Dampak pariwisata merupakan hal-hal yang terjadi sebagai akibat dari pariwisata. Dampak pariwisata bisa memengaruhi beberapa sektor, seperti sektor ekonomi, sektor lingkungan, sektor sosial, dan lain sebagainya yang saling berkesinambungan.[1]
Pariwisata bisa menimbulkan dampak negatif maupun positif. Umumnya, pariwisata dianggap sebagai sesuatu yang menguntungkan. Namun, pariwisata juga bisa membawa dampak negatif, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dampak ekonomi
Pariwisata tentu saja dapat memengaruhi sektor ekonomi. Dari pandangan positif, sektor pariwisata tentu dapat menambah pendapatan negara, memuluskan rotasi ekonomi masyarakat setempat, memajukan UMKM lokal, dan lain sebagainya.[2]
Dampak lingkungan
Dampak pariwisata terhadap sektor lingkungan merupakan yang paling memungkinkan untuk muncul belakangan. Banyak sekali wisatawan yang memiliki kewaspadaan rendah terhadap lingkungan dari destinasi wisata yang ia tuju. Ditambah dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan yang sering dikesampingkan untuk memenuhi permintaan atau ekspektasi wisatawan, sektor lingkungan menjadi salah satu sektor yang paling merasakan dampak negatif dari pariwisata.
Dampak sosial
Sektor sosial merupakan sektor yang akan menerima dampak dari pariwisata, namun kurang mendapat perhatian. Lewat pariwisata, kemungkinan pertukaran nilai-nilai budaya akan semakin meningkat.
Referensi
- ↑ Gursoy, Dogan; Ouyang, Zhe; Nunkoo, Robin; Wei, Wei (2019-04-03). "Residents' impact perceptions of and attitudes towards tourism development: a meta-analysis". Journal of Hospitality Marketing & Management (dalam bahasa Inggris). 28 (3): 306–333. doi:10.1080/19368623.2018.1516589. ISSN 1936-8623.
- ↑ Yakup, Anggita Permata; Haryanto, Tri (2019). "Pengaruh Pariwisata terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia". Bina Ekonomi (dalam bahasa Inggris). 23 (2): 39–47. doi:10.26593/be.v23i2.3266.39-47. ISSN 2442-675X.