Senin, 26 Oktober 2026
12:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung
Demam susu

Demam susu

Bagikan:
250px-Cow_%28Disney%27s_Animal_Kingdom%2C_2005%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Demam susu salah salah satunya menyerang sapi

Demam susu adalah penyakit yang terjadi pada sapi, babi dan domba yang disebabkan olah gangguan metabolisme.[1] Penyakit ini menyerang sapi yang memiliki produktivitas tinggi, terutama mereka yang mendapat asupan protein tinggi.[1] Demam ini muncul biasanya tiga hari setelah hewan tersebut beranak.[1] Namun, dalam beberapa kasus penyakit ini menyerang pula hewan yang hendak melahirkan.[1] Penyebabnya adalah perubahan cepat dalam keseimbangan kalsium.[1] Kalsium darah tidak mampu memenuhi kebutuhan mendadak yang diperlukan untuk memproduksi susu.[1] Gejala yang muncul pada hewan yang terserang demam susu adalah tidak lincah, kesulitan bergerak, dan tidak dapat berjalan tegak.[2] Biasanya hewan yang terserang juga tidak memiliki nafsu makan.[1] Gejala selanjutnya adalah hewan ini akan pingsan. Cara untuk mencegah demam susu adalah memberikan asupan mineral, kalsium, fosfor dan garam yang seimbang.[1] Di sekitar kehamilan dan melahirkan hewan ini perlu juga diberi vitamin C.[1] Suntikan boroglukonat berguna untuk mengobati demam susu.[1]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Hassan Sadhily. Ensiklopedi Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve. hlm. 782.
  2. ↑ "BEF pada sapi". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-14. Diakses tanggal 12 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan