Den Gamle By | |
Logo Den Gamle By | |
Den Gamle By | |
![]() | |
| Didirikan | 1914 (1914)[1] |
|---|---|
| Lokasi | Viborgvej 2, 8000 Aarhus, Denmark[2] |
| Koordinat | 56°09′33″N 10°11′26″E / 56.159173°N 10.190437°E / 56.159173; 10.190437 |
| Jenis | Museum terbuka |
| Pendiri | Peter Holm[3] |
| Direktur | Julie Rokkjær Birch[4] |
| Situs web | Situs web resmi |
Den Gamle By (secara harfiah berarti "Kota Lama") adalah museum terbuka di Aarhus, Denmark, yang menampilkan sejarah dan budaya perkotaan Denmark. Museum ini berada di kawasan Kebun Raya Aarhus dan berawal dari pemindahan sebuah bangunan bersejarah setelah Pameran Nasional Aarhus pada 1909. Den Gamle By dibuka untuk umum pada 1914 dan dikembangkan oleh Peter Holm.[1][3]
Den Gamle By sering dipandang sebagai salah satu pelopor museum terbuka yang berfokus pada sejarah kehidupan kota dan kota pasar, bukan hanya kehidupan pedesaan. Museum ini menyajikan lingkungan perkotaan melalui bangunan bersejarah, jalan, alun-alun, toko, bengkel, rumah, taman, dan fasilitas umum.[5]
Sejarah

Sejarah Den Gamle By berhubungan erat dengan Pameran Nasional Aarhus pada 1909. Salah satu bangunan yang ditampilkan dalam pameran tersebut adalah Borgmestergården, sebuah rumah wali kota bersejarah dari Aarhus. Setelah pameran berakhir, muncul gagasan untuk mempertahankan bangunan tersebut dan memindahkannya ke kawasan Kebun Raya Aarhus.[1][3]
Peter Holm, seorang guru, penerjemah, dan tokoh yang memiliki minat besar terhadap sejarah, berperan penting dalam menyelamatkan Borgmestergården. Ia mengupayakan agar bangunan tersebut dibongkar secara hati-hati, dipindahkan, dan didirikan kembali di lokasi baru. Museum yang kemudian berkembang di sekitar bangunan tersebut dibuka untuk umum pada 1914.[1][3]
Pada 1920-an, proyek tersebut diperluas dengan penambahan bangunan dari kota lain. Perkembangan ini mengubah Den Gamle By dari museum yang terutama berhubungan dengan sejarah lokal Aarhus menjadi museum yang merepresentasikan sejarah perkotaan Denmark secara lebih luas. Bangunan, perabot, peralatan, dan benda-benda bersejarah dikumpulkan dari berbagai daerah di Denmark.[1]
Peter Holm merupakan penggagas utama dan pemimpin penting dalam tahap awal perkembangan museum. Oleh karena itu, ia umumnya disebut sebagai pendiri Den Gamle By.[3]
Perkembangan modern
Sejak akhir abad ke-20, Den Gamle By memperluas cakupan koleksi dan interpretasinya dari kota pasar tradisional ke sejarah perkotaan Denmark pada abad ke-20 dan awal abad ke-21. Museum juga mengembangkan pendekatan yang lebih partisipatif, inklusif, dan berorientasi pada pengalaman pengunjung.[6]
Salah satu pengembangan utama adalah kawasan yang menggambarkan masyarakat Denmark pada 1974. Kawasan tersebut menampilkan kehidupan sehari-hari pada masa berkembangnya negara kesejahteraan, perubahan peran gender, bentuk-bentuk hunian baru, dan kehidupan keluarga serta komunitas setelah Perang Dunia II. Bagian-bagiannya dibuka secara bertahap sejak 2013 hingga 2016.[7]
Museum kemudian memperluas representasi sejarah hingga kehidupan urban pada awal abad ke-21. Jalan tahun 2014 menampilkan toko, tempat tinggal, fasilitas sehari-hari, serta kisah keluarga dan kelompok sosial yang beragam. Di dalamnya terdapat, antara lain, apartemen keluarga pelangi, pasangan lesbian dengan tiga anak, dan sebuah apartemen yang menggambarkan kehidupan perempuan lajang.[8]
Pada 2023, Den Gamle By membuka pintu masuk utama baru sebagai bagian dari pengembangan kawasan museum. Bangunan tersebut dirancang untuk menghubungkan kawasan museum dengan lingkungan kota modern dan Kebun Raya.[9]
Inklusi dan isu sosial
Den Gamle By mengembangkan program yang menggunakan museum sebagai sarana untuk melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Salah satu contohnya adalah The House of Memory, sebuah apartemen dan program yang berkaitan dengan pengalaman hidup orang dengan demensia. Program tersebut bertujuan membantu pengunjung dan pekerja sosial memahami kebutuhan serta pengalaman orang yang hidup dengan demensia.[6]
Museum juga mengembangkan kegiatan bagi anak-anak dan remaja dengan disabilitas serta kelompok masyarakat dengan latar belakang migrasi. Kegiatan tersebut dapat menggunakan pengalaman langsung, permainan peran, dan pendekatan partisipatif untuk menyampaikan sejarah.[6]
Dalam beberapa proyeknya, Den Gamle By memasukkan pengalaman kelompok minoritas dan kelompok sosial tertentu ke dalam narasi sejarah museum. Contohnya meliputi proyek tentang kehidupan orang tunawisma, keluarga Somalia di Denmark, pekerja migran asal Turki, dan mahasiswa asal Greenland.[6]
Periode sejarah
Den Gamle By menggambarkan sekitar 400 tahun sejarah Denmark melalui beberapa lingkungan perkotaan. Dalam materi pengunjungnya, museum terutama menampilkan empat titik waktu atau lingkungan sejarah: kota pasar lama, 1927, 1974, dan 2014.[5][2]
- Kota pasar lama: menggambarkan kota Denmark pada masa sebelum industrialisasi modern, termasuk rumah saudagar, bengkel pengrajin, toko, jalan berbatu, dan kehidupan kota pada periode yang berkaitan dengan masa Hans Christian Andersen.[10]
- Kawasan 1927: menggambarkan perubahan kehidupan perkotaan pada awal abad ke-20, termasuk perkembangan transportasi, komunikasi, iklan, toko, dan teknologi rumah tangga.[5]
- Kawasan 1974: menggambarkan masyarakat Denmark pada masa berkembangnya negara kesejahteraan, perubahan peran gender, kehidupan keluarga, dan bentuk-bentuk hunian baru.[7]
- Jalan tahun 2014: menggambarkan kehidupan urban Denmark pada awal abad ke-21 melalui toko, tempat tinggal, fasilitas umum, dan pengalaman berbagai kelompok masyarakat.[8]
Bangunan

Den Gamle By terdiri atas bangunan bersejarah yang dipindahkan dari berbagai wilayah Denmark. Dokumen European Museum Forum pada 2017 menyebut museum tersebut memiliki sekitar 85 rumah bersejarah yang dipindahkan dari berbagai daerah di Denmark.[7]
Bangunan-bangunan tersebut dipindahkan dan didirikan kembali untuk membentuk lingkungan perkotaan yang koheren. Di dalamnya terdapat rumah, toko, bengkel, gudang, kandang, taman, dan fasilitas lain yang memperlihatkan hubungan antara arsitektur, pekerjaan, perdagangan, dan kehidupan rumah tangga.
Beberapa bangunan utama di Den Gamle By antara lain Borgmestergården dari Aarhus, bangunan saudagar dari berbagai kota, Møntmestergården dari Kopenhagen, serta sejumlah bangunan yang berasal dari Aalborg dan daerah lain di Denmark.
Møntmestergården
Møntmestergården merupakan salah satu bangunan besar di Den Gamle By. Bangunan aslinya didirikan di Kopenhagen pada 1683 untuk pembuat koin kerajaan Gregorius Sessemann. Bangunan tersebut kemudian dibongkar dan didirikan kembali di Den Gamle By pada 2009 setelah proyek rekonstruksi yang berlangsung lebih dari satu dekade.[11][12]
Borgmestergården
Borgmestergården merupakan bangunan penting dalam sejarah Den Gamle By dan menjadi salah satu bangunan pertama yang dipindahkan ke lokasi museum. Bangunan ini berasal dari Aarhus dan ditampilkan sebagai bagian dari lingkungan sejarah kota pasar lama.[1][10]
Bangunan dan kompleks dari Aalborg
Den Gamle By juga memiliki beberapa bangunan yang berasal dari Aalborg. Bangunan-bangunan tersebut menjadi bagian dari proses perluasan museum dari museum sejarah lokal Aarhus menjadi museum yang menggambarkan sejarah perkotaan Denmark secara lebih luas.[1]
Pameran dan koleksi
Den Gamle By memiliki berbagai pameran dan koleksi yang tersebar di dalam lingkungan kota. Koleksinya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, kerajinan, desain, teknologi, tekstil, mainan, jam, dan benda-benda dari logam mulia.[2]
Koleksi dan pameran tersebut tidak hanya ditampilkan dalam ruang pamer tersendiri, tetapi juga ditempatkan di rumah, toko, bengkel, dan bangunan lain. Dengan cara ini, benda-benda museum dihubungkan dengan konteks kehidupan sehari-hari dan lingkungan sosial pada periode tertentu.
Museum juga menyelenggarakan pameran sementara, kegiatan tematik, demonstrasi kerajinan, tur berpemandu, dan program pendidikan.
Taman
Den Gamle By memiliki taman dan ruang terbuka yang berkaitan dengan bangunan serta periode sejarah yang ditampilkan. Taman tersebut membantu memperlihatkan hubungan antara kehidupan rumah tangga, perdagangan, hortikultura, dan ruang terbuka dalam sejarah perkotaan Denmark.[13]
Beberapa taman memiliki tema sejarah dan hortikultura tertentu, termasuk taman yang berkaitan dengan tanaman obat, kebun rumah tangga, serta tradisi pertamanan pada periode sebelumnya. Rincian mengenai masing-masing taman sebaiknya dirujuk pada halaman khusus museum karena nama, penataan, dan akses fasilitas dapat berubah.
Aktivitas
Den Gamle By menggabungkan bangunan bersejarah dengan toko, bengkel, restoran, taman, dan kegiatan partisipatif. Pengunjung dapat menjelajahi rumah dan toko, melihat demonstrasi kerajinan, mengikuti tur, serta mengikuti program musiman dan kegiatan tematik.[13]
Staf museum dan pemeran sejarah dalam beberapa program mengenakan pakaian yang sesuai dengan periode yang ditampilkan. Pendekatan tersebut membantu pengunjung memahami sejarah melalui pengalaman langsung dan interaksi dengan lingkungan museum.[2]
Museum juga menyediakan berbagai kegiatan budaya dan pendidikan yang dapat berubah sesuai musim, program, dan jadwal penyelenggaraan.
Informasi pengunjung
Den Gamle By menerima pengunjung sepanjang tahun, tetapi jam buka, harga tiket, dan program dapat berbeda menurut musim serta tanggal tertentu.[14]
Museum menyarankan pengunjung menyediakan waktu sekitar dua hingga tiga jam atau lebih untuk menjelajahi seluruh kawasan, tergantung pada jumlah bangunan, pameran, dan kegiatan yang ingin dikunjungi.[15]
Penghargaan
Den Gamle By merupakan salah satu kandidat European Museum of the Year Award 2017. Dokumen European Museum Forum menggambarkannya sebagai museum terbuka nasional yang berfokus pada sejarah dan budaya perkotaan.[7]
Pada 2026, Den Gamle By memenangkan European Museum of the Year Award. European Museum Forum menyebutnya sebagai museum terbuka nasional untuk sejarah dan budaya perkotaan di Aarhus, Denmark.[16]
Lihat pula
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 7 "Den Gamle By - I Aarhus - Danmarks Købstadmuseum". Lex (dalam bahasa Dansk). 2025-12-12. Diakses tanggal 2026-10-02.
- 1 2 3 4 "Den Gamle By". Den Gamle By (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 Oktober 2026.
- 1 2 3 4 5 "Peter Holm". Lex (dalam bahasa Dansk). 2025-03-31. Diakses tanggal 2026-10-02.
- ↑ "Julie Rokkjær Birch". dengamleby.dk (dalam bahasa Dansk). Diakses tanggal 2 Oktober 2026.
- 1 2 3 "Time travel through Danish history". Den Gamle By (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 Oktober 2026.
- 1 2 3 4 Ravn, Thomas Bloch (2017). "Updating Den Gamle By And Focusing On Being An Inclusive Museum". The Best in Heritage. Diakses tanggal 2 Oktober 2026.
- 1 2 3 4 "The candidates" (PDF). European Museum Forum (dalam bahasa Inggris). 2017. Diakses tanggal 2 Oktober 2026.
- 1 2 "2000-2014 Our time". Den Gamle By (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 Oktober 2026.
- ↑ "Den Gamle By - New main entrance". Archello (dalam bahasa Inggris). 2023-08-10. Diakses tanggal 2 Oktober 2026.
- 1 2 "1600-1900 The Old Market Town". Den Gamle By (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 Oktober 2026.
- ↑ "Møntmestergårdens historie 1683-2009". Den Gamle By (dalam bahasa Dansk). Diakses tanggal 2 Oktober 2026.
- ↑ "Møntmestergården". Lex (dalam bahasa Dansk). Diakses tanggal 2 Oktober 2026.
- 1 2 "Explore the town". Den Gamle By (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 Oktober 2026.
- ↑ "Tickets and opening hours". Den Gamle By (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 Oktober 2026.
- ↑ "Frequently asked questions". Den Gamle By (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 Oktober 2026.
- ↑ "The winners of EMYA2026 are announced!". European Museum Forum (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 Oktober 2026.
