Rabu, 07 Oktober 2026
23:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Defisiensi fosfor

Bagikan:
Kondisi medis dan botani akibat kurangnya fosforTemplat:SHORTDESC:Kondisi medis dan botani akibat kurangnya fosfor
Defisiensi fosfor
SpesialisasiEndokrinologi, Nutrisi

Defisiensi fosfor adalah salah satu kondisi gangguan tanaman yang terjadi akibat kekurangan pasokan unsur fosfor. Fosfor dalam hal ini merujuk pada garam fosfat (PO3−4), monohidrogen fosfat (HPO2−4), dan dihidrogen fosfat (H2PO−4). Anion-anion tersebut mudah saling berkonversi, dengan spesies dominan ditentukan oleh pH larutan atau tanah. Fosfat berperan penting dalam biosintesis materi genetik serta pembentukan ATP, yang esensial bagi kehidupan. Kekurangan fosfor dapat diatasi dengan pemberian sumber fosfor seperti tepung tulang, fosfat alam, pupuk kandang, maupun pupuk fosfat.[1]

Pada Manusia (Hipofosfatemia)

Dalam dunia medis, kekurangan fosfor dalam darah disebut sebagai hipofosfatemia. Fosfor sangat penting untuk pembentukan tulang, gigi, produksi energi (ATP), dan struktur DNA.[2]

Gejala dan Penyebab

Kekurangan fosfor yang parah dapat menyebabkan kelemahan otot, nyeri tulang (osteomalasia), hingga gangguan saraf. Penyebab utamanya meliputi malnutrisi berat, alkoholisme kronis, atau gangguan pada ginjal yang menyebabkan pembuangan fosfat berlebih.[3]

Pada Tumbuhan

Dalam pertanian, fosfor adalah nutrisi makro utama yang dibutuhkan untuk pertumbuhan akar dan pembungaan.

Gejala

Pada tanaman, fosfor (P) dianggap sebagai unsur hara paling penting kedua setelah nitrogen untuk menjaga kesehatan dan fungsi. Fosfor digunakan oleh tanaman dalam berbagai proses seperti fotofosforilasi, transfer genetik, transportasi nutrien, dan membran sel fosfolipid.[4] Di dalam sel tanaman, fungsi-fungsi ini sangat penting; misalnya pada fotofosforilasi, pembentukan energi yang tersimpan pada tanaman merupakan hasil reaksi kimia yang melibatkan fosfor. Fosfor juga merupakan komponen molekuler utama dalam reproduksi genetik. Ketika fosfor hadir dalam jumlah yang tidak memadai, proses genetik seperti pembelahan sel dan pertumbuhan tanaman akan terganggu. Oleh karena itu, tanaman yang kekurangan fosfor dapat mengalami pematangan lebih lambat dibandingkan tanaman dengan kadar fosfor yang cukup. Pertumbuhan terhambat akibat defisiensi fosfor telah dikaitkan dengan ukuran daun yang lebih kecil dan jumlah daun yang lebih sedikit.[5] Defisiensi fosfor juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam penyimpanan karbohidrat. Fotosintesis, fungsi utama sel tanaman yang menghasilkan energi dari cahaya matahari dan air, biasanya tetap berlangsung normal pada kondisi kekurangan fosfor. Namun, pemanfaatan fosfor dalam fungsi sel cenderung melambat. Ketidakseimbangan laju ini pada tanaman yang kekurangan fosfor menyebabkan penumpukan karbohidrat berlebih di dalam tanaman. Penumpukan karbohidrat ini sering terlihat dari penggelapan warna daun. Pada beberapa tanaman, perubahan pigmen daun akibat proses ini dapat membuat daun berwarna ungu tua.[6]

Gejala Visual

Tumbuhan yang kekurangan fosfor sering menunjukkan warna ungu pada daun tua akibat penumpukan antosianin. Selain itu, pertumbuhan tanaman akan menjadi kerdil karena terhambatnya pembelahan sel.[7]

Referensi

  1. ↑ Scherer, Heinrich W. (2000). "Fertilizers". Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry. Weinheim: Wiley-VCH. doi:10.1002/14356007.a10_323.pub3.
  2. ↑ Gaasbeek, A.; Meinders, A. E. (2005). "Hypophosphatemia: an update on its etiology and treatment". The American Journal of Medicine. 118 (10): 1094–1101. doi:10.1016/j.amjmed.2005.02.014.
  3. ↑ "Phosphorus: Fact Sheet for Health Professionals". National Institutes of Health. Diakses tanggal 2026-01-31.
  4. ↑ International Plant Nutrition Institute (1999). "Functions of phosphorus in plants". Better crops with plant food. 83 (1): 6–7.
  5. ↑ Zambrosi, F. C. B.; Ribeiro, R. V.; Marchiori, P. E. R.; Cantarella, H.; Landell, M. G. A. (2014). "Sugarcane performance under phosphorus deficiency: physiological responses and genotypic variation". Plant and Soil. 386 (1): 273–283.
  6. ↑ [butuh rujukan]
  7. ↑ Marschner, Petra (2012). Marschner's Mineral Nutrition of Higher Plants. Academic Press. ISBN 978-0123849052.

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan