Selasa, 20 Oktober 2026
16:22 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Dawet ayu

Dawet ayu

minuman tradisional Indonesia

Bagikan:
Dawet Ayu Banjarnegara
250px-Es_dawet_ayu_banjarnegara.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dawet Ayu
Nama lainCendol Banjarnegara
Tempat asalIndonesia
DaerahBanjarnegara, Jawa Tengah
Suhu penyajianDingin
Bahan utamaTepung beras, Tapioka, Pandan wangi, Santan, Gula aren

Dawet Ayu adalah minuman khas dari Kabupaten Banjarnegara. Dawet Ayu mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional. Es Dawet Ayu asli khas Banjarnegara lezat serta segar dan sangat cocok diminum pada cuaca panas, es dawet dapat diminum panas ataupun dingin dengan menambahkan es batu. Rasanya yang segar serta manis dengan campuran gula jawa asli, inilah keistimewaan serta keunikan minuman tradisional khas Banjarnegara yang satu ini.[1]

Etimologi

Asal-usul nama dawet ayu terdapat beberapa versi, diantaranya:

Versi pertama

Ketua Dewan Kesenian Banjarnegara Tjundaroso mengatakan, dawet Banjarnegara menjadi terkenal awalnya dari lagu yang diciptakan seniman Banjarnegara bernama Bono berjudul ”Dawet Ayu Banjarnegara”. Pada tahun 1980-an, lagu dipopulerkan kembali oleh grup seni calung dan lawak Banyumas, Peang Penjol, yang terkenal di Karesidenan Banyumas pada era 1970-1980-an. Sejak itu kebanyakan orang di Keresidenan Banyumas mengenal dawet asal Banjarnegara dengan julukan dawet ayu. Lirik lagunya sederhana, tetapi mengena. Lagu bercerita tentang seorang adik yang bertanya kepada kakaknya mau piknik ke mana? Jangan lupa beli dawet Banjarnegara yang segar, dingin, dan manis.[butuh rujukan]

Versi kedua

Ada cerita lain lagi soal kemunculan nama dawet ayu. Ahmad Tohari mengatakan, berdasarkan cerita tutur turun-temurun, ada sebuah keluarga yang berjualan dawet sejak awal abad ke-20. Generasi ketiga pedagang itu terkenal karena cantik. Maka, dawet yang dijual pun disebut orang sebagai dawet ayu.[butuh rujukan]

Versi ketiga

Keterangan Tohari sejalan dengan keterangan tokoh masyarakat Banyumas, Kiai Haji Khatibul Umam Wiranu. Menurut Wiranu, nama dawet ayu muncul dari pedagang yang bernama Munardjo. Istrinya cantik[2] sehingga dawetnya disebut dawet ayu. Kini istri Munardjo masih hidup, dan tinggal di Kelurahan Rejasa Banjarnegara.[butuh rujukan]

Cara membuat

Untuk membuat minuman legendaris yang berasal dari Banjarnegara, diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:[1][3]

Membuat candil dawet

  1. Siapkan wadah, lalu satukan tepung beras sebanyak 100 gram dengan 50 gram tepung tapioka. Tambahkan 50 ml air, lalu aduk hingga campuran menjadi licin dan tidak menyisakan butiran kasar.
  2. Untuk menghadirkan wangi khas sekaligus warna hijau, masukkan satu sendok teh pasta pandan. Apabila tidak tersedia, gunakan pewarna hijau alami lainnya sebagai pengganti.
  3. Tuang campuran tersebut melalui saringan agar teksturnya benar-benar lembut. Proses ini penting agar hasil akhirnya terasa lebih halus dan elastis saat disantap.
  4. Rebus 1 liter air sampai mendidih. Setelah air bergolak, kecilkan nyala api, lalu tuangkan adonan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk agar tidak saling menempel dan membentuk gumpalan.
  5. Biarkan hingga adonan berubah menjadi kental dan membentuk butiran kecil. Segera angkat, lalu masukkan ke dalam air dingin atau air es agar proses pendinginan berhenti dan teksturnya tetap kenyal.

Membuat pemanis gula jawa

  1. Campurkan 250 gram gula jawa pilihan dengan 250 ml air, lalu aduk sampai gula benar-benar meleleh dan menyatu dengan udara.
  2. Setelah itu, saring cairan tersebut untuk memecah kotoran maupun sisa ampas. Langkah ini membantu menghasilkan sirup yang lebih bersih dan tampak jernih.
  3. Panaskan kembali larutan gula hingga mendidih dan teksturnya sedikit mengental. Perebusan ini membuat sirup lebih pekat serta tahan disimpan lebih lama.
  4. Jika sudah mencapai kekentalan yang diinginkan, angkat dari kompor dan biarkan hingga suhu turun sebelum dipakai.

Membuat santan

  1. Siapkan satu buah kelapa muda, lalu parut dagingnya dan peras hingga diperoleh kurang lebih 200 ml santan yang kental.
  2. Panaskan santan tersebut sebentar sampai hampir mendidih agar lebih tahan lama dan tidak cepat basi. Hindari merebus terlalu lama agar santan tidak pecah.
  3. Setelah itu, biarkan santan hingga dingin sebelum dituangkan sebagai pelengkap dawet.

Penyajian

  1. Ambil gelas untuk penyajian, lalu tuangkan larutan gula jawa secukupnya sebagai lapisan dasar.
  2. Tambahkan dawet yang sebelumnya telah direndam dalam air es ke dalam gelas tersebut.
  3. Setelah itu tuangkan santan kental di atasnya hingga merata.
  4. Minuman Dawet Ayu Banjarnegara pun siap disantap dalam keadaan dingin agar terasa lebih segar.

Perbedaan

Jika es dawet jepara menggunakan sagu aren, maka sedikit berbeda dengan es dawet ayu khas Banjarnegara yang menggunakan tepung beras dan tepung beras ketan.[butuh rujukan]

Galeri

  • Seorang pedagang dawet ayu
    Seorang pedagang dawet ayu.
  • Dawet ayu yang terbuat dari cendol, beras, santan kelapa, Gula, dan es
    Dawet ayu yang terbuat dari cendol, beras, santan kelapa, Gula, dan es.
  • Es Dawet Ayu Banjarnegara versi Cekek
    Es Dawet Ayu Banjarnegara versi Cekek
  • Gerobak motor dawet ayu banjarnegara
    Gerobak motor dawet ayu banjarnegara

Lihat pula

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik masakan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan