Jumat, 23 Oktober 2026
09:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Dataran gigir

Bagikan:
60px-Project_Translation_inspection_logo1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari Hinterland di en.wikipedia.org. Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan.
(Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel)

Daratan gigir ialah daratan atau daerah yang berletak di belakang pesisir atau tepian sungai. Istilah ini secara khusus diterapkan untuk daerah pedalaman yang terletak di belakang pelabuhan dan didaku oleh negara yang memiliki pesisir tersebut. Daratan gigir merupakan kawasan pelabuhan tempat produk-produk dikirim ke pelabuhan untuk pengapalan. Istilah ini juga merujuk pada kawasan yang melingkari kotamadya atau kecamatan.

Lahan dari daratan gigir biasanya sangat layak untuk dikelola karena kondisi tanah yang datar dan kesuburan tanah yang baik. Kedua kondisi ini disebabkan oleh lokasi sumber mata air yakni sungai. Banyak kota sepanjang masa didirikan dan dirancang di sekitar perairan seperti sungai, danau, laut, samudra, arus kecil, teluk, kanal, rawa, bendungan, dan selat. Karena salah satu kebutuhan pokok manusia adalah air.

Asal-mula kata dan penggunaan

Istilah hinterland berasal dari Jerman, yang secara harfiah berarti "tanah di belakang" (sebuah kota, pelabuhan, atau serupa lainnya),[1] dengan istilah serumpun dalam bahasa Inggris hind land.[2] Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1888 oleh George Chisholm dalam karyanya berjudul Handbook of Commercial Geography (Buku Panduan Geografi Komersial).[3] Dalam bahasa Jerman kata ini kadang-kadang juga menggambarkan bagian dari negara yang hanya dihuni beberapa orang dengan prasarana yang belum berkembang, walaupun istilah Provinz (sama dengan "provinsi") lebih umum. Kiasan langsung dalam bahasa Inggris adalah "pedalaman" atau "pedesaan". Lihat pula Semak Alaska (Bush of Alaskan) dan Daerah Pedalaman (Outback) dalam penggunaan di Australia.

Daratan gigir juga berarti daerah pedesaan sekitar daerah tangkapan perkotaan (urban catchment) kota-kota besar atau pengumpulpusatan kota (city agglomeration). Hal ini dicirikan dengan jumlah penduduk dan prasarana yang kurang padat. Dalam penggunaan pengapalan, sebuah pelabuhan pedalaman adalah daerah yang melayani, tibabandar (import) dan nyahbandar (export). Ukuran pedalaman dapat bergantung pada bumiwacana, tetapi juga pada kemudahan, kecepatan, dan biaya pengangkutan antara pelabuhan dan pedalaman.[4]

Menurut kiasan, daerah di sekitar suatu jasa sebagaimana pelanggan tertarik padanya, juga disebut kawasan pasar.

Daratan gigir diterapkan juga ke daerah sekitar jajahan Eropa bekas di Afrika, yang meskipun bukan bagian dari jajahan itu sendiri, dipengaruhi oleh jajahan.

Dalam bidang lain istilah ini umum diterapkan, terutama kepada sang pemimpin Inggris, dalam pembicaraan tentang kedalaman dan luasnya pengetahuan perseorangan (individual knowledge) tentang hal-hal lain (atau tuna-ilmu (lack of thereof)), khususnya dari kegiatan budaya, pendidikan tinggi (academic), seni, sastra dan mualamat. Misalnya, orang bisa mengatakan, " X memiliki daratan gigir (baca: pedalaman pengetahuan) yang luas ", atau " Y tidak memiliki daratan gigir " (baca: pedalaman pengetahuan). Penyebaran penggunaan ini biasanya terhibahkan (credited) oleh Denis Healey (Menteri Pertahanan 1964-1970 dan Menteri Keuangan Britania Raya 1974-1979) dan istrinya Edna Healey, awalnya dalam adakait (context) kurangnya dari pedalaman pengetahuan mantan Perdana Menteri Margaret Thatcher.[5]

Rujukan

  1. ↑ Hinterland Diarsipkan 2012-02-19 di Wayback Machine - pons.eu, Kamus Daring Pons
  2. ↑ Hind -..... etymonline.com.se Kamus Asal-mula Istilah Daring
  3. ↑ Pengartian istilah hinterland di Encyclopædia Britannica, britannica.com
  4. ↑ Allan Woodburn, Keberkaitan daerah gigir dengan pelabuhan[pranala nonaktif permanen], unece.org, January 23, 2009. Accessed 2009.10.01.
  5. ↑ See, for example, Ulasan dari Roy Hattersley tentang riwayat hidup Edward Pearce dari Healey, dan swariwayat (autobiography) Healey "Masa-masa Hayatku" (Time of My Life) (1989).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan