Sabtu, 10 Oktober 2026
16:53 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Dipylidium caninum

Dipylidium caninum

Bagikan:
Dipylidium caninum
"Dipylidium caninum" dewasa. Skoleks cacing ini sangat sempit dan proglottidnya membesar seiring cacing tersebut bertumbuh dewasa.
"Dipylidium caninum" dewasa. Skoleks cacing ini sangat sempit dan proglottidnya membesar seiring cacing tersebut bertumbuh dewasa.
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Platyhelminthes
Kelas: Cestoda
Ordo: Cyclophyllidea
Genus: Dipylidium
Spesies:
D. caninum
Nama binomial
Dipylidium caninum
(Linnaeus, 1758)
Sinonim
  • Dipylidium carracidoi Lopez-Neyra, 1929
  • Taenia canina Linnaeus, 1758
  • Taenia cucumerina Bloch, 1782

Dipylidium caninum, atau yang juga dikenal sebagai cacing pita pinjal, cacing pita pori-ganda, atau cacing pita timun (yang merujuk kepada proglottidnya yang mirip dengan biji timun) adalah sebuah spesies cestoda cyclophyllid yang menjangkiti organisme yang terjangkit pinjal dan Trichodectes canis (sejenis tungau yang menyerang anjing), termasuk anjing,[1] kucing dan terkadang majikannya, terkhususnya anak-anak.[2] Kasus infeksi D. caninum telah terlapor dari seluruh dunia.[1]

Referensi

  1. 1 2 "CDC - DPDx - Dipylidium caninum". www.cdc.gov (dalam bahasa American English). 2019-07-10. Diakses tanggal 2020-05-07.
  2. ↑ Bowman DD. Georgis‘Parasitology for Veterinarians. Sixth edition Philadelphia. PA: Saunders Company; 1995:145–6
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan