Sabtu, 24 Oktober 2026
05:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Devasahayam Pillai

Devasahayam Pillai

Bagikan:
Beato
Devasahayam Pillai
ദേവസഹായം പിള്ള தேவசகாயம் பிள்ளை
250px-Devasahayam_Pillai_2a.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Devasahayam Pillai
Martir
Lahir(1712-04-23)23 April 1712
Palliyadi, Nattalam, Distrik Kanyakumari, Kerajaan Travancore
Meninggal14 Januari 1752(1752-01-14) (umur 39)
Aralvaimozhy, Kerajaan Travancore
Dihormati diGereja Katolik Ritus Latin
Beatifikasi2 Desember 2012, Gereja Santo Xaverius, Kottar, Tamil Nadu oleh Angelo Amato (atas perantara Benediktus XVI)
Tempat ziarahKatedral Santo Fransiskus Xaverius
Pesta14 Januari[1]
Bagian dari seri
Kekristenan di India
Kekristenan di India

Beato Devasahayam Pillai (bahasa Malayalam:ദേവസഹായം പിള്ള) (bahasa Tamil:முத்திப்பேறு பெற்ற தேவசகாயம் பிள்ளை) (23 April 1712 – 14 Januari 1752), yang lahir dengan nama Nilakanta Pillai di selatan India, adalah seorang awam yang dibeatifikasi dari gereja Katolik Latin. Lahir dalam sebuah keluarga Hindu pada abad ke-18, ia berpindah ke agama Kristen dan dianggap sebagai seorang martir dari kepercayaan Kristen.[2] Pillai adalah seorang pejahat dalam pemerintahan raja Travancore, Maharaja Marthanda Varma,[3][4] saat ia berada di bawah pengaruh komandan angkatan laut Belanda, Kapten hEustachius De Lannoy, yang menawarkannya untuk masuk kepercayaan Katolik.[5] Ia diyakini dibunuh oleh negara Travancore karena memegang kepercayaan Kristen-nya.[2][3]

Pada 2004, atas permintaan keuskupan Kottar, Dewan Uskup-Uskup Tamil Nadu (DUTN) dan Konferensi Uskup-Uskup Katolik India (KUKI) merekomendasikan Devasahayam Pillai untuk proses beatifikasi kepada Vatikan.[6] Beberapa kelompok Hindu menganggap inisiatif tersebut rendahan karena menganggap bahwa tidak ada bukti penganiayaan keagamaan di Travancore pada masa itu, dan menganggap bahwa Pillai dihukum mati karena menghasut.[7][8] Namun, dokumen-dokumen dari masa Devasahayam Pillai menunjukan bahwa perpindahan agama para pejabat pemerintahan ke agama Kristen tidak ditoleransi.[9]

Pada 28 Juni 2012, Paus Benediktus XVI menyuruh Kongregasi Sebab-Sebab Orang Suci untuk mengeluarkan dekrit yang mengakui kemartiran Devasahayam Pillai dan ia disebut sebagai "Venerabilis".[10]

Pada 2 Desember 2012, sebuah upacara beatifikasi dan deklarasi kemartiran diadakan di Nagercoil, keuskupan Kottar, selatan India, dipimpin oleh Angelo Cardinal Amato, Prefek Kongregasi Sebab-Sebab Orang Suci, bertindak sebagai delegasi kepausan. Devasahayam Pillai adalah orang awam pertama yang diangkat menjadi "Beato" di India (satu langkah sebelum diangkat menjadi Santo menurut Hukum Kanon Gereja Katolik).[11]

Biografi menurut tradisi Katolik Roma

Kehidupan awal

Devasahayam Pillai (dinamai Nilakanta Pillai saat lahir)[3] lahir dalam sebuah keluarga kasta Nair di Nattalam, sekarang distrik Kanyakumari, pada 23 April 1712.[12] Ayahnya Vasudevan Namboodiri, berasal dari Kayamkulam, sekarang di negara bagian Kerala, dan bekerja sebagai pendeta di Kuil Sri Adi Kesava Perumal, Thiruvattar, sekarang distrik Kanyakumari, Tamil Nadu. Ibunya Devaki Amma berasal dari Thiruvattar, distrik Kanyakumari. Berdasarkan pada tradisi matriakhal Nair pada masa itu, Devasahayam Pillai dibesarkan oleh paman pihak ayahnya dan diajarkan dengan kepercayaan dan tradisi Hindu.

Keluarga Devasahayam memiliki pengaruh dalam istana kerajaan Maharaja Marthanda Varma, raja Travancore, dan Devasahayam telah menjabat dalam istana kerajaan sejak muda.[13]: 12 

Lihat pula

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Devasahayam Pillai.

Referensi

  1. ↑ Terry Jones, Beato Devasahayam Pillai, Star Quest Production Network. Retrieved 4 December 2012.
  2. 1 2 Decrees of the Congregation for the Causes of Saints Diarsipkan 2015-09-24 di Wayback Machine, Syro Malabar Church, 1 July 2012. Retrieved 4 December 2012.
  3. 1 2 3 CBCI Diarsipkan 2004-02-18 di Wayback Machine report, The Hindu, 10 January 2004. Retrieved 27 Sept 2009.
  4. ↑ For a scientific study cf. "Towards a Historiography of Martyr Devasahayam," J. Rosario Narchison repr. in "India's Christian Heritage" Ed. O. L. Snaitang and George Menachery, CHAI, Bangalore, 2011, pp.135-145 with an exhaustive bibliography and details of primary sources.
  5. ↑ De Lannoy[pranala nonaktif permanen]
  6. ↑ "CBCI report". NewIndPress.com. 13 Januari 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 30 Agustus 2004. Diakses tanggal 27 September 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Balram Misra, "CBCI's claim challenged", Hindu Vivek Kendra, 1 February 2004. Retrieved 1 July 2013.
  8. ↑ Lay Martyr Devsagayam Pillai’s 300th Birth Anniversary Observed Diarsipkan 2014-05-12 di Wayback Machine, CBCI, 8 May 2012. Retrieved 1 July 2013.
  9. ↑ Paulinus a Sancto Bartholomaeo (1748-1806), Voyage to the East Indies, 1800 (original Italian, 1796). He writes: "The king of Travancore threatens with imprisonment and death every nobleman who shall quit his court to become a Christian, and who shall afterwards fall into his hands; and indeed Nilampulla, an officer of a noble family, was shot at Arampalli because he refused to renounce the religion of Jesus Christ. In the year 1787 I saw four Nayiris or noble Shudris, thrown into prison at Tiruvandaburam, because they would not apostasise from the Catholic Church." (pp. 207-208).
  10. ↑ "Vatican Decree on martyrdom of Devasahayam Pillai". Diarsipkan dari asli tanggal 13 Juli 2012. Diakses tanggal 5 November 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Church beatifies India's first 'lay' martyr, Business Standard, 2 December 2012. Retrieved 4 December 2012.
  12. ↑ Amalagiri Anthonymuthu, "Vedasatchi Devasahayam Pillai Virivaana Varalaaru" (Tamil), Nanjil Book Stall, Nagercoil, 1988, 3rd Edn.,2006, Page:15.
  13. ↑ Pushpa Raj P, "Devasahayam Pillai: The Martyr", Nanjil Book Stall, Nagercoil, 1988, 2nd Edn., 2005

Bacaan tambahan

  • The Nectar of the Gods, King Marthanda Varma and Devasahayam, A play in three acts, Gopikrishnan Kottoor, 2015Templat:Importance inline
  • Leita, Clement Joseph C. Martyrdom of Devasahayam. An Extract from the Report submitted to Pope Benedict XIV on the occasion of the Ad Limina Visit by Most Rev. Clement Joseph C. Leita, S.J., Bishop of Cochin, 15 November 1756. Canonization Committee, Diocese of Kottar, 2009.
  • National Symposium on Devasahayam Pillai. Department of History and Tourism & Historical Commission for the Cause of Martyr Devasahayam. Nagarkoil, 2008.
  • Mathavadiyan, A. Devasahayampilla Charthram. [Malayam. History of Devasahayam Pilla.] Trivandrum: City Press, 2006.
  • J. Rosario Narchison,"Towards a Historiography of Martyr Devasahayam," in "India's Christian Heritage" Ed. O. L. Snaitang and George Menachery, CHAI, Bangalore, 2011, pp. 135–145.
  • Ferroli, D. Jesuits in Malabar. Vol. II. Bangalore, 1951.
  • Ibrahim Kunhu, A.P. Marthanda Varma: The Rise of Modern Travancore. [Malayalam.] Thiruvananthapuram: Cultural Publications Department, Govt. of Kerala, 2005.
  • Kottukapally, Joseph. "Devasahayam Pilla: Convert, Apostle, Revolutionary, Martir [sic], I." Vidyajyoti Journal of Theological Reflection 76/1 (2012) 27-42.
  • Kottukapally, Joseph. "Devasahayam Pilla: Convert, Apostle, Revolutionary, Martyr, II." Vidyajyoti Journal of Theological Reflection 76/2 (2012) 108-120.
  • Narchison, Rosario J. Martyr Devasahayam. A Documented History. Nagarcoil: Canonization Committee, 2009.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan