Minggu, 01 November 2026
15:46 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Debby Nasution

Bagikan:
Ini adalah nama Mandailing, marganya adalah Nasution.
Debby Nasution
Lahir
Debi Murti Nasution

(1956-03-12)12 Maret 1956
Meninggal15 September 2018(2018-09-15) (umur 62)
Jakarta, Indonesia
Tempat peristirahatan terakhir
Tempat Pemakaman Umum Pasir Putih, Depok[1]
Nama lainDebbie Nasution
Pekerjaan
Masa aktif1971–2018
Pasangan menikah
​
​
(m. 1996;meninggal 2018)​
Orang tuaSaidi Hasjim Nasution (bapak)
KeluargaKeenan Nasution (kakak)
Karier musik
Genre
Instrumen

Debi Murti Nasution (12 Maret 1956 – 15 September 2018), lebih dikenal sebagai Debby Nasution adalah seorang musikus dan penyanyi Indonesia keturunan Batak, Sumatera Utara.[2] Ia merupakan salah satu dari keluarga musisi Nasution bersaudara serta merupakan anggota awal dari beragam grup musik Indonesia seperti Barong's Band dan Gank Pegangsaan.[3]

Karier

Debby Nasution mengawali kariernya lewat bergabung dengan grup musik The Bumpee's, sebelum kemudian membentuk The Young Gipsy bersama Oding pada tahun 1971.[4] Pada tahun 1973, ia bergabung secara singkat dengan grup musik God Bless, yang mana ia bertahan hingga tahun 1975.[4]

Pada tahun 1975, Debby bergabung sebagai kibordis dalam grup musik Barong's Band. Ia berkontribusi dalam pembuatan dua album Barong's Band, yang mana ia berperan besar dalam pembuatan album kedua; pada album kedua, ia menyusun berbagai aransemen musik bersama Eros Djarot serta menulis satu lagu berjudul "Negara Kita". Dalam album tersebut, ia mengambil pengaruh dari komponis klasik Johann Sebastian Bach dalam permainan organ dan piano.[5]

Selama akhir tahun 1970-an, ia terlibat secara besar sebagai pemain instrumen dan penata musik dari berbagai album Indonesia, seperti album jalur suara Badai Pasti Berlalu dan Lomba Cipta Lagu Remaja masing-masing pada tahun 1977 dan 1979. Album Badai Pasti Berlalu dinobatkan sebagai album Indonesia terbaik sepanjang masa oleh majalah Rolling Stone Indonesia pada edisi #32 terbitan Desember 2007.[6]

Pada tahun 1989, ia bersama Keenan, Harry Sabar, Harry Minggoes, Fariz R.M., Molly Gagola serta Sitoresmi Prabuningrat mendirikan grup musik Gank Pegangsaan dan merilis album Palestina, dengan lagu "Dirimu" menjadi hit,[7] sebelum kemudian merilis dua album lagi yaitu Palestina II dan Kerusuhan. Pada tahun 2017, Debby menjadi anggota grup musik Giant Step dan merilis album Life's Not the Same.[8]

Kematian

Debby Nasution meninggal pada tanggal 15 September 2018, diduga diakibatkan oleh serangan jantung, setelah mengisi ceramah di Masjid Al-Ikhlas Cipete Selatan, Cilandak.[1]

Diskografi

Solo

  • Buah Hati (1982)

Referensi

  1. 1 2 Wirastama, Purba (16 September 2018). "Adhyaksa Dault hingga Eros Djarot Antar Debby Nasution ke Peristirahatan Terakhir". Medcom.id. Diakses tanggal 4 Februari 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ developer, medcom id (2018-09-15). "Debby Nasution, Dari Gank Pegangsaan hingga Dunia Dakwah". medcom.id. Diakses tanggal 2026-01-19.
  3. ↑ Alunan Nusantara (2021-02-04). "Nasution Bersaudara dan Pesona Musik Indonesia". AMI Awards. Diakses tanggal 2026-01-29.
  4. 1 2 "Debby Nasution Tak Henti Bermusik Setelah Menjadi Tokoh Agama". Tempo.co. 17 September 2018. Diakses tanggal 4 Februari 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Ginting 2009, hlm. 158.
  6. ↑ "150 Album Indonesia Terbaik". Rolling Stone Indonesia. No. 32. Jakarta: JHP Media. Desember 2007.
  7. ↑ Nugroho, Kelik M (2016). Buku Almanak Musik Indonesia 2005-2015. Jakarta: Insan Cendikia Madani. ISBN 978-602-73654-0-7.
  8. ↑ ""Evil War" dan Kehidupan Baru GIANT STEP". Musikeras.com. 6 Juni 2017. Diakses tanggal 4 Februari 2025.
Daftar pustaka

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan