Sabtu, 03 Oktober 2026
23:38 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Dagelan

Bagikan:

Dagelan (Jawa) merupakan lawak atau sebuah adegan yang menimbulkan kelucuan.[1] Dalam bahasa Melayu disebut juga alan-alan.[2] Sementara dalam dialek Jakarta disebut bebodoran.[2] Dagelan termasuk dalam salah satu seni rakyat yang sifatnya spontan.[2] Pementasan seni ini tidak terikat pada naskah atau teks yang memberi alur cerita.[2] Spontanitas ini merupakan improvisasi percakapan yang dilakukan oleh pemain.[2] Dagelan didasari sebuah lakon singkat yang kemudian dikembangkan sendiri oleh pemainnya ketika pementasan dagelan berlangsung.[2] Kelucuan diusahakan dari gerak-gerik, cara bicara, dan isi pembicaraan pemain.[2] Sifat dagelan adalah parodi, maka efek realistis dihindari.[2] Peran perempuan sering dimainkan oleh laki-laki.[2] Dalam beberapa pementasan drama panjang, dagelan hadir sebagai selingan untuk mencairkan suasana.[2] Misalnya pementasan drama terdiri dari dua babak, maka dalam pergantian babak tersebut dimainkan dagelan.[2] Akan tetapi, ada pula pertunjukan khusus dagelan.[2] Pertunjukan dagelan tunggal ini bisa selama 4-5 jam.[2] Dagelan tunggal ini terdiri hanya dari satu babak saja.[2]

Rujukan

  1. ↑ "Kamus Besar Bahasa Indonesia". Diakses tanggal 12 Juni 2014.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Hassan Sadhily. Ensiklopedi Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve. hlm. 735.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan