Kamis, 29 Oktober 2026
18:35 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Degu gunung

Bagikan:

Degu gunung (Octodontomys gliroides) adalah spesies hewan pengerat dalam famili Octodontidae yang berasal dari kawasan pegunungan dan daerah kering di bagian barat Amerika Selatan, terutama di Argentina dan Chile. Spesies ini merupakan satu-satunya anggota genus Octodontomys dan dikenal karena kemampuannya beradaptasi terhadap lingkungan berbatu dengan vegetasi yang jarang.[1]

Degu gunung menghuni daerah berketinggian sekitar 1.000 hingga lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut. Hewan ini hidup di celah-celah batu, lereng pegunungan, dan semak belukar kering yang menyediakan perlindungan dari predator serta kondisi cuaca yang ekstrem.[2]

Taksonomi

Degu gunung termasuk dalam ordo Rodentia dan famili Octodontidae, yaitu kelompok hewan pengerat yang sebagian besar ditemukan di Amerika Selatan.

Deskripsi

Degu gunung memiliki panjang tubuh sekitar 17–22 sentimeter dengan ekor sepanjang 10–15 sentimeter. Berat tubuhnya berkisar antara 150 hingga 300 gram, meskipun dapat bervariasi bergantung pada umur dan kondisi lingkungan.

Tubuhnya diselimuti bulu berwarna abu-abu kecokelatan hingga cokelat pucat yang membantu kamuflase di lingkungan berbatu. Bagian bawah tubuh biasanya berwarna lebih terang. Ekor ditutupi bulu halus dengan ujung yang sedikit lebih lebat.

Mata berukuran relatif besar, sedangkan telinganya membulat dan cukup panjang. Kaki belakang berkembang baik sehingga memudahkan hewan ini memanjat batu dan bergerak cepat di medan yang terjal.

Persebaran

Spesies ini tersebar di wilayah pegunungan Andes bagian tengah, terutama di:

Persebarannya mencakup daerah berbatu, lembah pegunungan, padang semak kering, serta kawasan gurun pegunungan.

Habitat

Habitat utama degu gunung adalah daerah berbatu dengan vegetasi yang jarang. Hewan ini sering ditemukan di celah batu, gua kecil, dan lereng berbatu yang memberikan perlindungan dari predator.

Daerah yang dihuni umumnya memiliki curah hujan rendah, suhu yang berfluktuasi antara siang dan malam, serta ketersediaan tumbuhan yang terbatas.

Perilaku

Degu gunung merupakan hewan yang aktif pada pagi dan sore hari, meskipun aktivitasnya dapat berubah bergantung pada suhu lingkungan. Individu biasanya hidup secara soliter atau dalam kelompok kecil.

Hewan ini memanfaatkan celah batu sebagai tempat berlindung dan membangun sarang dari rumput kering, ranting kecil, serta dedaunan.

Makanan

Sebagai hewan herbivor, degu gunung memakan berbagai jenis tumbuhan, seperti:

  • Rumput
  • Daun
  • Tunas muda
  • Biji
  • Semak
  • Kaktus tertentu

Kemampuannya memanfaatkan vegetasi yang sedikit memungkinkan spesies ini bertahan hidup di habitat yang kering.

Reproduksi

Musim kawin biasanya berlangsung pada musim semi hingga awal musim panas. Masa kebuntingan berlangsung sekitar tiga bulan, dan seekor induk dapat melahirkan satu hingga lima anak.

Anak-anak lahir dengan kondisi relatif berkembang, telah memiliki bulu, dan mampu membuka mata dalam waktu singkat setelah dilahirkan.

Predator

Beberapa predator alami degu gunung meliputi:

  • Burung pemangsa
  • Rubah Andes
  • Kucing liar
  • Ular

Kamuflase warna tubuh dan kebiasaan bersembunyi di celah batu menjadi mekanisme utama untuk menghindari pemangsa.

Status konservasi

Menurut IUCN, Octodontomys gliroides diklasifikasikan sebagai spesies dengan status Risiko Rendah (Least Concern/LC). Meskipun demikian, degradasi habitat akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim berpotensi memengaruhi populasi lokal di beberapa wilayah.[3]

Penelitian

Degu gunung menjadi objek penelitian dalam bidang ekologi, fisiologi, dan adaptasi mamalia terhadap lingkungan pegunungan yang kering. Penelitian mengenai spesies ini memberikan informasi penting mengenai evolusi hewan pengerat Amerika Selatan dan strategi adaptasi terhadap perubahan lingkungan.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "The IUCN Red List of Threatened Species". International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 20 Juli 2026.
  2. ↑ "Animal Diversity Web". University of Michigan Museum of Zoology. Diakses tanggal 20 Juli 2026.
  3. ↑ "The IUCN Red List of Threatened Species". International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 20 Juli 2026.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan