Senin, 21 September 2026
08:39 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Diplopia

Diplopia

Penglihatan ganda

"Double vision" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Double vision (disambiguasi).
Diplopia
Nama lainPenglihatan ganda (Double vision)
Diplopia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Yang dilihat penderita dengan diplopia
SpesialisasiNeurologi, oftalmologi

Diplopia atau disebut juga penglihatan ganda (double vision) adalah kondisi saat seseorang melihat dua gambaran dari satu objek yang sama. Diplopia berasal dari bahasa latin yaitu diplous yang berarti ganda/dobel dan ops yang berarti mata. Diplopia terjadi akibat masalah pada otot-otot ekstraokular, saraf yang menginervasi otot-otot ekstraokular, atau jaringan penghubung neuromuskuler yang menghubungkan saraf dan otot-otot ini.[1][2][3]

Diplopia dapat berdiri sendiri sebagai satu gejala, tetapi dapat pula disertai dengan gejala lain tergantung kepada penyebabnya. Diagnosis dan penatalaksanaan kondisi ini ditentukan oleh penyakit utama yang mendasarinya, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lengkap berupa pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, tomografi terkomputasi (CT Scan) dan pencitraan resonansi magnetik (MRI).[2][3][4][5]

Penyebab

Diplopia paling banyak disebabkan karena masalah pada otot-otot ekstraokular, saraf yang menginervasi otot-otot ini, dan jaringan penghubung keduanya. Diplopia dapat terjadi pada satu mata atau keduanya. Diplopia yang terjadi pada satu mata disebut diplopia monokular yang penyebabnya adalah astigmatisma (kornea memiliki dua kelengkungan), mata kering akibat kurangnya produksi air mata, keratokonus (penyakit degeneratif kornea yang menyebabkan kornea menipis), permasalahan di retina misalnya pada degenerasi makular, dan katarak. Diplopia yang terjadi pada kedua mata disebut diplopia binokular yang penyebab paling seringnya adalah mata juling atau strabismus akibat gangguan pada otot ekstraokular. Beberapa penyakit sistemik juga dapat menyebabkan diplopia seperti gangguan fungsi kelenjar tiroid, strok atau serangan iskemik transien (TIA transient ischemic attack), aneurisma, diabetes mellitus, miastenia gravis, tumor jinak otak dan kanker otak, sklerosis multipel, trauma kepala, paralisis saraf kranial (saraf III, IV dan VI), meningitis, hipertensi. Seseorang juga dapat menderita diplopia temporer yang disebabkan karena intoksikasi alkohol, obat-obat tertentu (benzodiazepin, golongan opioid atau obat-obat antikonvulsi) yang akan hilang dengan sendirinya.[3][5][6]

Gejala

Sebagian penderita diplopia hanya mengalami keluhan penglihatan ganda saja tanpa keluhan yang lainnya. Sebagian lagi mengeluhkan penglihatan ganda disertai dengan keluhan tambahan berupa ketidaksejajaran posisi bola mata, nyeri saat menggerakkan bola mata, nyeri di sekitar bola mata (misalnya pada pelipis atau alis), nyeri kepala, mual, dan kelopak mata yang jatuh.[2][5][7]

Diagnosis

Ada banyak sekali kemungkinan penyakit yang memberikan gambaran diplopia. Diagnosis pasti untuk kondisi ini harus diketahui agar pengobatan tepat sasaran. Untuk menegakkan diagnosis, dilakukan anamnesis yang terperinci, pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, pemeriksaan tomografi terkomputasi dan bila perlu dilakukan pencitraan resonansi magnetik. Informasi yang harus ditanyakan saat anamnesis adalah sejak kapan keluhan dirasakan, riwayat jatuh atau pingsan, riwayat kecelakaan, frekuensi dan intensitas diplopia, gejala lain yang menyertai, posisi tertentu yang memperberat atau memicu gejala ini, serta mencari tahu apakah diplopia ini diderita oleh kedua mata atau hanya satu. Gambaran mengenai objek yang dilihat juga penting untuk diketahui. Keterangan tentang posisi objek (sebelah-sebelahan atau atas-bawah), kejelasan gambar objek (ada yang terlihat kabur atau sama jelasnya) juga dapat membantu untuk menegakkan diagnosis.[2][4][5][7]

Referensi

  1. Dudee, Jitander (21 Mei 2019). Lee, Andrew G. (ed.). "Diplopia (Double Vision) Clinical Presentation: History, Physical, Causes". emedicine.medscape.com. Diakses tanggal 29 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 Kozarsky, Alan. "An Overview of Double Vision". WebMD. Diakses tanggal 29 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 Newman, Tim (30 Juli 2018). "Double vision (Diplopia): Causes, diagnosis, and treatment". www.medicalnewstoday.com. Diakses tanggal 29 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 "Double Vision (Diplopia)". Harvard Health. Diakses tanggal 29 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 4 Brady, Christopher J. (Juli 2019). "Diplopia - Eye Disorders". Merck Manuals Professional Edition. Diakses tanggal 29 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Dubow, Burt (Juni 2019). "Double Vision and Ghost Images". All About Vision. Diakses tanggal 29 April 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 Mamalis, Christina; Patel, Bhupendra C.; Margolin, Edward (Desember 2019). Diplopia. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. PMID 28722934.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan