Selasa, 13 Oktober 2026
18:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Dederuk jawa

Dederuk jawa

spesies burung

Bagikan:
Dederuk jawa
250px-Streptopelia_dusumieri%2C_feral%2C_Saipan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di Saipan berada di Pulau Mariana
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
S. bitorquata
Nama binomial
Streptopelia bitorquata
(Temminck, 1809)
Artikel takson sembarang

Dederuk jawa (Streptopelia bitorquata) adalah spesies burung dalam famili Columbidae. Spesies ini mempunyai distribusi yang terputus-putus. Dapat ditemukan di Filipina[1] dan Kepulauan Indonesia dari Jawa hingga Timor Leste, tetapi tidak ada di Kalimantan atau Sulawesi. Ia juga telah berintroduksi hingga Guam dan Kepulauan Mariana Utara, kendati populasi di Guam telah berkurang dengan terjadinya introduksi ular pohon cokelat. Habitat alam dederuk jawa adalah hutan dataran rendah subtropis atau hutan dataran rendah tropis yang lembap dan hutan bakau subtropis atau hutan bakau tropis.[1]

Deskripsi Badan dan Suara

Burung ini memiliki tubuh berukuran sekitar 30 cm, berekor panjang dengan warna bulu cokelat kemerah-jambuan. Mirip Tekukur biasa. Perbedaan antara tekukur biasa dengan dederuk jawa adalah warna kepala yang lebih abu-abu, terdapat bercak hitam pada sisi leher dengan tepi putih. Bagian tengah membujur bulu ekor berwarna cokelat. Kedua sisi bulu ekor berwarna abu-abu dengan tepi agak putih. Burung ini memiliki iris berwarna jingga, paruh hitam dengan pangkal merah, kaki merah keunguan.[1]

Burung ini menyuarakan bunyi "kru-kruuu... kwok".[2] Terkadang sebelum berbunyi dengan suara tersebut, biasanya burung ini mengeluarkan suara seperti "tertawa" terlebih dahulu apabila dikelompokkan dengan sesamanya. Setelah itu burung ini mengangguk-anggukan badannya ke sesamanya sambil bersuara demikian sebagai tanda berinteraksinya.

Perilaku

Burung ini sering mengunjungi tempat-tempat terbuka seperti di pedesaan dekat hutan terutama di hutan mangrove dengan ketinggian hingga 600 mdpl. Ia juga dapat ditemui saat beristirahat pada pohon-pohon kecil, makan di daerah terbuka di atas permukaan tanah, berpasangan atau dalam kelompok-kelompok kecil.[2]

Dederuk jawa tergolong hewan omnivora.[butuh rujukan] Makanan utamanya ialah biji-bijian, biji rumput dan bunga.[3] Jenis biji-bijian yang dimakannya antara lain biji jagung, biji beras, biji beras merah, biji kacang dan biji kacang hijau. Ia terkadang sering dijumpai memakan sesuatu yang tak biasa seperti pasir, tanah, batu, batu bata atau mengikis tembok yang retak. Hal itu dilakukan burung tersebut untuk melancarkan pencernaannya. [butuh rujukan]

Penggunaan

Dederuk jenis ini dipergunakan sebagai fauna identitas Kabupaten Bantul. Adapun juga, dederuk jawa dalam Bahasa Jawa artinya puter.[4] Burung ini juga sering digunakan dalam acara pertunjukan sulap tradisional, terutama yang berwarna putih.

Bahasa Lain

Galeri

Referensi

  1. 1 2 3 http://www.bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_dederuk_jawa.htm[pranala nonaktif permanen]
  2. 1 2 "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-03. Diakses tanggal 2012-02-05.
  3. ↑ Mustari, Abdul Haris (Desember 2020). Biodiversitas di Kampus IPB University: Mamalia, Burung, Amfibi, Reptil, Kupu-kupu dan Tumbuhan. Bogor: PT Penerbiti IPB Press. hlm. 131. ISBN 978-623-256-259-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ "fauna identitas kota dan kabupaten di Yogyakarta". 19 Oktober 2010. Diakses tanggal 4 Februari 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 4 5 Lepage, Denis. "Dederuk Jawa (Streptopelia bitorquata) (Temminck, 1809)". Avibase-the world bird database. Diakses tanggal 4 Februari 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan