| Ajang kelicung | |
|---|---|
| Perangko Indonesia tahun 1997 | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Asteridae |
| Ordo: | Ericales |
| Famili: | Ebenaceae |
| Genus: | Diospyros |
| Spesies: | D. macrophylla |
| Nama binomial | |
| Diospyros macrophylla | |
| Sinonim[1] | |
Ajang kelicung (Diospyros macrophylla) adalah nama sejenis pohon kerabat kayu hitam (marga Diospyros), anggota suku Ebenaceae. Pohon ini merupakan tumbuhan khas Indonesia khususnya Nusa Tenggara Barat.[2] Ajang kelicung di daerah NTB dikenal dengan sebutan kayu kelicung.[2]
Status Perlindungan
Keberadaan ajang kelicung di Nusa Tenggara Barat saat ini sudah hampir punah.[2] Awalnya tanaman ini tumbuh liar di hutan yang terletak di Pulau Lombok dan Sumbawa.[3] Penebangan secara liar yang terjadi secara terus menerus menyebabkan populasi ajang kelicung makin menyusut.[3] Selain karena penebangan liar, menurunnya populasi ajang kelicung karena pertumbuhan tanaman ini sangat lambat sehingga saat dibududayakan juga lama tumbunya.[3] Mahalnya harga kayu ajang kelicung membuat kayu ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga banyak yang ingin menjualnya.[3]
Penggunaan

Sebagai flora identitas Indonesia dari Nusa Tenggara Barat, Ajang kelicung pernah digunakan sebagai gambar pada perangko tempel yang ada di Indonesia.[2] Tumbuhan ini juga digunakan sebagai flora identitas dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.[2] Tanaman ajang kelicung sering dimanfaatkan bagian kayunya.[2] Kayu ajang kelicung memiliki kualitas yang bagus yaitu kuat dan pola serat kayunya juga indah.[2] Kayu ajang kelicung dimanfaatkan untuk membuat aneka mebel seperti kursi, lemari, dan meja.[2] Pembuatan kusen, jendela, pintu, jembatan, dan kapal juga sering menggunakan kayu jenis ini.[2] Masyarakat setempat memanfaatkan kayu ini untuk membuat berbagai kerajinan tangan seperti patung dan ukiran.[2]
Habitat
Tempat hidup ajang kelicung adalah di daerah tepi sungai, dengan tanah datar tetapi tidak tergenang air.[4] Tanaman ini juga hidup di daerah dengan tanah liat, tanah masir, dan berbatu yang ada di hutan asli.[4] Persebaran ''species'' ajang kelicung tersebar hampir ke seluruh pulai besar di Indonesia yaitu ke Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.[4] Tanaman identitas NTB tersebut hidup pada ketinggian 5 sampai 800 meter di atas permukaan laut.[4]
Deskripsi
Batang
Pohon ajang kelicung dapat mencapai tinggi 46 meter dengan diameter batang 60 meter.[4] Kulit pohon ajang kelicung berwarna merah cokelat dan kayunya berwarna putih bersih.[4] Ajang kelicung termasuk tanaman dengan batang bercabang, cabang tanaman ini antara 9 sampai 30 meter.[4] Bagian batang kadang-kadang juga tumbuh akar papan dengan panjang mencapai satu setengah meter.[4]
Daun
Daun ajang kelicung termasuk daun tunggal karena setiap tangkai hanya menyokong satu helai daun.[5] Daun ajang kelicung berbentuk bulat memanjang atau jorong.[5] Ukuran helaian daun ajang kelicung ialah 7–35 cm X 3,5–19 cm.[5] Permukaan daun berwarna hijau dan bagian bawah daun terdapat bulu-bulu halus.[5] Sistem pertulangan daun dari tumbuhan ini adalah menyirip.[6]
Bunga dan buah

Bunga ajang kelicung berwarna putih serta memiliki bau yang harum.[7] Pohon ini biasa berbunga saat bulan April hingga Oktober.[7] Buah ajang kelicung berbentuk agak bulat, berwarna kemerah-merahan dengan ukuran 5-6,5 X 5-7,5 cm.[7] Pohon Ajan kelicung termasuk berumah dua (dioecious) artinya bunga jantan dan betina berada di dua pohon berbeda.
Referensi
- 1 2 "Diospyros macrophylla". World Checklist of Selected Plant Families (WCSP). Royal Botanic Gardens, Kew. Diarsipkan dari asli tanggal Mei 6, 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "Kayu Kelicung Maskot NTB Terancam Punah". Harian Sinar Harapan. 18 Maret 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-08. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
- 1 2 3 4 "Kayu Hitam (Diospyros macrophylla)". Inaturalist. 2012. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 "AJAN KELICUNG". Kementrian lingkungan hidup. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-08. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
- 1 2 3 4 "Diospyros macrophylla Blume". Asian Plant. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
- ↑ "Diospyros macrophylla A.Chev". The Plant List. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
- 1 2 3 "Key To The Javanese Woods On The Basis Of Anatomical Features". Hindrik Haijo Janssoniu. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
| Diospyros macrophylla |
|
|---|---|