Selasa, 03 November 2026
21:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Cucut ronggeng

Cucut ronggeng

Spesies di hiu

Bagikan:
Cucut Ronggeng
250px-Eusphyra_blochii_csiro-nfc.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Subkelas:
Superordo:
Ordo:
Famili:
Genus:
Eusphyra

Gill, 1862
Spesies:
E. blochii
Nama binomial
Eusphyra blochii
(Cuvier, 1816)
250px-Eusphyra_blochii_distribution_map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wilayah sebaran
Sinonim

Zygaena latycephala van Hasselt, 1823
Zygaena laticeps Cantor, 1837

Artikel takson sembarang

Cucut ronggeng (Eusphyra blochii) adalah sejenis cucut martil, famili Sphyrnidae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai winghead shark, karena ‘martil’ di kepalanya demikian lebar sehingga menyerupai sayap. Spesies ini adalah satu-satunya anggota genus Eusphyra. Tergolong hiu kecil yang tidak membahayakan, cucut ronggeng merupakan ikan tangkapan komersial di sebagian besar area sebarannya.

Pengenalan

Ciri utama cucut ronggeng adalah ‘martil’ di kepalanya (disebut "cephalofoil") yang sempit dan panjang menyamping, membedakannya dari jenis-jenis cucut martil yang lain. Lebar cephalofoil ini mencapai 40-50% panjang tubuh cucut, dari atas terlihat seperti bentuk sayap atau mata panah, dengan tonjolan kecil di depan hidungnya. Tak sebagaimana cucut martil yang lainnya (marga Sphyrna), hidung cucut ronggeng ini terletak agak ke tengah pada cephalofoil.

Cucut yang tak seberapa besar; panjang tubuhnya tidak melebihi 1,86 m.[2] Tubuh berwarna kelabu atau abu-abu kecoklatan di sisi atas, dan lebih pucat di bagian perutnya.[3]

Agihan dan habitat

Cucut ronggeng hidup di laut-laut dangkal di paparan benua dan laut pedalaman wilayah Indo-Pasifik Barat, mulai dari Teluk Persia di barat hingga Filipina; ke utara hingga perairan Tiongkok dan Taiwan; dan ke selatan hingga Queensland dan Northern Territory di Australia.[3] Terkadang hiu ini juga memasuki wilayah berair payau di muara sungai.[2]


Pemanfaatan

Hiu ini agaknya tak berbahaya. Ikan ini adalah salah satu jenis cucut yang biasa tertangkap nelayan di India, Pakistan, Indonesia, Malaysia dan Thailand; kemungkinan juga di bagian lain dari wilayah sebarannya. Ikan ini ditangkap dengan menggunakan berbagai macam jaring dan pancing.[3] Cucut ini umum didapat di lepas pantai Kalimantan[2] dan juga merupakan bagian kecil dari tangkapan nelayan Australia.[1]

Dagingnya biasa dikonsumsi orang, hatinya merupakan sumber minyak vitamin tinggi-potensi.[3] Sejauh ini belum ada data ilmiah yang memadai mengenai status populasinya di alam, meskipun beberapa laporan dan survei pasar memberikan indikasi adanya penurunan populasi di kebanyakan tempat, kecuali Australia.[1]

Catatan kaki

  1. 1 2 3 Simpfendorfer (2003). Eusphyra blochii. 2006 IUCN Red List of Threatened Species. IUCN 2006. Diakses 11 May 2006.
  2. 1 2 3 "Eusphyra blochii". FishBase. Ed. Ranier Froese and Daniel Pauly. May 2006 version. N.p.: FishBase, 2006.
  3. 1 2 3 4 Compagno, Leonard J. V. (1984) Sharks of the World: An Annotated and Illustrated Catalogue of Shark Species Known to Date. Rome: Food and Agricultural Organization. ISBN 92-5-101384-5.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan