Selasa, 27 Oktober 2026
02:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Darul Harbi

Darul Harbi

Bagikan:
ReenactorKharjites.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Harbi, daerah musuh

Darul Harbi merupakan daerah wilayah, atau negara musuh.[1] Istilah ini merujuk pada suatu daerah yang sedang dalam situasi perang di sebuah negara Islam.[1] Rakyat dan pemerintah daerah musuh ini mengancam, memengaruhi, memaksa agar orang-orang Islam di sana meninggalkan agamanya.[1] Kaum Muslim menganggap orang-orang yang berada di daerah Harbi adalah musuh.[1] Maka, kaum Muslim diizinkan untuk melawan dan berperang dengan mereka sampai mereka mau tunduk dan menghormati nilai-nilai Islam lagi.[1] Islam sendiri tidak senang dengan kemunculan Darul Harbi ini karena merusak ketenangan dan ketenteraman penduduk Muslim.[1] Orang-orang yang berada di daerah Harbi adalah orang-orang yang dianggap kafir oleh kaum Muslim.[1] Kaum Muslim mempunyai perjanjian yang mengatur relasi antara kaum Harbi dengan mereka.[2] Dalam hal ekonomi keduanya pun mempunyai wilayah yang terpisah.[2] Kaum Muslim tidak diizinkan untuk menjual senjata mereka kepada kaum Harbi.[2] Kaum Muslim berusaha untuk tidak memperkuat sarana militer kaum Harbi.[2]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Hassan Sadhily. Ensiklopedi Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve. hlm. 754.
  2. 1 2 3 4 Abdul Halim. "Perbedaan antara kafir harbi dan dzimmi serta hukum keduanya". Diakses tanggal 12 Juni 2014.[pranala nonaktif permanen]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan