yang khas, kebanyakan berwarna hijau dan memiliki bentuk sederhana.[butuh rujukan] Kebanyakan patung buatannya berbentuk perempuan dan bermakna hak perempuan dalam hak asasi manusia di Indonesia.[16] Namun pada pameran Soliloquy, ia memperlihatkan karya-karya dengan detail tinggi dengan penggarapan lipatan kain yang sangat baik.

Daftar karya

Referensi

  1. ↑ Burhan, M. A., dan Wisetrotomo, S. (2014). Masterpieces of the National Gallery of Indonesia. Diterjemahkan oleh Bianpoen, Carla. Galeri Nasional Indonesia. hlm. 70. ISBN 978-979-100-892-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Anggraeni, Dewi (1997). Menjurus Arus Seperempat Abad Femina: Mendorong Kemajuan Wanita Indonesia, 1972-1997. Gaya Favorit Press. hlm. 353.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikanPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ "Dolorosa Sinaga". Diakses tanggal 2026-05-22.
  4. ↑ Amirio, Dylan. "Dolorosa Sinaga: A sculptor with heart and soul - Art & Culture". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-22.
  5. ↑ "Dolorosa Sinaga (l. Sibolga, 1952) - Embodied Histories". www.goethe.de. Diakses tanggal 2026-05-22.
  6. 1 2 Her Story: Perempuan Nusantara di Tepi Sejarah. Elex Media Komputindo. 2020-01-01. ISBN 978-623-00-2063-6.
  7. ↑ Heraty, Toeti (2003). Pawai Kehidupan: 70 Tahun Toeti Heraty. Yayasan Mitra Budaya Indonesia. hlm. XV. ISBN 978-979-956-316-3.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikanPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ "Dolorosa Sinaga - Overview". Art:1 (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-22.
  9. ↑ Turner, C., Kent, E., dan Hooker, V., ed. (2022). Living Art: Indonesian Artists Engage Politics, Society and History (dalam bahasa Inggris). Canberra: ANU Press. hlm. ix. ISBN 978-1-760-4649-3-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ Ariani, dkk. (Maret 2023). Perempuan, Seni & Dirinya 2. Karanganyar: Yayasan Lembaga Gumun Indonesia. hlm. 266. ISBN 978-623-8030-19-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. ↑ Susanto, Mikke (2004). Islah, Gusmian (ed.). Menimbang Ruang Menata Rupa. Yogyakarta: Galang Press. hlm. 301. ISBN 979-9341-92-1.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: checksumPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  12. ↑ Balai Lelang Larasati (2007). Larasati: Pictures of Indonesia Fine Art Auction, Jakarta, 11 February 2007 (dalam bahasa Inggris). Larasati-Glerum S.E.A. hlm. 176. ISBN 9789793774091.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikanPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  13. ↑ Kiu, J., Yap, J., dan Yap, S., ed. (2021). The Gift: Collecting Entanglements and Embodied Histories (dalam bahasa Inggris). Singapore Art Museum. hlm. 136. ISBN 9789819411382.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikanPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  14. ↑ Magdalene.co (2020). Herstory: Perempuan Nusantara di Tepi Sejarah. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. hlm. 135. ISBN 978-623-002-063-6.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikanPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. ↑ Malna, A., Galeri Langgeng, dan Susanto, M. (2004). Borobudur Agitatif: Seni, Inter-kosmologi, Magelang. Galeri Langgeng. hlm. 179. ISBN 978-979-975-011-2.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikanPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  16. ↑ Zainsjah, A. B., dkk (2022). Perempuan, Seni & Dirinya. Karanganyar: Yayasan Lembaga Gumun Indonesia. hlm. 144. ISBN 978-623-5543-96-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan