Senin, 21 September 2026
19:23 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Daeng Chelak

Opu Daeng Cellaq adalah bangsawan Bugis Luwu Yang di-Pertuan Muda Riau II yang memegang jabatan itu dari 1728 sampai 1745 menggantikan saudaranya Opu Daeng Marewah, Yang di-Pertuan Muda Riau I (Marhum Sungai Baru).

Riwayat keluarga

Dia memiliki seorang istri yang bernama Tengku Mandak, saudara Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah[1] dan memiliki memiliki dua orang puteri:

  1. Tengku Hitam
  2. Tengku Putih

Raja ini adalah orang yang menjadikan Riau sebagai pelabuhan maju dan memerintahkan penduduk Riau menanam lada hitam dan gambir. Baginda seorang panglima perang yang berani dan ahli siasat yang bijaksana sehingga Riau ketika itu mahsyur ke segenap Alam Melayu sebagai negeri yang disegani. Keturunannya menjadi pewaris kepada jabatan Yang Dipertuan Muda sampai keturunan terakhirnya yang menjadi Yang Dipertuan Muda, Raja Muhammad Yusuf, Yang Dipertuan Muda XI.

Kematiannya

Dia mangkat di Ulu Riau pada tahun 1745 dan dimakamkan di sana dan baginda digelar Marhum Mangkat di Kota oleh orang-orang Riau.[2][3]

Rujukan

  • R.O. Winstedt (1992). A History of Johore. The Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society (MBRAS). ISBN 983-99614-6-2.
  • Abu Hassan Mohamad Sham (1993). Puisi-puisi Raja Ali Haji. Dewan Bahasa Pustaka(DBP). ISBN 983-62-3971-5.
  • Virginia Matheson Hooker (1998). Tuhfat Al-Nafis. Yayasan Karyawan dan Dewan Bahasa Pustaka(DBP). ISBN 983-9510-02-9.

Catatan Kaki

Lihat juga


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Sultan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan