Selasa, 03 November 2026
11:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Dami N. Toda

kritikus sastra indonesia

Bagikan:
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Dami N. Toda" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Mei 2026)
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Dami N. Toda" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Dami Ndandu Toda, (20 September 1942 – 10 November 2006), adalah kritikus sastra Indonesia.

Pendidikan

Dami menempuh pendidikan dasarnya di SD Ruteng I, Manggarai (1954). Kemudian ia melanjutkan ke pendidikan menengah di Seminari St. Yohanes Berkhmans, Mataloko, Flores (1961), dan meneruskan ke pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Ledalero, Maumere, Sikka, Flores (tidak tamat), lalu ke Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta sampai tingkat sarjana muda dan doktoral (1967), Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya (tidak tamat), dan Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Jakarta (1974).

Karier

Dami pernah bekerja di Departemen Sosial RI (1973-1975), mengajar pada Institut Kesenian Jakarta, dan menjadi Sekretaris Eksekutif Yayasan Seni Tradisional (Jakarta). Dia juga banyak tampil dalam seminar baik di tingkat nasional maupun internasional, seperti di Universitas Sam Ratulangi, Manado, Fakultas Sastra UI, Universitas Kebangsaan Malaysia, Kuala Lumpur, dan pada 10th European Colloquium on Indonesian Studies di Universitas von Humboldt, Berlin, dengan makalah "Dutch-Treaty and Contract Conceptions versus Adat Perceptions". Sejak 1981, dia menetap di Hamburg untuk mengajar pada Lembaga Studi-studi Indonesia dan Pasifik, Universitas Hamburg.

Dia yang rajin menulis pernah menjadi redaktur tamu pada Harian Berita Buana dan staf redaksi Majalah Kadin Indonesia. Tulisannya banyak tersebar di sejumlah surat kabar nasional seperti Sinar Harapan, Kompas, Suara Karya, dan Berita Buana. Sedangkan esai-esainya banyak muncul di majalah budaya, seperti Budaya Jaya dan Horison.

Keluarga

Dami N. Toda meninggalkan seorang istri dan dua orang anak, Ryan dan Mayang.

Karya tulis

Berikut ini adalah sebagian dari hasil karya tulis Dami N. Toda:

  • Penyair Muda di Depan Forum (1974)
  • Puisi-puisi Goenawan Mohamad (1975)
  • Pembacaan puisi dua penyair muda Jakarta, 27 Agustus 1975, jam 20.00 WIB di Plaza Taman Ismail Marzuki (bersama Handrawan Nadesul) (1975)
  • Novel Baru Iwan Simatupang (1980)
  • Cerita-cerita Pendek Iwan Simatupang (1983)
  • Sajak-sajak Goenawan Mohamad dan sajak-sajak Taufik Ismail, bersama Pamusuk Nasution (1984)
  • Hamba-hamba Kebudayaan (1984)
  • Catatan Penutup dalam "Ziarah malam: sajak-sajak 1952-1967" oleh Iwan Simatupang (1993)
  • Manggarai Mencari Pencerahan Historiografi (1999)
  • "Maka berbicaralah Zarathustra" - terjemahan (2000)
  • "Siti Zainon Ismail: penyair wanita tersohor Nusantara", dalam majalah "Dewan Sastera", No.10, Vol.32 (2002)
  • Apakah sastra?: kumpulan esai kritik teori sastra budaya mengenang almarhum Dr. H.B. Jassin (2005)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan