Rabu, 28 Oktober 2026
03:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Dipo Latief

Bagikan:
Dipo Latief
Lahir
Ahmad Dipo Ditiro Latief

9 Januari 1973 (umur 53)
Pekerjaan
Pemberi kerjaCEO ALatief Corporation
Pasangan menikah
​
​
(m. 2018;c. 2019)​
Anak4
AyahAbdul Latief

Ahmad Dipo Ditiro Latief (lahir 9 Januari 1973) adalah seorang pengusaha berkebangsaan Indonesia. Ia merupakan CEO dan Komisaris pada PT Tata Disantara serta PT Pasaraya International Hedonisarana, anak perusahaan dari sebuah Holding Company ALatief Corporation yang didirikan oleh ayahnya yakni Abdul Latief yang merupakan seorang mantan menteri Indonesia.[1]

Riwayat

Kehidupan pribadi

Dipo lahir di Jakarta pada 9 Januari 1973. Ia merupakan anak kedua di antara empat bersaudara dari pasangan Abdul Latief (ayah) dan Nursiah (ibu). Ayahnya dikenal sebagai konglomerat Indonesia dan juga pernah menjabat menteri pada masa pemerintahan Orde Baru. Dipo mempunyai kakak sulung yang bernama Medina Latief Harjani, yang juga aktif mengelola beberapa anak perusahaan dari ALatief Corporation yang didirikan ayah mereka sejak awal tahun 1970-an.[2]

Pendidikan

  • MBA, Financial Management, San Francisco Management Science (1999 – 2000)
  • Post-graduate - Management Accounting & Quality Control, San Francisco State University (1998 – 1999)
  • BS, Business Administration, Marketing, San Francisco State University (1993 – 1997)

Referensi

  1. ↑ Sudibyo M. Wiradji (3 November 2012). "Ahmad Dipoditiro: Helping employees take pride in their job and themselves" The Jakarta Post. Diakses 6 Maret 2014.
  2. ↑ Henni T. Soelaeman (13 Agustus 2012). "Akankah Pamor Pasaraya Kembali Moncer?" SWA. Diakses 6 Maret 2014.

Pranala luar


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan