Minggu, 01 November 2026
01:05 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Distrik Amuntai

Distrik Amuntai

Bagikan:

Kabupaten Hulu Sungai Utara

250px-Lokasi_Kalimantan_Selatan_Kabupaten_Hulu_Sungai_Utara.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail


330px-thumbnail.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Assistent-resident Amuntai J. J. Meijer bersama penduduk setempat (1875)

Distrik Amuntai/Amonthaij[1]/Amoenthaij[2]/Amoenthai[3] adalah bekas distrik (kawedanan) yang merupakan bagian dari wilayah administratif Onderafdeeling Amuntai, Alabio dan Balangan pada zaman kolonial Hindia Belanda dahulu.

Semula bernama Distrik Amonthaij, Soengei benar dan Álabioe, kemudian dalam perkembangannya hanya disebut dengan nama pendeknya Distrik Amuntai saja.

Pada tanggal 26 Januari 1859, Belanda melantik Kiai Danuraja sebagai Kepala Sungai Banar (Amuntai) dan anaknya Tumenggung Jaya Negara sebagai Kepala Sungai Tabalong Kanan dan Kiri.

Sungai Banar dan Amuntai merupakan daerah-daerah di bawah Kesultanan Banjar yang terletak di daerah aliran sungai Nagara.[4]


Tahun Districtshoofd Panghoeloe
1861 Kiai Toemenggoeng Djaja Nagara[1] Hadji Abdoel Atip
1862 Kiai Toemenggoeng Djaija Negara[5][6] Hadji Saaloedin[6]
1863 Kiai Warga Kasoema[7] Hadji Sapiehoedin[7]
1868 Radhen Ngabehi Warga Kasoema[2][8][3] 1. Hadji Sapiehoedin[2]

2. Hadji Abdoeraup[8]
(Hadji Abdoe 'r-raoep)[3]

1898 Tommonggong Kesoema Joeda Negara[9][10]


Dewasa ini wilayah distrik ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Suku Banjar yang mendiami wilayah bekas distrik ini disebut Orang Amuntai atau Puak Candi Agung/Negara Dipa 2.

Catatan kaki

  1. 1 2 (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1861). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 34. Lands Drukkery. hlm. 133.
  2. 1 2 3 (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1868). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 41. Lands Drukkery. hlm. 138.
  3. 1 2 3 (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1871). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 44. Lands Drukkery. hlm. 197.
  4. ↑ Radermacher, Jacob Cornelis Matthieu (1826). Beschryving van het eiland Borneo, voor zoo verre het zelve, tot nu toe, bekend is (dalam bahasa Belanda) (Edisi 3). Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. hlm. 46.
  5. ↑ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1862). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 35. Lands Drukkery. hlm. 136.
    2. Kiai Warga Kasoema
  6. 1 2 (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1862). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 36. Lands Drukkery. hlm. 140.
  7. 1 2 (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1863). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 37. Lands Drukkery. hlm. 147.
  8. 1 2 (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1870). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. Vol. 43. Lands Drukkery. hlm. 180.
  9. ↑ Saleh, Idwar; SEJARAH DAERAH TEMATIS Zaman Kebangkitan Nasional (1900-1942) di Kalimantan Selatan, Depdikbud, Jakarta, 1986.
  10. ↑ Regeerings-almanak voor Nederlandsch-Indie (dalam bahasa Belanda). Vol. 2. Dutch East Indies. 1906. hlm. 243.

Pranala luar

120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan