Sabtu, 31 Oktober 2026
14:06 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Deklarasi Pillnitz

Deklarasi Pillnitz

Bagikan:
250px-Pillnitzer_Deklaration.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pertemuan di Puri Pillnitz pada tahun 1791. Lukisan minyak oleh J. H. Schmidt, 1791.

Deklarasi Pillnitz merupakan sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada tanggal 27 Agustus 1791 di Istana Pillnitz, Sachsen antara kaisar Leopold II dan raja Friedrich Wilhelm II dari Prusia.

Negosiasi ini membahas pertanyaan Polandia[1] (lihat Pemisahan Polandia) dan pertempuran antara Kekaisaran Romawi Suci dan Kesultanan Utsmaniyah.

Setelah Louis XVI gagal melarikan diri dan ditangkap di Varennes, Kaisar Leopold II mengusulkan konferensi untuk memeriksa cara-cara untuk menyelamatkan kerajaan Prancis.

Hal ini mengarah ke sebuah konvensi yang mengandung seluruh koalisi yang kemudian dibentuk melawan Republik Pertama Prancis.

Konsekuensi

Majelis Nasional Prancis menafsirkan deklarasi itu berarti bahwa Leopold akan mendeklarasikan perang. Prancis radikal yang menyerukan perang, seperti Jacques Pierre Brissot, menggunakannya sebagai alasan untuk mendapatkan pengaruh dan menyatakan perang pada tanggal 20 April 1792, yang mengarah ke Kampanye 1792 di Pertempuran Revolusi Prancis.[2]

Catatan

  1. ↑ Cf. Templat:Article.
  2. ↑ Thomas Lalevée, « National Pride and Republican grandezza: Brissot’s New Language for International Politics in the French Revolution », French History and Civilisation (Vol. 6), 2015, pp. 66-82.

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:

Media terkait Declaration of Pillnitz di Wikimedia Commons

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan