Selasa, 27 Oktober 2026
17:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Dinasti Pandya

Dinasti Pandya

wangsa Tamil kuno di Madura Selatan

Bagikan:
Dinasti Pandya
Pāṇṭiya Pēraracu
Bendera Pandya Nadu
Bendera
Wilayah terluas Dinasti Pandya tahun 1290 di bawah Maravarman Kulasekara Pandyan I.
Wilayah terluas Dinasti Pandya tahun 1290 di bawah Maravarman Kulasekara Pandyan I.
Ibu kota
Bahasa resmiTamil
Sanskrit[3][4]
Agama
DemonimPandiyar
PemerintahanMonarki
• 560–590 CE
Kadungon
• 1613–1618 CE
Varagunarama
Era SejarahAbad Pertengahan
Didahului olehDigantikan oleh
krjKerajaan
Chola
Tenkasi Pandya
Madurai Nayak
ksrKekaisaran
Wijayanagara
kslKesultanan
Delhi
krjKerajaan
Jaffna
Sekarang bagian dariIndia
Sri Lanka

Dinasti Pandya, juga disebut sebagai Pandya dari Madurai, adalah dinasti Tamil kuno di India Selatan dan satu di antara tiga kerajaan besar Tamilakam, bersama Chera dan Chola. Berdiri sejak abad ke-3 SM hingga ke-4 M, dinasti ini melewati dua periode dominasi kekaisaran, abad ke-6 hingga ke-10 M, dan di era Pandya Akhir (abad ke-13 hingga ke-14 M). Pandya memerintah wilayah yang luas, termasuk wilayah India Selatan saat ini dan Sri Lanka utara sebagai negara bawahan yang tunduk pada Madurai.

Referensi

40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
  1. ↑ "Classical Indo-Roman Trade". Economic and Political Weekly (dalam bahasa Inggris). 48 (26–27). 2015-06-05.
  2. 1 2 Karashima, Noburu (2014). "The Fall of the Old States". Dalam Karashima, Noburu (ed.). A Concise History of South India: Issues and Interpretations. New Delhi: Oxford University Press. hlm. 173–74.
  3. ↑ Upinder Singh (2008). A History of Ancient and Early Medieval India: From the Stone Age to the 12th Century. Pearson Education India. hlm. 46. ISBN 978-81-317-1120-0. Kings of the Chola and Pandya dynasties also issued Tamil and bilingual Sanskrit–Tamil inscriptions.
  4. ↑ C. Sivaramamurti (1977). L'Art en Inde. H. N. Abrams. hlm. 60. ISBN 978-0-8109-0630-3. Thus the state language was Sanskrit whether the inscriptions were from the north or the south and whether the dynasty was Gupta, Vakatak[a], Vardhana, Maukhari, Pratihara, Paramara, Chandella, Pala, Sena, Gahadavala, Haihaya, Ganga, Pallava, Chola, Pandya, Chalukya, Rashtrakuta, or Vijayanagar[a]. Inscriptions were sometimes written in regional languages, but they invariably had a preface in Sanskrit.


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan