Kamis, 22 Oktober 2026
20:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Debat Valladolid

Bagikan:

Debat Valladolid (1550-1551) membahas perlakukan terhadap para penduduk asli Amerika di Benua Baru. Debat yang diadakan di kota Valladolid, Spanyol, ini menampilkan dua sikap utama yang bertentangan dalam hal kolonialisasi bangsa Eropa di Benua Amerika. Biarawan Dominikan dan uskup Chiapas, Bartolomé de las Casas, berargumen bahwa Amerindians (sebutannya untuk para penduduk asli Amerika) adalah orang-orang yang merdeka di dalam tatanan alam semesta dan berhak atas perlakukan yang sama dengan umat manusia lainnya sesuai dengan teologi Katolik.[1] Di pihak lain rekannya sesama rohaniwan Dominikan, Juan Ginés de Sepúlveda, yang bersikukuh bahwa orang-orang Indian adalah budak alami, dan oleh karenanya pengurangan hak mereka ke dalam perbudakan adalah suatu hal yang sejalan dengan teologi Katolik dan hukum alam.[1] Baik Las Casas maupun Sepúlveda nantinya sama-sama menyatakan mereka yang memenangkan perdebatan, tetapi tidak ada satu pun catatan resmi yang mendukung pernyataan mereka tersebut, dan perdebatan itu sendiri tidak memiliki pengaruh yang jelas terhadap perlakuan pada para penduduk asli tersebut.[2]

Referensi

  1. 1 2 Crow, John A. The Epic of Latin America, 4th ed. University of California Press, Berkeley: 1992.
  2. ↑ Hernandez, "The Las Casas-Sepúlveda Controversy: 1550-1551" Diarsipkan 2008-09-24 di Wayback Machine.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan