Jumat, 16 Oktober 2026
07:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Ajang kelicung

Ajang kelicung

Jenis pohon

Bagikan:
Ajang kelicung
250px-Stamp_of_Indonesia_-_1997_-_Colnect_254202_-_Flora_and_Fauna_-_Diospyros_macrophylla.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perangko Indonesia tahun 1997
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Ericales
Famili: Ebenaceae
Genus: Diospyros
Spesies:
D. macrophylla
Nama binomial
Diospyros macrophylla
Sinonim[1]
  • Diospyros cystopus Miq.
  • Diospyros pachycalyx Merr.
  • Diospyros phyllomegas Steud.
  • Diospyros suluensis Merr.

Ajang kelicung (Diospyros macrophylla) adalah nama sejenis pohon kerabat kayu hitam (marga Diospyros), anggota suku Ebenaceae. Pohon ini merupakan tumbuhan khas Indonesia khususnya Nusa Tenggara Barat.[2] Ajang kelicung di daerah NTB dikenal dengan sebutan kayu kelicung.[2]

Status Perlindungan

Keberadaan ajang kelicung di Nusa Tenggara Barat saat ini sudah hampir punah.[2] Awalnya tanaman ini tumbuh liar di hutan yang terletak di Pulau Lombok dan Sumbawa.[3] Penebangan secara liar yang terjadi secara terus menerus menyebabkan populasi ajang kelicung makin menyusut.[3] Selain karena penebangan liar, menurunnya populasi ajang kelicung karena pertumbuhan tanaman ini sangat lambat sehingga saat dibududayakan juga lama tumbunya.[3] Mahalnya harga kayu ajang kelicung membuat kayu ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga banyak yang ingin menjualnya.[3]

Penggunaan

250px-Stamps_of_Indonesia%2C_043-10.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perangko tempel bergambar hewan dan tumbuhan khas Indonesia

Sebagai flora identitas Indonesia dari Nusa Tenggara Barat, Ajang kelicung pernah digunakan sebagai gambar pada perangko tempel yang ada di Indonesia.[2] Tumbuhan ini juga digunakan sebagai flora identitas dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.[2] Tanaman ajang kelicung sering dimanfaatkan bagian kayunya.[2] Kayu ajang kelicung memiliki kualitas yang bagus yaitu kuat dan pola serat kayunya juga indah.[2] Kayu ajang kelicung dimanfaatkan untuk membuat aneka mebel seperti kursi, lemari, dan meja.[2] Pembuatan kusen, jendela, pintu, jembatan, dan kapal juga sering menggunakan kayu jenis ini.[2] Masyarakat setempat memanfaatkan kayu ini untuk membuat berbagai kerajinan tangan seperti patung dan ukiran.[2]

Habitat

Tempat hidup ajang kelicung adalah di daerah tepi sungai, dengan tanah datar tetapi tidak tergenang air.[4] Tanaman ini juga hidup di daerah dengan tanah liat, tanah masir, dan berbatu yang ada di hutan asli.[4] Persebaran ''species'' ajang kelicung tersebar hampir ke seluruh pulai besar di Indonesia yaitu ke Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.[4] Tanaman identitas NTB tersebut hidup pada ketinggian 5 sampai 800 meter di atas permukaan laut.[4]

Deskripsi

Batang

Pohon ajang kelicung dapat mencapai tinggi 46 meter dengan diameter batang 60 meter.[4] Kulit pohon ajang kelicung berwarna merah cokelat dan kayunya berwarna putih bersih.[4] Ajang kelicung termasuk tanaman dengan batang bercabang, cabang tanaman ini antara 9 sampai 30 meter.[4] Bagian batang kadang-kadang juga tumbuh akar papan dengan panjang mencapai satu setengah meter.[4]

Daun

Daun ajang kelicung termasuk daun tunggal karena setiap tangkai hanya menyokong satu helai daun.[5] Daun ajang kelicung berbentuk bulat memanjang atau jorong.[5] Ukuran helaian daun ajang kelicung ialah 7–35 cm X 3,5–19 cm.[5] Permukaan daun berwarna hijau dan bagian bawah daun terdapat bulu-bulu halus.[5] Sistem pertulangan daun dari tumbuhan ini adalah menyirip.[6]

Bunga dan buah

250px-Bunga_Jantan_Ajan_Kelicung_%28D.macrophylla%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bunga jantan Ajan Kelicung

Bunga ajang kelicung berwarna putih serta memiliki bau yang harum.[7] Pohon ini biasa berbunga saat bulan April hingga Oktober.[7] Buah ajang kelicung berbentuk agak bulat, berwarna kemerah-merahan dengan ukuran 5-6,5 X 5-7,5 cm.[7] Pohon Ajan kelicung termasuk berumah dua (dioecious) artinya bunga jantan dan betina berada di dua pohon berbeda.

Referensi

  1. 1 2 "Diospyros macrophylla". World Checklist of Selected Plant Families (WCSP). Royal Botanic Gardens, Kew. Diarsipkan dari asli tanggal Mei 6, 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "Kayu Kelicung Maskot NTB Terancam Punah". Harian Sinar Harapan. 18 Maret 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-08. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
  3. 1 2 3 4 "Kayu Hitam (Diospyros macrophylla)". Inaturalist. 2012. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 "AJAN KELICUNG". Kementrian lingkungan hidup. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-08. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
  5. 1 2 3 4 "Diospyros macrophylla Blume". Asian Plant. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
  6. ↑ "Diospyros macrophylla A.Chev". The Plant List. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
  7. 1 2 3 "Key To The Javanese Woods On The Basis Of Anatomical Features". Hindrik Haijo Janssoniu. Diakses tanggal 9 Mei 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan