Sabtu, 26 September 2026
21:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Diadokhoi

Diadokhoi

330px-Diadoch.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta kerajaan Diadochi dan lainnya sebelum perang Ipsus, circa 303 Sm.

The Diadokhoi (/daɪˈædəkaɪ/;[1] tunggal: Diadokhus; dari bahasa Yunani: Διάδοχοι Diadochoi, "para penerus") adalah para jendral rival, anggota keluarga, dan teman-teman dari Aleksander Agung yang bertarung satu sama lain demi mengambil alih kontrol atas Kekaisaran-nya Aleksander setelah kematiannya di tahun 323 SM. Perang-perang Diadokhoi menandai awal dari periode Hellenistik dari Laut Mediterania sampai Lembah Sungai Indus.

Sejumlah Diadokhoi yang ternama termasuk Ptolemaeus, Antigonus, Kassandros dan Seleucus sebagai yang terakhir tersisa pada akhir dari Perang-perang para penerus, masing-masing berkuasa di Mesir, Anatolia, Makedonia dan Persia.[2]

Referensi

  1. ↑ Wells, John C. (2008). Longman Pronunciation Dictionary (Edisi 3). Longman. ISBN 978-1-4058-8118-0.
  2. ↑ Chisholm 1911, p. 600.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan