Minggu, 25 Oktober 2026
08:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Decet Romanum Pontificem

Decet Romanum Pontificem

Bagikan:
250px-Decet_Romanum_Pontificem.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Decet Romanum Pontificem
330px-Karl_Aspelin-Luther_uppbr%C3%A4nner_den_p%C3%A5fliga_bullan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Martin Luther membakar salinan bula Exsurge Domine, lukisan karya Karl Aspelin

Decet Romanum Pontificem (frasa Latin yang berarti "Sudah Sewajarnya Bagi Imam Besar Roma") adalah bula yang dikeluarkan pada tanggal 3 Januari 1521 oleh Paus Leo X untuk mengekskomunikasi Martin Luther dan beberapa orang rekan sejawatnya, terutama Andreas Karlstadt, lantaran menolak menarik kembali empat puluh satu butir pernyataan dari sembilan puluh lima dalil yang dikemukakan Martin Luther, sesuai dengan amanat bula Exsurge Domine.[1] Martin Luther sudah membakar salinan Exsurge Domine yang diterimanya pada tanggal 10 Desember 1520 di Gapura Elster, Wittenberg, untuk menunjukkan tanggapannya. Judul Decet Romanum Pontificem diambil dari tiga kata pertama isi bula itu.[2]

Setidaknya terdapat dua Bulla kepausan yang lain lagi dengan nama Decet Romanum Pontificem: yang satu bertanggal 23 Februari 1596 dikeluarkan oleh Paus Klemens VIII, dan yang satu lagi bertanggal 12 Maret 1622 dikeluarkan oleh Paus Gregorius XV.

Kesudahan

Jelang berakhirnya abad ke-20, pihak-pihak Lutheran yang berdialog dengan Gereja Katolik meminta agar ekskomunikasi ini dicabut, tetapi Kuria Roma menanggapi permintaan itu dengan pernyataan bahwa praktik Kuria Roma adalah mencabut ekskomunikasi atas orang-orang yang masih hidup. Roland Bainton, di dalam prakata bertajuk "Here I Stand after a Quarter of a Century" untuk edisi tahun 1978 dari biografi Martin Luther yang disusunnya, menyimpulkan: "saya bahagia bahwa Gereja Roma telah memperbolehkan pembicaraan untuk menghapus hukuman ekskomunikasi terhadap Martin Luther. Hal ini mungkin baik untuk dilakukan. Dia sama sekali bukan seorang ahli bidat. Dia mungkin lebih tepat disebut, seperti yang pernah dibahasakan oleh seseorang, sebagai 'pemberontak yang setengah hati'".[3]

Rehabilitasi Martin Luther pernah ditolak oleh Vatikan, "Desas-desus bahwa Vatikan siap untuk merehabilitasi Martin Luther, pemimpin Reformasi Protestan abad ke-16, adalah tanpa dasar," kata juru bicara Vatikan, imam Yesuit Federico Lombardi.

Rujukan

Kutipan

  1. ↑ Doak 2006, hlm. 12.
  2. ↑ Papal Encyclicals Online (3 Januari 1521). "The Bull "Decet Romanum Pontificem" – Leo X Excommunicates Martin Luther – Rome, 1521 January 3rd". Diakses tanggal 30 Oktober 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Bainton, Roland (1978). Here I Stand: A Life of Martin Luther (Edisi Festival). Nashville, TN: Abingdon Press. hlm. 13. ISBN 9780687168941.

Sumber kutipan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan