Rabu, 28 Oktober 2026
11:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026

Disiplin anak

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2022)

Disiplin anak adalah metode yang dipakai untuk menghindari masalah perilaku di masa depan pada anak-anak. Kata disiplin diartikan sebagai pemberian pengetahuan dan keterampilan, dalam kata lain, untuk mengajar.[1] Dalam esensi paling umumnya, disiplin merujuk kepada instruksi sistematis yang diberikan kepada seorang murid. Mendisiplinkan artinya memerintahkan seseorang untuk mengikuti aturan yang berlaku .[2]

Disiplin dipakai oleh orang tua untuk mengajar anak-anak mereka tentang sopan santun, tuntunan dan prinsip. Anak-anak membutuhkan pemberian disiplin yang giat untuk diajari mana yang baik dan mana yang buruk serta mengutamakan keselamatan. Disiplin anak dapat meliputi pemberian hadiah atau pemberian hukuman untuk pengajaran kontrol diri, meningkatkan perilaku yang diinginkan dan mengurangi perilaku yang tak diinginkan.[3] Meskipun keperluan disiplin anak adalah untuk membangun dan menumbuhkan rasa sosial yang diinginkan pada anak-anak, tujuan mutlaknya adalah untuk memajukan keadilan dan moral sehingga anak tersebut berkembang dan mengutapakan disiplin diri sepanjang masa hidupnya.

Karena nilai, keyakinan, pendidikan, adat istiadat dan budaya orang sangat beragam, bersamaan dengan usia dan temperamen anak, metode-metode disiplin anak sangat beragam. Disiplin anak adalah sebuah topik yang membentang dari serangkaian besar bidang peminatan, seperti pengasuhan, praktik profesional analisis perilaku, psikologi pengembangan, karya sosial dan berbagai sudut pandang keagamaan. Pada masa sekarang, kemajuan dalam pemahaman pengasuhan menyediakan latar baru dari pemahaman teoretikal dan memajukan pemahaman klinikal dan praktikal dari keefektivan dan dampak dari metode-metode pengasuhan.

Dalam masyarakat Barat, terdapat perdebatan pada tahun-tahun terkini atas pemakaian hukuman bagi anak-anak pada umumnya, dan meningkatkan perhatian pada konsep "pengasuhan positif" dimana perilaku baik didorong dan dihargai.[4]

Referensi

  1. ↑ "Effective discipline for children". Canadian Paediatric Society. PMC 2719514.{{cite web}}: |url= tidak ada atau kosong
  2. ↑ Papalia, D.E.; Wendkos-Olds, S.; Duskin-Feldman, R. (2006). A Child's World: Infancy Through Adolescence (Edisi 10th). New York: McGraw-Hill.
  3. ↑ Smenyak, Sarah. "The difference between discipline and child abuse". Demand Media. Diakses tanggal 29 November 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Encouraging better behavior - A practical guide to positive parenting" (PDF). NSPCC. 2003. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal Oktober 14, 2007. Diakses tanggal 25 Maret 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Lihat pula

Bacaan tambahan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan