Rabu, 04 November 2026
10:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Diet mediterania

Diet mediterania

Bagikan:
250px-Balanced_Diet.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi diet mediterranean

Diet mediterranean (bahasa Inggris:Mediterranean diet) adalah salah satu cara diet modern untuk menggantikan teknik diet tradisional yang dinilai banyak membawa dampak negatif.[1] Ini dibuktikan dengan angka kematian akibat penyakit jantung koroner yang tergolong rendah di negara-negara Mediterania dibandingkan dengan negara industri lainnya.[1] Hal yang menyebabkannya adalah kebiasaan makan dan hidup mereka berbeda dengan negara-negara maju lainnya.[2]

Diet Mediteranean secara tradisional terdiri dari delapan komponen, yakni tingginya rasio lemak jenuh tunggal terhadap lemak jenuh ganda, tingkat konsumsi alkohol sedang, tingginya konsumsi buah polong, banyak konsumsi serealia, banyak konsumsi buah-buahan, banyak konsumsi sayuran, sedikit konsumsi susu dan produk susu, dan olahraga secara teratur.[2] Makin banyak komponen diet dijalani makin banyak keuntungan yang dicapai.[2] Meskipun keuntungan tersebut dapat disebabkan oleh banyaknya serat gizi dan antioksidan yang ada di dalam diet Mediterranean, penelitian mutakhir menunjukkan bahwa asam lemak tak jenuh tunggal (asam oleat) berperan penting dalam pencegahan penyakit jantung koroner.[2]

Referensi

  1. 1 2 WHO. 1988. Diet Mediterranean.
  2. 1 2 3 4 Trichopoulou. 2000.Mengenai Pengaruh Pola Makan yang Sehat.


Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan