Sabtu, 26 September 2026
19:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Difa Bike

Difa Bike

perusahaan asal Indonesia

Difabel Community Indonesia
250px-Difabike.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
JenisPerusahaan swasta
IndustrITeknologi informasi
Transportasi
Didirikan11 Agustus 2020
Pendiri
  • Triyono
Wilayah yang dilayani
Jabodetabek
Yogyakarta
Tokoh kunci
  • Triyono[1](CEO)
PemilikDifabel Community Indonesia
Situs webwww.difabike.com

Difa Bike adalah sebuah aplikasi penyedia transportasi berbentuk ojek yang diinisasi dan dikemudikan oleh para difabel sekaligus ditujukan untuk para difabel pula.

Kebanyakan dari pengemudi adalah tunadaksa, yaitu mereka yang mengalami malafungsi pada salah satu bagian tubuhnya, namun masih bisa berjalan sebagaimana orang normal lainnya. Pelanggan Difa Bike juga kebanyakan adalah para difabel, seperti tunadaksa dengan alat bantu tongkat, kaki palsu, kursi roda, dan yang paling banyak adalah tunanetra.

Sejarah

Awal mula berdirinya Difa Bike berawal dari pengalaman pribadi Triyono yang merupakan pendiri Ojek Difa. Ia yang berdomisili di Yogyakarta pada waktu itu ditolak untuk melamar menjadi driver Gojek. Alasannya tentu saya, karena Triyono adalah seorang difabel tunadaksa.

Padahal, di dalam SOP atau ketentuan Gojek, tidak ada pelarangan bagi penyandang tunadaksa untuk menjadi driver. Triyono sendiri juga menuturkan bahwa sebagai seorang difabel, ia mengalami kesulitan untuk mencari pekerjaan, begitu pun teman-temannya sesama difabel.

Akhirnya, Difa Bike itu ia inisiasi selain untuk memudahkan sarana transportasi bagi para difabel, juga untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi difabel yang sering kali dipandang sebelah mata.[2]

Dalam memulai inisiatif, Triyono merekrut beberapa rekan-rekan difabel untuk bergabung. Sebelumnya, Difa Bike akan mengadakan beberapa pelatihan yang perlu diikuti oleh calon drivernya. Beberapa pelatihan yang diberikan antara lain, pelatihan tata berbicara yang baik dan sopan kepada penumpang, cara menaikkan dan menurunkan penumpang, hingga pelatihan berbicara dalam Bahasa Inggris.

Para pengemudi juga harus mengikuti pelatihan tentang menaiki sepeda motor yang sebelumnya telah dimodifikasi oleh Triyono dan rekan-rekannya. Apabila dikuantifikasikan, pelatihan tersebut kurang lebih memakan waktu sekitar 3 bulan. Triyono amat mewajibkan para pengemudi Difa Bike untuk mengikuti pelatihan tersebut, mengingat berhubungan dengan keselamatan dirinya dan penumpangnya.

Sementara itu, motor-motor yang disediakan oleh Triyono untuk pengemudi Difa Bike telah dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan pengemudi. Sebagai misal, pedal gas yang ada dipindah ke bagian tangan kanan pada motor matic atau dipindah ke sebelah kiri sesuai kebutuhan pengemudi. Motor modifikasi tersebut dengan demikian hanya dapat dipergunakan oleh satu orang karena desain yang dibuat juga menyesuaikan jenis disabilitas yang dialami oleh orang tersebut.

Lebih lanjut lagi, selain motor modifikasi, Difa Bike juga memberikan fasilitas lain berupa tempat untuk menaruh kursi roda bagi difabel yang menggunakan kursi roda. Difa Bike juga memberikan kursi roda di dalam motor modifikasi, sehingga difabel yang hendak bepergian tidak perlu susah payah membawa kursi rodanya sendiri. Pengemudi Ojek Difa akan mengantarkan para penumpang sesuai tempat dan waktu yang telah disepakati bersama. Tujuan utamanya tentu saja untuk menyediakan layanan transportasi yang ramah kepada penyandang disabilitas.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ https://swa.co.id/read/351153/triyono-hadirkan-solusi-transportasi-bagi-penyandang-disabilitas
  2. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-01. Diakses tanggal 2022-04-05.
  3. ↑ Yuliasti, Ajeng. 2017. Aksesibilitas Ojek Difa bagi DIfabel di Kota Yogyakarta. Skripsi. Program Studi Ilmu Administrasi Negara (Manajemen dan Kebijakan Publik) Universitas Gadjah Mada

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan