Selasa, 22 September 2026
02:20 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Debasement

Debasement adalah praktik merendahkan nilai mata uang. Praktik tersebut biasanya dilakukan berkenaan dengan uang komoditas seperti koin emas atau perak. Koin dikatakan debased jika kadar emas, perak, perunggu atau nikel dikurangi.

Contoh

Contohnya, nilai denarius dalam mata uang Romawi secara bertahap berkurang sepanjang waktu saat pemerintah Romawi mengubah ukuran dan kadar perak dari sebuah koin. Awalnya, perak yang digunakan nyaris murni, dengan berat sekitar 4.5 gram. Dari waktu ke waktu, nilainya berkurang. Pada masa dinasti Julio-Claudia, Denarius memiliki kadar sekitar 4 gram perak, dan kemudian berkurang menjadi 3.8 gram di bawah masa pemerintahan Nero. Denarius makin berkurang ukuran dan kemurniannya, sampai pada paruh kedua dari abad ketiga, kabarnya hanya sekitar 2% perak, dan digantikan oleh Argenteus.[1]

Karena peningkatan kekayaan, kekaisaran Wijayanagara mengeluarkan koin emas dalam jumlah besar. Harihara-I dan Bukka (pendiri kekaisaran Wijayanagara di India Selatan) mencetak koin-koin emas menggunakan emas debased. Fanam emas (sebuah jenis dari koin) dan turunan-turunannya dicetak untuk media transaksi akhir.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. "Archived copy". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-28. Diakses tanggal 2015-12-01.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
  2. http://www.forumancientcoins.com/india/vijayngr/vij_coinage.html


Ikon rintisan

Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan