Selasa, 22 September 2026
16:56 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Diolkos

Diolkos

Untuk upaya kuno memotong sebuah kanal melalui Tanah Genting Korintus, lihat Terusan Korintus.
250px-Istmo_de_Corinto_ESC_large_ISS011_ISS011-E-13188.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanah Genting dengan Terusan Korintus dekat tempat di mana diolkos membentang
250px-Battle_of_Delium_general_map-fr.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Posisi strategis Tanah Genting Korintus di antara dua laut

Diolkos (Δίολκος, dari bahasa Yunani διά, dia "menyeberang", dan ὁλκός, holkos "sarana pengangkutan perahu"[1]) adalah sebuah jalan kecil beraspal dekat Korintus di Yunani Kuno yang memungkinkan perahu dipindahkan melalui darat menyeberangi Tanah Genting Korintus. Jalan pintas ini memungkinkan kapal-kapal kuno menghindari pelayaran panjang dan berbahaya dari di Semenanjung Peloponnesos. Ungkapan "secepat orang Korintus", ditulis oleh pengarang drama jenaka Aristophanes, menunjukkan bahwa jalur lintasan tersebut merupakan pemahaman umum dan telah memperoleh reputasi karena kecepatannya.[2]

Fungsi utama Diolkos adalah pengangkutan barang, meskipun pada masa perang, Diolkos juga menjadi sarana yang disukai untuk mempercepat kampanye militer angkatan laut. Jalan raya sepanjang 6 km (3,7 mi) hingga 85 km (52,8 mi) merupakan bentuk sederhana dari transportasi rel,[3] dan beroperasi dari sekitar tahun 600 SM hingga pertengahan abad ke-1 M.[4] Skala di mana Diolkos menggabungkan kedua prinsip transportasi rel dan melalui daratan bagi kapal-kapal tetap unik di zaman kuno.[5]

Catatan kaki

  1. Liddell & Scott
  2. Hutchins, R. M: "Thesmophoriazusae", The Great Books of The Western World, N.Y: William Benton, pp. 647f.
  3. Lewis 2001, hlm. 8 & 15
  4. Verdelis 1957, hlm. 526; Cook 1979, hlm. 152; Drijvers 1992, hlm. 75; Raepsaet & Tolley 1993, hlm. 256; Lewis 2001, hlm. 11
  5. Lewis 2001, hlm. 15

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Diolkos.

37°56′59.95″N 22°57′40.61″E / 37.9499861°N 22.9612806°E / 37.9499861; 22.9612806

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan