Jumat, 09 Oktober 2026
23:38 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Djuhartono

Djuhartono

seorang tokoh pejuang kemerdekaan menentang pemerintahan Hindia Belanda di Yogyakarta.

Bagikan:
Djuhartono
250px-Djuhartono%2C_Api_Perjuangan_Pembebasan_Irian_Barat%2C_pXIX.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ketua Umum Partai Golkarke-1
Masa jabatan
20 Oktober 1964 –7 November 1967
PendahuluTidak ada, Jabatan baru
PenggantiSuprapto Sukowati
Informasi pribadi
Lahir(1925-11-15)15 November 1925
Meninggal10 Mei 1987(1987-05-10) (umur 61)
Partai politik  Golkar
Karier militer
PihakIndonesia
Dinas/cabang40px-Insignia_of_the_Indonesian_Army.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TNI Angkatan Darat
Pangkat40px-Pdu_brigjendtni_staf.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Brigadir Jenderal TNI
Pertempuran/perangRevolusi Nasional Indonesia
NRP13108

Djuhartono (15 November 1925 – 10 Mei 1987) adalah seorang tokoh pejuang kemerdekaan menentang pemerintahan Hindia Belanda di Yogyakarta. Ia juga dikenal sebagai salah seorang pendiri Golkar dan menjadi Ketua Umum I Golkar sejak 1964 hingga Desember 1965. Ia kemudian digantikan oleh Brigadir Jenderal Suprapto Sukowati.[1]

Karier Militer

Karier militernya dimulai pada masa pendudukan Jepang sebagai komandan peleton (Shodanco) Tentara Sukarela Pembela tanah Air (PETA) di Yogyakarta. Setelah Indonesia merdeka, seperti kebanyakan tentara PETA, dia ikut TNI. NRP-nya 13108. Djuhartono bertugas di Sumatra pada 1950-an. Di paruh kedua 1950-an Djuhartono, berada di teritori dari Kodam II Sriwijaya, Sumatra Selatan.[1]

Dalam pergolakan PRRI di Sumatera Selatan, Djuhartono tampil sebagai pendukung pemerintah pusat. Setelah Letnan Kolonel Barlian, Panglima Tentara & Teritorium II Sriwijaya yang berpusat di Palembang, mengambil alih kekuasaan, Mayor Djuhartono yang tidak setuju pun menentangnya. Kala itu Djuhartono adalah pejabat komandan Resimen 5. Dia sempat melarikan diri ke Pelabuhan Udara Talang Betutu, di pinggiran kota Palembang. Laporan clash antara Djuhartono dengan Barlian membuat KSAD Kolonel Abdul Haris Nasution harus turun tangan. Djuhartono kemudian ditarik ke Jakarta. Letnan Kolonel Barlian, juga para perwira menengah yang terlibat PRRI, kemudian aman tanpa Djuhartono di Sumatra Selatan. Dia kemudian tak ditempatkan sebagai perwira tempur dengan membawahi pasukan tempur. Djuhartono menjadi perwira yang berhubungan dengan orang-orang sipil dengan aktif di BKS-BKS dan akhirnya di Front Nasional lalu Sekber Golkar.[1]

Harsya Bachtiar mencatat setelah tak di Angkatan Darat lagi Djuhartono pernah menjadi Presiden Direktur PT AOA Zamrud Aviation Corporation dan Ketua Indonesia Association Carrier (INACA).[1]

Meninggal Dunia

Djuhartono wafat pada tanggal 10 Mei 1987 di Jakarta dan dimakamkan di Yogyakarta.[2]

Pendidikan

  • Renseitai, PETA (1943)[2]
  • Kursus singkat Seskoad (1966)[2]

Karier militer

  • Shodanco PETA, Yogyakarta IV (1943 –1945)[2]
  • Anggota Kelompok Politik, Team Politik, Ekonomi, dan Sosial Panglima Angkatan Darat (Mei 1968)[2]

Karier sipil

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Matanasi, Petrik. "Djuhartono: Sejarah Hidup Ketua Umum Golkar Pertama yang Sukarnois". tirto.id. Diakses tanggal 2024-01-20.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 Bachtiar, Harsya W. (1988). Siapa dia? Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD). Jakarta. hlm. 104. ISBN 9789794281000.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan