Biografi ini tidak memiliki referensi atau sumber sehingga isinya tidak dapat dipastikan. Bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus. Cari sumber: "Dandhy Laksono" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Dandhy Laksono" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR |
Dandhy Laksono | |
|---|---|
| Lahir | Dandhy Dwi Laksono 29 Juni 1976 (umur 50) Lumajang, Jawa Timur, Indonesia |
| Pendidikan | Universitas Padjadjaran |
| Pekerjaan | Wartawan, produser, sutradara |
| Pasangan menikah | Irna Gustiawati[1] |
Dandhy Dwi Laksono (lahir 29 Juni 1976) adalah seorang jurnalis Indonesia yang terkenal dengan jurnalisme investigasinya, yang mencakup karya tulis dan film dokumenter. Istrinya, Irna Gustiawati, adalah pemimpin redaksi Liputan6.com. Dia dikenal untuk film dokumenter 2019-nya, Sexy Killers, yang dirilis sebelum pemilihan umum Indonesia 2019, yang mendokumentasikan kolusi antara elit politik dan industri pertambangan batu bara yang bertanggung jawab untuk kerusakan lingkungan.[2]
Awal karier jurnalistik
Karier Jurnalismenya diawali pada tahun 1990.[3] Pria kelahiran Lumajang ini alumnus Sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran, Bandung. Pendidikan nonformal ia peroleh dari Ohio University Internship Program on Broadcast Journalist Covering Conflict, Amerika Serikat (2007) dan British Council Broadcasting Program, London (2008).
Ia juga ikut berbagai workshop dan seminar tentang jurnalistik/media di Filipina, Thailand, Tiongkok, Malaysia, dan Korea Selatan. Dandhy, sapaan akrabnya, memulai karier jurnalistik pada 1998 di tabloid Kapital dan majalah Warta Ekonomi. Ia lalu beralih ke media radio, Pas FM, Smart FM, Ramako, atau menjadi stringer di radio ABC Australia. Lalu pindah lagi ke televisi menjadi produser berita di Liputan 6 SCTV dan Kepala Seksi Peliputan di RCTI. Ia juga pernah memimpin majalah dan situs acehkita.com—sebuah media alternatif di masa pemberlakuan darurat militer di Aceh (2003–2005).[4]
Biografi
Dandhy lahir 29 Juni 1976 di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.[5] Dandhy menikah dengan Irna Gustiawati, yang meninggal dunia pada 30 Oktober 2024 di usia 50 tahun.[6] Dandhy adalah pendiri studio produksi dokumenter Watch Doc.[7][8] Dia sebelumnya bekerja di Acehkita.com, Liputan6.com dari SCTV, RCTI, dan ABC Radio.[5]
Akun media sosial
Produk film dokumenter
- Yang Ketu7uh (2014)
- Samin vs Semen (2015)
- Kala Benoa (2015)
- Jakarta Unfair (2016)
- Sexy Killers (2019)[9]
- Kiri Hijau Kanan Merah (2019)
- The Bajau (2020)
- Pulau Plastik: Perjalanan dan Catatan untuk Masa Depan (2021)
- The Endgame (2021)
- Barang Panas (2023)
- Dragon for Sale (2023)
- Silat Tani (2023)
- Dirty Vote (2024)[10]
- Dirty Vote II O3 (2025)[11][12][13]
- Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita (2026)
Produk tulisan
- Indonesia For Sale (2009)[14]
- Menyingkap Fakta: Panduan Liputan Investigasi Media Cetak, Radio, dan Televisi (2009)
- Jurnalisme Investigasi: Trik dan Pengalaman Para Wartawan Indonesia Membuat Liputan Investigasi di Media Cetak, Radio, dan Televisi (2010)[15]
- Mematuhi Etik Menjaga Kebebasan Pers (2012)
- Reset Indonesia: Gagasan tentang Indonesia Baru (2025)[16]
Penghargaan
- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Award 2008, Karya jurnalistik terbaik atas liputan investigasi kasus Munir
- Ramon Magsaysay Award 2021, Kategori Emergent Leadership atas kontribusi dalam jurnalisme investigatif dan dokumenter[17]
- Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), rekor “Menggarap 155 Film Dokumenter”, nomor 0047, 12 Oktober 2026.[18]
Referensi
- ↑ "Istri Sebut Dandhy Pulang Dengan Status Tersangka". CNN Indonesia. 2019-09-27. Diakses tanggal 2020-02-26.
- ↑ Ini Cuitan soal Papua yang Bikin Dandhy Laksono Jadi Tersangka. detiknews. Retrieved April 2, 2021.
- ↑ "Profil Dhandy Dwi Laksono". Tirto. Diakses tanggal 2020-02-26.
- ↑ Laksono, Dandhy D (2009). Indonesia for Sale. Surabaya: Penerbit Pedati. ISBN 978-602-51498-0-1.
- 1 2 Dandhy Dwi Laksono . tirto. Diakses 2 April 2021.
- ↑ "Kabar Duka dari Dandhy Laksono, Istri Meninggal di Usia 50 Tahun". Suara.com. 2024-10-30. Diakses tanggal 2025-11-19.
- ↑ Dandhy Laksono. If Not Us then Who?. Retrieved April 2, 2021.
- ↑ Istri Sebut Dandhy Pulang dengan Status Tersangka. CNN. Retrieved April 2, 2021.
- ↑ "Film "Sexy Killers" Ungkap Elit Politik di Balik Batu Bara". VOA Indonesia. 2019-04-21. Diakses tanggal 2026-04-04.
- ↑ fisipol. "Ramai Diperbincangkan, Film "Dirty Vote" Ungkap Kecurangan Menjelang Pemilu 2024 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik". Diakses tanggal 2026-04-04.
- ↑ "Dirty Vote O3 dan Perdebatan Publik di Ranah Digital". Kompas.id. 2025-10-20. Diakses tanggal 2025-11-19.
- ↑ "Kenapa Dinamakan Dirty Vote II O3? Makna Otot, Otak, Ongkos di Karya Dandhy Laksono". Suara.com. 2025-10-20. Diakses tanggal 2025-11-19.
- ↑ "Rangkuman Dirty Vote II O3, Keterlibatan China dan AS dalam Pemilu Indonesia". Wartakota Tribunnews. 2025-10-20. Diakses tanggal 2025-11-19.
- ↑ Laksono, Dandhy Dwi (2019-01-01). Indonesia For Sale. Jalan Baru Publisher. ISBN 978-602-51498-0-1.
- ↑ Laksono, Dandhy Dwi (2018). Jurnalisme investigasi: trik dan pengalaman para wartawan Indonesia membuat liputan investigasi di media cetak, radio, dan televisi. Circa. ISBN 978-602-52645-0-4.
- ↑ "#Reset Indonesia: Gagasan tentang Indonesia baru". Goodreads (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-04-04.
- ↑ Indonesia, Tokoh (2025-02-10). "Dandhy Dwi Laksono". TokohIndonesia.com - Tokoh.ID (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-10.
- ↑ "Menggarap 155 Film Dokumenter". Museum Rekor-Dunia Indonesia. 2026-10-12. Diakses tanggal 2026-10-15.