Minggu, 04 Oktober 2026
11:39 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Makanan manis

Makanan manis

Bagikan:
250px-Krokan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Krokan merupakan salah satu contoh penganan manis tradisional asal Swedia.

Makanan manis atau kembang gula (Confectionery) adalah sebuah seni[1][2] dalam membuat manisan atau berbagai jenis makanan bergula.[1][2] Penganan manis umumnya kaya akan gula dan karbohidrat, meskipun batas pengertiannya sulit ditetapkan secara tegas.[3] Secara umum, penganan manis dibagi ke dalam dua kategori besar yang saling beririsan: penganan roti dan tepung serta penganan gula.[4]

Penganan roti dan tepung (baker’s confectionery), juga disebut penganan tepung, terutama mencakup kue manis, pastri, dan berbagai produk panggang sejenis. Jenis penganan ini tidak termasuk roti sehari-hari, sehingga menjadi cabang khusus dari hasil produksi seorang baker.

Sementara itu, penganan gula (dikenal sebagai candy making di Amerika Serikat) mencakup berbagai permen (disebut juga sweets, singkatan dari sweetmeats[5] di banyak negara berbahasa Inggris), kacang berlapis gula, cokelat, permen karet kunyah maupun gelembung, pastillage, serta berbagai penganan lain yang bahan utamanya adalah gula. Dalam beberapa kasus, penganan cokelat, yakni manisan berbahan dasar cokelat—dianggap sebagai kategori tersendiri, demikian pula versi bebas gula dari penganan gula.[6][7] Istilah candy (di Kanada dan Amerika Serikat), sweets (di Britania Raya, Irlandia, dan sejumlah negara lainnya), serta lollies (di Australia dan Selandia Baru) merupakan sebutan populer bagi berbagai jenis penganan gula.

Profesi seorang pembuat penganan manis atau konfeksioner mencakup keahlian yang dijalankan oleh dua profesi dalam tradisi Prancis: pâtissier (ahli kue dan pastri) serta confiseur (ahli olahan gula).[5] Dunia industri penganan manis juga meliputi lembaga pendidikan kejuruan khusus dan meninggalkan catatan sejarah yang sangat kaya.[8] Tradisi pembuatan penganan manis telah dikenal sejak zaman kuno, terus dinikmati sepanjang Abad Pertengahan, hingga berkembang menjadi ragam modern seperti yang dikenal pada masa kini.

Referensi

  1. 1 2 "Confectionery". Merriam-Webster Dictionary. Diakses tanggal 2 Maret 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "Oxford English Dictionary". Oxford University Press. 2023. Diakses tanggal 27 Mei 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Davidson, Alan (2014). The Oxford Companion to Food. Oxford University Press. hlm. 213. ISBN 9780199677337.
  4. ↑ International Food Information Service, ed. (2009). Dictionary of Food Science and Technology (Edisi 2nd). Chichester, U.K.: Wiley–Blackwell. hlm. 106. ISBN 9781405187404.
  5. 1 2 Goldstein, Darra (2015). The Oxford Companion to Sugar and Sweets (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. hlm. 171. ISBN 978-0-19-931339-6.
  6. ↑ Edwards, W.P. (2000). The Science of Sugar Confectionery. Cambridge: Royal Society of Chemistry. hlm. 1. ISBN 9780854045938.
  7. ↑ Mark, J.; Strange, R.; Burns, J. (2020-11-25). Food Industries (dalam bahasa Inggris). CRC Press. hlm. 461–464. ISBN 978-1-000-10997-9.
  8. ↑ Day, Ivan. "The Art of Confectionery" (PDF). historicfood.com. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-11-18.

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan