Jumat, 23 Oktober 2026
06:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Deklarasi Moskow

Bagikan:

Deklarasi Moskow adalah empat deklarasi yang ditanda tangani selama Konferensi Moskow III pada 30 Oktober 1943. Deklarasi tersebut dapat dibedakan dari Komunike yang dikeluarkan setelah Konferensi Moskow IV. Deklarasi ini ditanda tangani oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikar, Britania Raya, Uni Sovietdan Repblik Tiongkok. Empat deklarasi yang ditanda tangani adalah: Deklarasi Empat Negara mengenai Keamanan Umum, Deklarasi tentang Italia, Deklarasi tentang Austria, dan Deklarasi tentang Kekejaman.[1]

Deklarasi

Deklarasi Empat Negara mengenai Keamanan Umum

Di Deklarasi bersama Empat-Bangsa, Deklarasi, pemerintah Amerika Serikat, Inggris Raya, Uni Soviet, dan Nasionalis Cina, sesuai dengan Deklarasi oleh PBB pada bulan Januari 1942, dan deklarasi selanjutnya untuk melanjutkan pertempuran terhadap blok poros yang mereka masing-masing perang sampai mereka menyerah dengan penyerahan tanpa syarat. Mereka juga menyadari perlunya membentuk organisasi internasional (PBB), yang didasarkan pada prinsip persamaan kedaulatan dari semua negara yang cinta damai, dan keanggotaan yang terbuka untuk semua negara-negara, untuk pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional.

Deklarasi Italia

Pada Deklarasi Italia, Sekretaris Luar Negeri dari Amerika Serikat, Inggris dan Uni Soviet menyatakan bahwa fasisme dan pengaruhnya harus benar-benar hancur dan bahwa orang-orang italia harus diberikan kesempatan untuk membangun pemerintahan dan lembaga-lembaga lain yang didasarkan pada prinsip-prinsip demokrasi.

Deklarasi Austria

Pada Deklarasi Austria, Sekretaris Luar Negeri dari Amerika Serikat, Inggris dan Uni Soviet menyatakan bahwa aneksasi / pendudukan (Anschluss) Jerman atas Austria adalah batal dan tidak berlaku. Hal Ini menjadikan Austria merdeka setelah kemenangan atas Nazi Jerman.

"Pemerintah Inggris Raya, Uni Soviet dan Amerika Serikat sepakat bahwa Austria adalah negara jajahan Nazi yang harus bebas pertama kali.

"Mereka menganggap aneksasi/pendudukan yang dikenakan Jerman atas Austria pada tanggal 15 Maret 1938 menjadi batal demi hukum. Mereka menganggap diri mereka sama sekali tidak terikat oleh perubahan yang terjadi di Austria sejak tanggal tersebut. Mereka menyatakan bahwa mereka ingin melihat kembali berdiri Austria sebagai negara bebas dan mandiri, dan dengan demikian membuka jalan bagi orang-orang Austria sendiri, serta orang-orang di negara-negara tetangga yang menghadapi masalah yang sama, untuk menemukan bahwa keamanan politik dan ekonomi yang merupakan satu-satunya dasar untuk perdamaian yang abadi.

"Austria juga memiliki tanggung jawab atas partisipasi dalam perang di sisi Nazi Jerman, dan pasti ada konsekuensi yang harus Austria tanggung atas keputusan mereka tersebut."[2]

Deklarasi tentang Kekejaman

Deklarasi tentang Kekejaman yang ditandatangani oleh Presiden AS Franklin D. Roosevelt, Perdana Menteri Inggris Winston Churchill dan Pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin. Mereka mencatat bahwa "bukti kekejaman, pembantaian dan pembunuhan masal berdarah dingin sedang dilakukan oleh pasukan Hitler di banyak negara-negara yang mereka kuasai dan dari sana mereka sekarang sedang terus diusir". Mereka kemudian menyatakan bahwa orang-orang Jerman akan dikirim kembali ke negara-negara di mana mereka telah melakukan kejahatan mereka dan "dihakimi di tempat orang-orang yang mereka telah marah". Adapun orang-orang Jerman yang tindak pidananya tidak memiliki lokalisasi geografis tertentu, mereka akan dihukum dengan keputusan bersama dari pemerintah Sekutu.

Dalam Pernyataan pada Kekejaman yang sebagian besar disusun oleh Winston Churchill,[3] dan mengarah pada pembentukan Komisi Penasehat Eropa yang merancang Piagam London.

Referensi

  1. ↑ United Nations Documents 1941-1945. Oxford University Press for the Royal Institute Of International Affairs. 1946.
  2. ↑ http://www.ibiblio.org/pha/policy/1943/431000a.html
  3. ↑ Tehran Conference: Tripartite Dinner Meeting Diarsipkan 2006-06-29 di Wayback Machine November 29, 1943 Soviet Embassy, 8:30 PM
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan