Senin, 19 Oktober 2026
20:24 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Curug Cipalasari

Curug Cipalasari

Sebuah air terjun yang terletak di Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2025)
250px-Curug_Cipalasari_Bottom_View.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian bawah Curug Cipalasari

Curug Cipalasari adalah salah satu destinasi wisata alam berupa air terjun yang terletak di Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia, dengan ketinggian sekitar 80 meter. Air terjun ini menawarkan pemandangan yang asri dan udara yang sejuk, dikelilingi oleh hutan sekunder dan pepohonan hijau yang masih alami.

Lokasi dan Akses

Curug Cipalasari berada di kaki Gunung Burangrang dan dapat diakses melalui jalur pendakian Legokhaji.[1] Pengunjung harus berjalan kaki sejauh 1,5 km dari basecamp Legokhaji untuk mencapai air terjun ini, melewati jalan setapak berbatu dan beberapa titik peristirahatan. Jalur menuju lokasi cukup menantang dengan medan yang sedikit curam dan berlumut, terutama saat musim hujan, sehingga disarankan untuk berhati-hati dan menggunakan alas kaki yang sesuai. Kendaraan roda dua lebih dianjurkan karena akses jalannya yang sempit dan berbatu.

Fasilitas

Fasilitas di sekitar Curug Cipalasari masih terbatas karena curug ini belum terlalu dikembangkan sebagai objek wisata komersial. Beberapa fasilitas yang tersedia meliputi area parkir dan warung kecil yang menjual makanan dan minuman ringan. Terdapat juga area camping di sekitar curug bagi pengunjung yang ingin bermalam dan menikmati suasana alam yang tenang. Untuk memasuki area ini, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 15.000 per orang, dan parkir motor dikenakan biaya Rp 10.000.[2][3]

Daya Tarik

Tampilan atas Curug Cipalasari
Tampilan atas Curug Cipalasari

Daya tarik utama Curug Cipalasari adalah keindahan alamnya yang masih jarang terjamah wisatawan, menjadikannya tempat yang ideal bagi pecinta alam yang mencari ketenangan. Air terjunnya meskipun tidak memiliki debit air yang besar, tetapi jernih dan bersih, mengalir di antara pepohonan lebat yang memberikan kesan eksklusif dan tenang. Selain menikmati keindahan air terjun, pengunjung juga dapat merasakan kesegaran udara khas pegunungan serta melihat aktivitas masyarakat lokal yang sering terlihat mencari kayu bakar di sekitar area tersebut.

Referensi

  1. ↑ "Curug Cipalasari: Air Terjun Tersembunyi di Kaki Gunung Burangrang". kumparan. Diakses tanggal 2024-10-23.
  2. ↑ Kedaton, Kirana Ratu Sekar. "Gunung Burangrang: Tiket, Jam Buka, dan Pilihan 4 Jalur Pendakian". detikjabar. Diakses tanggal 2024-10-23.
  3. ↑ Jatnika, Gan Gan. "GUNUNG-GUNUNG DI BANDUNG RAYA (9): Gunung Burangrang, Saksi Bisu Sejarah Gunung Sunda Purba dan Kerajaan Saung Agung". BandungBergerak.id. Diakses tanggal 2024-10-23.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan