Rabu, 21 Oktober 2026
15:21 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Deferen dan episiklus

Deferen dan episiklus

Bagikan:
Ada usul agar artikel ini digabungkan ke Episiklus. (Diskusikan) Diusulkan sejak Mei 2025.
Deferen dan Episiklus
250px-Ptolemaic_deferent_and_epicycle_taking_into_account_the_three_centres.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenis objekModel orbit planet dalam astronomi kuno
Data pengamatan
(Epos J2000)
Deklinasi

Deferen dan episiklus adalah konsep dalam model astronomi kuno yang digunakan untuk menjelaskan pergerakan planet yang kompleks di langit. Konsep ini diperkenalkan dan dikembangkan oleh astronom Yunani kuno, terutama dalam model geosentris yang disempurnakan oleh Klaudius Ptolemaeus pada abad ke-2 Masehi.[1]

Definisi

  • Deferen adalah lingkaran besar yang menjadi jalur utama planet mengelilingi Bumi dalam model geosentris.
  • Episiklus adalah lingkaran kecil yang mengelilingi deferen, di mana planet bergerak sepanjang episiklus tersebut.

Model deferen dan episiklus digunakan untuk menjelaskan gerak retrograde planet, yaitu saat planet tampak bergerak mundur di langit dari perspektif Bumi.

Sejarah

Model ini dikembangkan untuk mempertahankan pandangan geosentris bahwa Bumi adalah pusat alam semesta sambil menjelaskan variasi kecepatan dan arah gerak planet yang diamati.[2] Model deferen dan episiklus menjadi standar dalam astronomi Barat hingga munculnya model heliosentris oleh Copernicus.

Pengaruh

Model ini merupakan langkah penting dalam sejarah astronomi karena memungkinkan prediksi posisi planet dengan akurasi yang cukup baik untuk zamannya, walaupun secara konsep sudah keliru karena menempatkan Bumi sebagai pusat.[3]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Toomer, G. J. (1998). Ptolemy's Almagest. Princeton University Press. Hal. 123–130.
  2. ↑ North, John (2008). Cosmos: An Illustrated History of Astronomy and Cosmology. University of Chicago Press. Hal. 87–95.
  3. ↑ Gingerich, Owen (1973). "The Role of Ptolemy in the Copernican Revolution". Journal for the History of Astronomy, Vol. 4, No. 1, Hal. 11–17.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan