Deoksinukleotida adalah salah satu unit penyusun (monomer) asam deoksiribonukleat (DNA), yang terdiri atas tiga komponen, yaitu gula deoksiribosa berkarbon lima, satu atau lebih gugus fosfat, dan satu basa nitrogen. Istilah "deoksi" merujuk pada ciri khas gula penyusunnya, yaitu deoksiribosa, yang kehilangan satu atom oksigen pada posisi karbon nomor 2(2') dibandingkan dengan ribosa pada ribonukleotida penyusun asam ribonukletodia (RNA).[1]
Struktur
Kelima atom karbon pada cincin deoksiribosa diberi penomoran 1′ hingga 5′. Basa nitrogen terikat pada karbon 1', sedangkan gugus fosfat terikat pada karbon 5'. Ikatan fosfodiester yang menghubungkan satu deoksinukleotida dengan deoksinukleotida berikutnya dalam untai DNA terbentuk antara gugus fosfat pada karbon 5' satu nukleotida dan gugus hidroksil pada karbon 3' nukleotida berikutnya, sehingga sintesis DNA selalu berlangsung dari arah 5' ke 3'.[2]
Jenis-jenis
Berdasarkan basa nitrogennya, terdapat empat jenis deoksinukleotida yang menyusun DNA: yang mengandung basa purin, yaitu adenina (membentuk deoksiadenosina monofosfat/dAMP), guanina (deoksiguanosina monofosfat/dCMP) dan timina (deoksitimidina monofosfat/dTMP).[3]
Berdasarkan jumlah gugus fosfat yang terikat, deoksinukleotida juga dibedakan menjadi bentuk monofosfat (dNMP), difosfat (dNDP), dan trifosfat (dNTP)—bentuk trifosfat inilah (dATP, dGTP, dCTP, dTTP) yang secara langsung digunakan sebagai substrat oleh enzim DNA polimerase dalam sintesis DNA.
Perbedaan dengan ribonukleotida
Perbedaan struktural utama terletak pada gugus hidroksil (-OH) di karbon 2' gula: ribonukleotida memiliki, sedangkan deoksinukleotida tidak. Ketiadaan gugus ini pada deoksinukleotida membuat untai DNA secara kimiawi lebih stabil dibandingkan RNA, salah satu alasan DNA lebih sesuai berfungsi sebagai penyimpan informasi genetik jangka panjang.
Kegunaan dalam bioteknologi
Deoksinukleotida trifosfat (dNTP) digunakan secara luas sebagai bahan baku dalam berbagai teknik biologi molekuler, termasuk reaksi berantai polimerase (PCR) dan sintesis cDNA. Turunannya, dideoksinukleotida trifosfat (ddNTP)—yang kehilangan gugus hidroksil pada karbon 3' selain karbon 2'—dimanfaatkan dalam metode pengurutan DNA Sanger untuk menghentikan pemanjangan rantai DNA secara selektif.[4]
- ↑ Deoxyribonucleic Acid (DNA)
- ↑ "Molecular Structure of Nucleic Acids: A Structure for Deoxyribose Nucleic Acid". Nature. 171 (1476–4687): 737–738. 25 April 1953. doi:10.1038.
{{cite journal}}:|first=tidak memiliki|last=; Periksa nilai|doi=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Watson, J.D. (1968). The double helix. Atheneum.
- ↑ Rose, Ray J (16 November 2024). "DNA and the Rise of Modern Biotechnology". Springer. Diakses tanggal 28 September 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)