Sabtu, 10 Oktober 2026
07:24 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Demensia frontotemporal

Bagikan:

Demensia frontotemporal (Bahasa Inggris: frontotemporal dementia, DFT) adalah gejala klinis dari degenerasi lobus frontotemporal. Kondisi ini ditandai oleh kerusakan neuron yang bersifat progresif yang mengenai terutama lobus frontal dan lobus temporal. Biasa 70% dari neuron spindle mengalami kerusakan, sedangkan neuron tipe lainnya tetap utuh.[1]

Prevalensi DFT adalah 20% dari demensia onset dini, tertinggi kedua setelah Penyakit Alzheimer.[2]

Tanda dan gejala DFT antara lain, adanya perubahan signifikan pada tingkah laku dan hubungan sosial, sikap apati, emosi yang tumpul, dan defisit bahasa ekspresif dan reseptif.

Referensi

  1. ↑ Gontkovsky, Samuel T.; Burack, Charles M. (2015). "The Socializing Brain: Understanding the Relationship Between Social Interactions and the Central Nervous SystemThe Socializing Brain: Understanding the Relationship Between Social Interactions and the Central Nervous System". PsycCRITIQUES. 6060 (1212). doi:10.1037/a0038948. ISSN 1554-0138.{{cite journal}}: line feed karakter dalam |title= pada posisi 86
  2. ↑ Snowden, Julie S.; Neary, David; Mann, David M. A. (2002-02). "Frontotemporal dementia". British Journal of Psychiatry (dalam bahasa Inggris). 180 (2): 140–143. doi:10.1192/bjp.180.2.140. ISSN 0007-1250.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan