Selasa, 22 September 2026
01:24 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Hellbender

Hellbender

Hellbender
Rentang waktu:
250px-Hellbender.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CITES Apendiks III (CITES)
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Amphibia
Ordo: Urodela
Famili: Cryptobranchidae
Genus: Cryptobranchus
Leuckart, 1821
Spesies:
C. alleganiensis
Nama binomial
Cryptobranchus alleganiensis
(Daudin, 1803)
Subspecies
250px-Hellbender_total_range.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
       Sebaran total spesies (kedua subspesiesnya)
Sinonim[3][4][5]
Daftar
    • Salamandra alleganiensis Daudin, 1803
    • Salamandra horrida Barton, 1808
    • Salamandra gigantea Barton, 1808
    • Salamandra maxima Barton, 1808
    • Molge gigantea Merrem, 1820
    • Cryptobranchus salamandroides Leuckart, 1821
    • Urotropis mucronata Rafinesque, 1822
    • Abranchus alleghaniensis Harlan, 1825
    • Protonopsis horrida Barnes, 1826
    • Salamandrops gigantea Wagler, 1830
    • Eurycea mucronata Rafinesque, 1832
    • Menopoma fuscum Holbrook, 1842
    • Cryptobranchus alleghaniensis Cope, 1887
    • Cryptobranchus alleganiensis Stejneger & Barbour, 1917
    • Cryptobranchus terrasodactylus Wellborn, 1936
    • Cryptobranchus bishopi Grobman, 1943
    • Cryptobranchus guildayi Holman, 1977

Hellbender[6] (Cryptobranchus alleganiensis), atau yang juga dikenal sebagai salamander hellbender, adalah sebuah spesies salamander raksasa yang endemik ke Amerika Utara. Merupakan anggota famili Cryptobranchidae, hellbender menjadi satu-satunya spesies sintas dari genus Cryptobranchus. Salamander-salamander lainnya yang berkerabat dekat dari famili yang sama berada dalam genus Andrias, yang mencakup salamander raksasa tiongkok dan salamander raksasa jepang. Hellbender jauh lebih besar dari salamander lainnya pada persebaran geografis spesies ini, serta bernafas dengan cara yang tidak biasa, yaitu melalui respirasi kutan atau pernapasan kulit melalui kapiler yang ditemukan di lipatan-lipatan kulit lateralnya. Hellbender mengisi relung baik sebagai predator atau mangsa dalam ekosistemnya, yang telah ditinggali oleh spesies ini maupun leluhurnya selama sekitar 65 juta tahun. Spesies ini dinilai sebagai spesies Rentan pada Daftar Merah IUCN karena dampat penyakit dan kerusakan habitat skala luas, begitu juga degradasi habitat di sebagian besar wilayah persebarannya.

Referensi

  1. Bredehoeft, Keila E.; Schubert, Blaine W. (2015). "A re-evaluation of the Pleistocene hellbender, Cryptobranchus guildayi ". Journal of Herpetology. 49: 157–160. doi:10.1670/12-222. S2CID 84731832.
  2. IUCN SSC Amphibian Specialist Group. (2022). "Cryptobranchus alleganiensis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2022 e.T59077A82473431. doi:10.2305/IUCN.UK.2022-2.RLTS.T59077A82473431.en.
  3. Dundee, Harold A. (1971). "Cryptobranchus alleganiensis". Catalogue of American Amphibians and Reptiles (Laporan). American Society of Ichthyologists and Herpetologists. Account 101.
  4. Nickerson, Max Allen; Mays, Charles Edwin (1973). The Hellbenders: North American "giant salamanders". Publications in Biology and Geology. Vol. 1. Milwaukee Public Museum.
  5. Stejneger, L.; Barbour, T. (1917). "Cryptobranchus alleganiensis". A Check List of North American Amphibians and Reptiles. Cambridge, MA: Harvard University Press. hlm. 7.
  6. Ismawati, Fitri (2024-12-08). "6 Fakta Hellblender, Endemik Amerika Utara yang Sensitif Pol". IDN Times. Diakses tanggal 2026-01-07.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan