Kamis, 24 September 2026
00:45 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Distemonanthus

Distemonanthus

genus tumbuh-tumbuhan

Distemonanthus
250px-Distemonanthus_benthamianus_%28GH0251%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Subfamili: Dialioideae
Genus: Distemonanthus
Benth.
Spesies:
D. benthamianus
Nama binomial
Distemonanthus benthamianus
Baill.

Distemonanthus adalah genus tumbuhan berbunga dalam keluarga Fabaceae. Genus ini termasuk ke dalam subfamili Dialioideae.[1] Genus ini mengandung satu spesies tunggal, Distemonanthus benthamianus, yaitu pohon meranggas,[2] yang tersebar luas namun jarang ditemukan di wilayah hutan Afrika Barat dan Tengah; pohon ini terkadang disalahartikan dengan Pericopsis laxiflora karena memiliki fitur morfologi yang serupa.[3]

Kayu teras yang sudah matang memiliki tingkat ketahanan sedang terhadap jamur.

Deskripsi

Pohon besar ini tumbuh hingga setinggi 40 meter dengan diameter 90 cm. Batangnya lurus tetapi terkadang bisa sedikit berliku; memiliki akar papan yang cukup menyebar di bagian pangkal, dan bebas cabang hingga ketinggian 20 meter. Kulit kayu berwarna cokelat hingga cokelat kemerahan. Daunnya tersusun secara majemuk menyirip, terdiri dari 7–10 anak daun. Helaian daun berbentuk oval hingga elips. Buahnya berupa polong yang tidak memecah (indehiscent).[3]

Distribusi

Pohon ini tumbuh di hutan tinggi di Afrika Barat dan Tengah. Ditemukan di Gabon, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Ghana, dan Kamerun. Di Gabon, pohon ini dikenal dengan nama Movingui.[4]

Kegunaan

Bagian akarnya digunakan sebagai kayu kunyah untuk kebersihan gigi di beberapa wilayah di Nigeria. Ekstrak kulit kayu digunakan oleh praktisi kesehatan tradisional untuk mengobati diare.[5] Tanaman ini juga digunakan sebagai bahan veneer dekoratif dan pertukangan.[4]

Referensi

  1. The Legume Phylogeny Working Group (LPWG). (2017). "A new subfamily classification of the Leguminosae based on a taxonomically comprehensive phylogeny". Taxon. 66 (1): 44–77. doi:10.12705/661.3. hdl:10568/90658.
  2. "Distemonanthus benthamianus - Useful Tropical Plants". tropical.theferns.info. Diakses tanggal 2021-07-26.
  3. 1 2 Voorhoeve, A. G. (1979). Liberian high forest trees : a systematic botanical study of the 75 most important or frequent high forest trees, with reference to numerous related species (Edisi 2nd impr). Wageningen: Pudoc. hlm. 191. ISBN 90-220-0701-4. OCLC 63303450.
  4. 1 2 Debout, G. D. G.; Doucet, J.-L.; Hardy, O. J. (2011). "Population history and gene dispersal inferred from spatial genetic structure of a Central African timber tree, Distemonanthus benthamianus (Caesalpinioideae)". Heredity (dalam bahasa Inggris). 106 (1): 88–99. Bibcode:2011Hered.106...88D. doi:10.1038/hdy.2010.35. PMC 3183855. PMID 20389306. S2CID 25410719.
  5. William, Yousseu Nana; Gilbert, Ateufack; Shah, Abdul Jabbar; Marius, Mbiantcha; Mireille, Tchoumba Tchoumi Liliane; Vanessa, Matah Mba Marthe; Flore, Adjouzem Carine; Gires, Teboukeu Boungo; Ducret, Awouafack Maurice; Khan, Taous; Albert, Kamanyi (2019). "Extracts from the trunk bark of Distemonanthus benthamianus Baillon. (Caesalpiniaceae) developed antidiarrhoeal activities in rats and mice". Oriental Pharmacy and Experimental Medicine (dalam bahasa Inggris). 19 (4): 421–433. doi:10.1007/s13596-019-00385-x. ISSN 1598-2386. S2CID 199634580.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Fabaceae ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan