Sabtu, 31 Oktober 2026
10:23 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Cuno Amiet

Cuno Amiet

Pelukis Swiss (1868–1961)

Bagikan:
Cuno Amiet
lossy-page1-250px-ETH-BIB_Cuno_Amiet_Portraitfoto_Com_M01-0004-0013.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Cuno Amiet

(1868-03-28)28 Maret 1868
Meninggal6 Juli 1961(1961-07-06) (umur 93)
PendidikanAcademy of Fine Arts Munich
Dikenal karenaLukisan, seni grafis, ilustrasi, patung
GerakanEkspresionisme

Cuno Amiet (28 Maret 1868 – 6 Juli 1961) adalah seorang pelukis, ilustrator, seniman grafis dan pematung Swiss.[1] Sebagai pelukis Swiss pertama yang mengutamakan warna dalam komposisi, ia adalah pelopor seni modern di Swiss.[1][2][2]

Referensi

  1. 1 2 Müller, Paul (1998). "Cuno Amiet" (PDF). SIKART dictionary and database. Swiss Institute for Art Research.[pranala nonaktif permanen]
  2. 1 2 Pierre-André Lienhard / KMG:Cuno Amiet di Jerman, Prancis dan Italia di Historical Dictionary of Switzerland daring.Versi 2005.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cuno Amiet.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan