Jumat, 09 Oktober 2026
08:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Deddy Luthan

Bagikan:
Deddy Luthan
Lahir(1951-04-25)25 April 1951
Meninggal10 Juli 2014(2014-07-10) (umur 63)
Jakarta
AlmamaterLembaga Pendidikan Kesenian Jakarta
PekerjaanSeniman, pengajar
Dikenal karenaKoreografer
Pasangan menikahElly D. Luthan
AnakPanji Danan Setiawan, Satwika Galuh Wardani, dan Dimas Panji Nurfadilah
Orang tuaLuthan Madjid

Hendrawanto Panji Akbar Luthan atau yang dikenal dengan Deddy Luthan (25 April 1951 – 10 Juli 2014) adalah seorang koreografer tari asal Indonesia. Ia merupakan pengelola sekaligus pemimpin kelompok tari Deddy Luthan Dance Company.

Kehidupan

Deddy lahir dari pasangan orang tua yang berasal dari Minangkabau.[1] Ayahnya, Luthan Madjid, adalah seorang aktivis politik dan pengusaha penerbitan.

Ia menikah dengan Elly D. Luthan. Bersama Elly, Deddy Luthan telah dikaruniai tiga orang anak, yaitu Panji Danan Setiawan, Satwika Galuh Wardani, dan Dimas Panji Nurfadilah.[2]

Sebelum masuk ke LPKJ (Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta) di Taman Ismail Marzuki, Deddy sempat kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.[3] Ia menyelesaikan pendidikannya pada Jurusan Tari di LPKJ pada tahun 1979.

Sebelum menjadi pelatih, ia pernah menjadi penari. Sebagai penari ia melawat ke beberapa negara, antara lain Australia, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Jepang, Kanada, dan Hongkong. Dalam berkarya, ia selalu memasukkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bentuk tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat.

Selain menjadi koreografer, saat ini ia juga mengajar di Institut Kesenian Jakarta, dan menjabat sebagai Ketua Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta.[4]

Deddy Luthan meninggal dunia pada 10 Juli 2014 di Jakarta akibat penyakit yang dideritanya. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan.[5]

Karya

  • Gerak Dalam Magi dan Tali-Tali (1973)
  • Si Madu Gombak, kreasi dari tari Minang (1974)
  • Hypolutos, kreasi dari tari Dayak (1975)
  • Indang, kreasi dari tari Minang (1976)
  • Nadi, kreasi dari tari Bali (1977)
  • Petutung Peka, kreasi dari tari Dayak (1978)
  • Brabah Indang, kreasi dari tari Minang (1979)
  • Bancah Sunua, kreasi dari tari Minang (1980)
  • Barabah Randai, kreasi dari tari Minang (1980)
  • Awan Bailau I, kreasi dari tari Minang (1982)
  • Cindua Mato, kreasi dari tari Minang (1983)
  • Piriang Simarantang, kreasi dari tari Minang (1984)
  • Nadi, kreasi dari tari Minang (1984)
  • Awan Bailau II, kreasi dari tari Minang (1984)
  • Nan Tongga, kreasi dari tari Minang (1985)
  • Kerudung Asap (1987)
  • Kadung Dadi Gandrung Wis (1990)
  • Gandrung Salatun (1992)
  • Iki Buru Gandrung (1994)
  • Gandrung Blambangan (1997)
  • Gandrung Eng Tay
  • Ketika Anggrek Hitam Berbunga (2002)
  • Rijog, Pasir yang Sunyi (2004)
  • Tanah yang Hilang (2007)

Pranala luar

Catatan kaki

  1. ↑ LPKJ menari "rakyat", Majalah Tempo, 27 November 1976
  2. ↑ "Tarian Hutan Dedy Lutan" Kompas.com, 14-05-2014. Diakses 11-12-2014.
  3. ↑ kelola.or.id[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ dkj.or.id[pranala nonaktif permanen]
  5. ↑ "Seniman Tari Dedy Lutan Telah Tiada" Kompas.com, 11-07-2014. Diakses 11-12-2014.


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan